Khutbah Idul Fitri Ramadhan dan Aplikasi Nilai-Nilai Kesatuan Umat
Oleh: Majelis Dakwah
Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
الحمد لله الذى لا اله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده
واعز جنده وهزم الاحزاب وحده اشهد ان لا اله الا لله وحده لا شريك له واشهد ان
محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى اله واصحا به
ومن تبعه ومن واله
واعلموا رحمكم الله ان خير الحديث كتاب الله وخير الهدي
هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الامور محد ثتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة
وكل ضلالة فى النار
اما بعد: فيا عباد الله اوصيكم وايا ي بتقوى الله وطاعته
وطاعة لعلكم تفلحون فعليكم بالجماعة واياكم والفرقان فان يد الله مع الجما عة ومن
شد شد الى النا ر
الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد
Saudara-saudara kaum
muslimin rahimakumullah….
Alhamdulillah, kita
panjatkan puji dan syukur hanya kepada Allah, karena segala keutamaan,
kemuliaan dan kebaikan adalah milik-Nya. Selain Allah adalah makhluk, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Dialah sang Maha Pencipta penguasa alam semesta yang
menggenggam mahluk ciptaan-Nya. Tidak ada daya dan upaya melainkan semuanya
hanya dari Allah SWT.
Dialah yang telah
memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan satu prosesi ibadah sebagai
training aktualisasi taqwa dalam amaliyah harian. Pembersih segala dosa, menuju
kemuliaan di sisi Allah yaitu dengan ibadah shaum di Bulan Ramadhan. Semoga
shaum yang telah kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan dapat mengantarkan
kita kepada derajat taqwa.
الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد
Bulan Ramadhan bulan
penuh keberkahan, kehadiranya sangat dinanti oleh semua Muslimin sedunia, bulan
yang penuh dengan sejuta pesona dengan dilipat gandakan pahala bagi amal
kebaikan dan diburu dengan berbagai amal unggulan yang ditunjukan oleh
Rasulullah Shalallahu A’laihi Wasalam seperti taraweh, tilawtil Qur’an, berdoa
dan berdzikir, memohon ampunan serta berbagi dengan bershodaqah, berinfaq dan
berzakat baik zakat harta maupun Zakat Fitrah.
Semoga shaum beserta
berbagai amalan mulia lainnya yang telah kita lakukan diterima oleh Allah SWT
dan menjadikan kita semua menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Meskipun sangat
disayangkan, karena Ramadhan tahun ini masih saja diwarnai oleh sekelompok
orang yang mengurangi nilai barokah dari bulan Ramadhan, dan citra umat Islam
pada umumnya. Lihar saja Bom Kampung Melayu yang menggegerkan Ibu Kota
Indonesia, begitu pula peledakan yang terjadi di Stadion Manchester, Inggris
beberapa pekan lalu, disusul penyerangan di London awal Juni yang semuanya
menelan korbang jiwa.
Belum lagi peristiwa yang
menimpa Ribuan Muslimin Philipina yang harus mengungsi akibat pertempuran
domestic sehingga sahur, berbuka dan beribadah di bulan Ramadhan dijalani
dengan rasa tidak tenang dan aman. Kejadian terbaru dan memprihatikan juga
menimpa saudara kita yaitu Muslim Qatar, negara yang super makmur itu harus
menerima ujian diputuskanya diplomatik dan dikucilkan oleh negara-negara
tetanganya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yaman, Libya, Mesir dan
Yordania, tidak hanya sekedar memutus hubungan saja, bahkan
pemboikotanpun dilakukan secara tegas.
Begitu pula nasib
saudara-saudara kita Muslimin Palestina yang sampai detik ini masih dalam
cengkraman Zionis Israel yang masih membutuhkan doa, bantuan dan pembelaan kita
semua.
Informasi terbaru yang
disampaikan Imam Masjid Al-Aqsha Syaikh DR. Mustafa Mohammad Abdel Rahman Tawil
beberapa waktu lalu saat mengunjungi Ponpes Al-Fatah menyampaikan bahwa
Ramadhan kali ini Israel hanya mengizinkan kepada warga Palestina yang berusia
di atas 40 tahun untuk masuk dan melakukan shalat di Masjid Al-Aqsha. Sementara
itu di luar bulan Ramadhan, Israel melarang warga Palestina yang berusia di
bawah 54 tahun untuk masuk ke Majid Al-Aqsha. Oleh sebab itu, pinta beliau,
Masjid Al-Aqsha sangat membutuhkan untuk diziarahi oleh kaum Muslimin dari
seluruh dunia.
Kunjungan ke Masjid
Al-Aqsha ini merupakan sunnah sesuai dengan perintah Rasulullah Shallallahu
Alahi Wassallam bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan perjalanan ke
tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha.
Untuk itu, Muslim
Palestina adalah saudara kita seaqidah yang harus kita bela, kita bantu dan
kita doakan, syukur-syukur kita dapat mengunjunginya. Mari kita belajar untuk
mengambil hikmah dari semua kejadian di atas.
الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد
Ramadhan Momentum Untuk Bersatu
Bulan Ramadhan adalah
sebagai momentum untuk membangun semangat kesatuan umat, semangat bersatu dan
semangat kesatuan menjadi langkah strategis dalam membangun kemajuan Muslimin
di masa yang akan datang dalam menghadapi tantangan umat yang semakin besar dan
komplek, isyarat Bulan Ramadhan kepada semangat kesatuan umat tampak pada:
Makna Puasa
كتب عليكم الصيام
Artinya: “telah
diwajibkan kepadamu puasa”. (Qs. Al Baqarah[2]:183).
Puasa dengan makna
menahan diri (Imsak) menunjukan tentang makna kebersamaan, Allah mengajarkan
arti memahami perasaan antar sesama, perasaan lapar bagi yang yang miskin
melalui puasa ini juga dapat dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, sehingga
penderitaan rasa lapar bagi yang hidup dalam keterbatasan materi melalui ibadah
puasa diharapkan dapat menggugah kedermawanan para Aghniya.
Kewajiban puasa bagi
seluruh muslimin, baik laki-laki, perempuan, kaya dan miskin, pemuda dan
dewasa yang telah baligh kecuali yang
udzur memberi arti tentang kesamaan kedudukan manusia dalam pandangan agama,
sehingga kasih sayang dan ukhuwwah
Islamiyyah, saling membantu dalam kebaikan dan ketaqwaaan adalah suatu
keniscayaan dalam menopang wujud
kesatuan antar mereka.
Perintah Puasa untuk semua Umat Para Nabi
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ
ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang
yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS Al-Baqarah [2]: 183).
Ayat di atas dapat
difahami bahwa dalam kewajiban berpuasa ada makna kontinuitas atau
keberlanjutan, dimana perintah puasa itu tidak hanya bagi Umat Nabi Muhammad
Saw saja, melainkan puasa itupun telah diwajibkan bagi para Nabi dan umat-umat sebelumnya. Hanya
tentang waktu dan aturanya saja yang berbeda, dari sini tampak bahwa Umat
manusia itu dipandang oleh Allah Swt sebagai satu kesatuan.
إِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬
وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱعۡبُدُونِ
Artinya: Sesungguhnya
(agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan aku adalah
Tuhanmu, maka sembahlah aku. (QS Al-Anbiya [21]: 92).
Sayyid Quthub dalam
tafsirnya menyatakan, “Umat Islam adalah umat yang satu di bumi dan Tuhan
mereka adalah Tuhan yang satu di langit, tidak ada Tuhan selain Dia, dan tidak
ada yang pantas disembah melainkan diri-Nya, Umat yang satu sesuai sunnah yang
satu yang menyaksikan kesatuan kehendak yang Maha Esa di Bumi dan di Langit.
Terlihatnya Hilal Sebagai Ketetapan Awal
Ramadhan bagi Muslimin Sedunia
فَمَن شَہِدَ مِنكُمُ ٱلشَّہۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ
Artinya: “Barangsiapa di
antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu…” (QS Al-Baqarah
[2]: 185)
Ketetapan Islam dalam
mengawali puasa di bulan Ramadhan dan ketetapan Islam dalam mengahirinya juga
memiliki arti kesatuan.
Sayyid Sabiq dalam buku
Fikih Sunnah menjelaskan, “Diketahui masuknya bulan Ramadhan itu dengan jalan
Rukyat atau melihat Hilal walau dari seorang saja yang bersifat adil, atau
dengan menghitung bilangan bulan Sya’ban cukup tiga puluh hari.
Dalam sebuah hadits dari
Abu Hurairah Ra berkata:
صوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته, فان غم عليكم فاكملوا عدة
شعبان تلاتين يوما.رواه البخارى ومسلم
Artinya: “Berpuasalah
kamu jika melihatnya, dan berbukalah jika melihatnya, dan jika terhalang oleh
awan, maka cukupkanlah bilangan Sya’ban itu tiga puluh hari.” (HR.Imam Bukhori
dan Muslim).
Dalam riwayat Abu Daud,
Hakim dan Ibnu Hibban disebutkan bahwa “Orang-orang (sahabat Nabi) sama mengintai hilal, maka saya sampaikanlah
kepada Rasulullah SAW bahwa saya telah melihatnya, maka Nabipun berpuasa dan
menyuruh manusia mempuasakanya”.
Kedua hadits diatas
dikomentari oleh Imam Ath Thirmidzi yaitu hal ini jadi amalan sebagian ulama,
kata mereka jika mengenai awal puasa, diterima kesaksian seorang laki-laki.
Dari sini dapat difahami
bahwa terlihatnya hilal di suatu tempat menjadi ketetapan hukum dimulainya
puasa atau diakhirinya puasa pada bulan Ramadhan, dan ini menjadi moment
potensi atau peluang bagi muslimin untuk bersatu.
Prediksi Kesamaan Mengawali dan Mengahiri
Puasa Ramadhan
Adanya perkiraan
perhitungan tanggal yang diprediksikan sama oleh para Ahli Hisab untuk beberapa
tahun ke depan menjadi potensi bagi Muslimin untuk dapat menumbuhkan semangat
kesatuan dan persatuan sehingga mewujud pada Ukhuwwah Islamiyyah, untuk itu
Kaum Muslimin diharapkan melalui bulan Ramadhan ini mampu memahami, menghayati,
dan mengamalkan tentang perintah berjama’ah sebagai wujud Islam yang Rahmatan
lil ‘Alamin.
الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد
I. URGENSI
KESATUAN UMAT ATAU BERJAMA’AH
Kesatuan melahirkan Ukhuwwah atau
persaudaraan
Secara historis dapat
kita baca, bagaimana Kaum Aus dan Khojroj di masa Rasulullah SAW, setelah
mereka memeluk Islam, hidup dalam bimbingan tauhid yang benar, di bawah
kepemimpinan Rasulullah SAW, mereka hidup berjamaah penuh dengan kasih sayang
dan ikatan Ukhuwah Islamiyyah, jauh dari rasa hasad, dengki, permusuhan, dendam
masa lalu yang telah mengotori hidup dan jiwa mereka, hal itu diisyaratkan
Allah dalam Firmanya:
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا
تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ
أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ
إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم
مِّنۡہَاۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ
تَہۡتَدُونَ
Artinya: “Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan
janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu,
lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.” (QS Ali Imran [3]: 103).
Ibnu Katsir berkata dalam
Tafsirnya: ayat ini merupakan perintah hudup berjama’ah(bersatu) dan larangan
hidup berfirqah-firqah(bercerai berai). Lebih lanjut ibnu katsir menyatakan
bahwa asbabun nuzul ayat ini berkenaan dengan kondisi Kaum Aus dan Khojroj yang
mereka berjama’ah atau disatukan karean Iman dan Islam, Kaum Aus dan Khojroj
digelari oleh Allah sebagai Kaum Anshor,
Berjama’ahnya dua suku ini di
mana sebelumnya selalu bertikai dan berperang maka lahir pesaudaraan dan kasih
sayang yang luar biasa.
Gambaran kasih sayang
atau ukhuwwah dan kesatuan muslimin pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW.:
مثل المؤمنين فى توادهم وتراحمهم ونعاطفهم مثل الجسد اذا
اشتكى منهم
عضو تداعى له سائر الجسد با السهر والحمى .رواه مسلم
Artinya: perumpamaan
orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan
saling berlemah lembut adalah laksana satu tubuh, jika ada satu anggota tubuh
yang sakit maka seluruh tubuh lainya akan turut tak bisa tidur dan demam(HR.Imam
Muslim).
Terhindar dari Ftnah dan kerusakan di bumi
Hidup berjamaah bagi Kaum
Muslimin memberikan jaminan keselamatan dari berbagai musibah dan fitnah yang
diarahkan orang-orang Kafir kepada mereka, hal itu Allah jelaskan dalam
firmanya:
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُہُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ
إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٌ۬ ڪَبِيرٌ۬
Artinya: “Adapun
orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang
lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah
diperintahkan Allah itu niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan
kerusakan yang besar.” (QS Al-Anfal [8]: 73).
Pengertian fitnah menurut
Syekh Abdur Rozak dalam Kitab Atsarul Fitnah, dalam perspektif Al Qur’an antara lain:
Ujian dan Cobaan (QS Al Ankabut [28]: 2).
Memalingkan diri dari jalan kebenaran dan
menolaknya (QS Al-Maidah [5]: 49).
Siksa (QS An-Nahl [16]: 110).
Penyesatan (QS Al-Maidah [5]: 41).
Diantara makna Fitnah
adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan
maksud menjelekan seseorang.( Kamus Besar Bahasa Indonesia). Ibnu Jarir dalam
Tafsir Jamiul Bayan berkata bahwa Fitnah berarti adanya kesamaran antara
kebenaran dan kebathilan di muka bumi. Adapn Sayyid Quthb, dalam tafsirnya Fi
Dzilalil Qur’an berkata “Fitnah yang bertebaran hari ini lewat sebuah sistem
modern dan terintegrasi”.
Selanjutnya Sayyid Quthb
menjelaskan maksud ayat di atas bahwa: “Masyarakat Jahiliyyah/Kafir tidak
bergerak secara perorangan, namun ia bergerak sebagai seorang anggota, yang
akan berusaha membela anggotanya yang lain dengan karakternya untuk
mempertahankan eksistensi mereka.
Untuk itu munculnya
berbagai fitnah, tuduhan, pencitraan negatif seperti teroris, ektrimis,
fundamentalis yang kerap menimpa kaum muslimin dimanapun mereka berada, dan
terjadinya perselisihan, saling menghujat,
pertikaian, pertempuran, dan adu domba anatar Umat Islam, juga peristiwa
kedzaliman, penistaan, pembunuhan yang menimpa Muslimin di banyak tempat, itu
semua adalah bagian kecil dari fitnah yang Allah terangkan pada ayat diatas,
belum akan ada tanda-tanda berakhir, meskipun banyak manusia modern menyuarakan
kedamaian dan membela hak-hak asasi manusia.
Melalui ayat ini, Allah
menjeskan bahwa makar dan kedzaliman kafirin terhadap muslimin hanya mampu
dihilangkan jika muslimin bersatu, selama muslimin tidak mau bersatu maka tidak
ada jaminan mereka akan selamat dari berbagai fitnah dan kerusakan.
Bersatu atau Berjama’ah itu mendapat ridho
dan rahmat dari Allah Swt
Dalam banyak ayat seperti
dalam QS. Huud [11]: 118-119 dapat difahami bahwa hidup berjama’ah itu
mendatangkan rahmat dan ridha Allah SWT, rahmat dan ridha Allah itu menyelimuti
kehidupan muslimin yang berjamaah, Allah menjaga, melindungi dan membela
mereka, Allah mendatangkan rasa aman dalam setiap jiwa mereka, Allah tumbuhkan
kepekaan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, penjelasan
bahwa Allah ridho bagi mereka seperti sabda Rasulullah Saw:
Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَ ثًا وَيَسْخَطُ
لَكُمْ ثَلاَ ثًا يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَأَنْ
تُنَاصِحُوا مَنْ ولاَّهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ وَيَسْخَطُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ
وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَال
(رواه احمد فى مسنده
,ومسلم فى صحيحه عن ابى هريرة)
Rasulullah Shallallahu
A’laihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu ridho kepada kamu tiga
perkara dan benci kepada tiga perkara. Adapun (3 perkara) yang menjadikan Allah
ridho kepada kamu adalah hendaknya kamu memperibadatinya dan tidak
mempersekutukannya dengan sesuatu apapun, dan hendaklah kamu berpegang teguh dengan
tali Allah seraya berjama’ah dan janganlah kamu berfirqoh-firqoh, dan hendaklah
kamu senantiasa menasehati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan
kepemimpinan kepadanya dalam urusanmu.
Dan Allah membenci
kepadamu 3 perkara, dikatakan mengatakan (mengatakan sesuatu yang belum jelas
kebenarannya), menghambur-hamburkan harta benda, banyak bertanya (yang
berfaidah).”(HR. Ahmad, Musnad Imam Ahmad dalam Musnad Abu Hurairah, Muslim,
Shahih Muslim; II/6. Lafadz Ahmad)
Juga Sabda Rasulullah Saw
الجماعة رحمة والفرقة عذاب.رواه احمد
Artinya: “Berjamah/
bersatu itu Rahmat, dan berfirqah-firqah atau bercerai berai itu adalah adzab.”
(HR.Ahmad).
Bersatu atau berjama’ah solusi dari
problematika hidup Muslimin
عن حذيفة بن اليمان يقول كان الناس يسالون رسول الله صلى
الله عليه وسلم عن الخير وكنت اساله عن الشر مخافة ان يدركني فقلت يا رسول الله
انا كنا فى جاهلية وشر فجاءنا الله بهذا الخير فهل بعد هذا الخير من شر قال نعم
قلت وهل بعد ذلك الشر من خير قال نعم وفيه دخن قلت وما دخانه قال قوم يهدون بغير
هديي تعرف منهم وتنكر قلت فهل بعد ذلك الخير من شر قال نعم دعاة الى ابواب جهنم من
اجابهم اليها قذفوه فيها قلت يا رسول الله صفهم لنا فقال هم من جلدتنا ويتكلمون
بالسنتنا قلت فما تامروني ان ادركني ذلك قال تلزم جماعة المسلمين وامامهم قلت فان
لم يكن لهم جماعة ولا امام قال فاعتزل تلك الفراق كلها ولو ان تعض باصل شجرة حتى
يدريكك الموت وانت على ذلك.زواه البخاري ومسلم
Artinya: Dari Hudzaifah
bin Al Yaman Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,orang-orang bertanya kepada
Raslullah Shallahu ‘Alaihi wa salllam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya
kepada beliau dari hal keburukan karena aku khawatir keburukan itu akan menimpa
diriku.
Aku bertanya “ya
Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada dalam kejahiliyahan dan keburukan,
lalu Allah mendatangkan kebaikan ini(Islam) kepada kami, apakah sesudah
kebaikan ini akan ada lagi keburukan?.
Rasul menjawab; Iya.
Aku bertanya;” dan apakah
sesudah keburukan itu ada lagi kebaikan”.
Rasul menjawa; “ya, dan
didalamnya ada kekeruhan”.
Aku bertanya;”apakah
kekeruhan itu?.
Rasul menjawab; ”yaitu
orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, dalam riwayat
Muslim, “kaum yang berprilaku bukan dari sunnahku dan orang-orang yang
mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan
engkau ingkari”.
Aku bertanya, “apakah
sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?.
Rasul menjawab, “ya,
yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu neraka Jahannam,
barang siapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkanya ke dalam
Jahanam itu.
Aku bertanya,”ya
Rasulullah, tunjukkanlah sifat mereka itu kepada kami:.
Rasul menjawa,”mereka itu
dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah(bahasa) kita”.
Aku bertanya, ‘Apakah
yang engkau perintahkan kepadaku jika akau menjumpai keadaan seperti itu?.
Rasul menjawab,”tetaplah
engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imam mereka”.
Aku bertanya.”jika tidak
ada bagi mereka jama’ah dan Imam?.
Rasul bersabda,”hendaklah
engkau keluar menjauhi firqah-firqah itu semuanya, walau engkau harus menggigit
akar kayu hingga kematian mendatangimu, engkau tetap demikian.” (HR.Bukhori dan
Muslim).
Hadits ini merupakan
petunjuk yang lebih menjelaskan tentang arti hidup berjamaah, penjelasan
tentang jawaban dari banyaknya
pertanyaan Kaum muslimin hususnya mereka yang merindukan Muslimin bersatu, dan
menjadi solusi dari berbagai macam persoalan hidup yang sedang mereka hadapi, baik persoalan internal
Muslimin yang belum mampu keluar dari perpecahan dan pertikaian, sebagianya
lagi terdzalimi oleh kaum Kafir dan Zionis Israel, maupun persoalan mereka yang
tertinggal dari kemajuan ilmu dan peradaban.
الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد
II. WUJUD HIDUP
BERJAMA’AH
Rasulullah Saw
pernah memberikan jawaban saat beliau
ditanya tentang siapa itu Al Jama’ah, beliau menjawab
ما انا عليه واصحابه
Artinya: “Apa yang saya
(Muhammad) dan para sahabat ada diatasnya.” ( HR.Ahmad).
Dari penjelasan di atas
tentang perintah dan pentingnya kesatuan dan persatuan Muslimin maka dalam
rangka upaya mengembalikan kejayaan Islam dan peradabanya serta tertunaikanya
amanah penyelamatan atas muslim tertindas di manapun berada, serta membebaskan
wakaf dan warisan para Nabi yaitu Masjidil Aqsa dari cengkraman Kaum Zionis
Yahudi, sekaligus berjuang mengembalikan sistem kepemimpinan yang pernah di
contohkan oleh Rasululah Saw sebagaimana Sabdanya:
تكون النبوة فيكم ما شاء الله ………
Maka menjadi kewajiban
kita semua Kaum Muslimin untuk hidup berjama’ah, hidup terpimpin berdasarkan Al
Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, berjama’ah adalah kewajiban kita Muslimin,
berjama’ah adalah bersatu untuk beribadah kepada Allah SWT, berjamaah adalah
cara mengamalkan Islam secara kaffah, berjama’ah bukan sekedar menjalankan
ibadah mahdhah bersama, tetapi berjama’ah adalah wujud pengamalan Islam yang
rahmatan lil ‘alamin, berjama’ah adalan jalan hidup dan sistem hidup berdasar
petunjuk Allah, mari kita berjama’ah agar Allah meridhoi kita, mari kita
dakwahkan kewajiban berjamaah ini kepada seluruh umat Islam.
Akhirnya marilah kita
bermunajat kepada Allah, semoga doa kita diijabah.
الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده,يا ربنا لك
الحمد كما ينبغى لجلالك وجهك وعظيم سلطانك.
اللهم منزل الكتاب ومجري السحاب وهازم الاحزاب امزمهم
وانصرنا عليهم.
اللهم منزل الكتاب,وسريع الحساب اهزمهم الاحزاب اللهم
اهزمهم وزلزلهم.
اللهم انت عضدنا وناصرنا بك نحول وبك نصاول وبك نقاتل.
اللهم انت ربنا وربهم وقلوبهم وقلوبنا بيدك وانما يغلبهم
انت يا مالك يوم الدين,اياك نعبد واياك نستعين.
لااله الا الله العظيم الحليم,لااله الا الله رب العرش
العظيم,لا اله الا الله رب السموات ورب العرش الكريم,
لااله الا انت عز جارك وجل ثنائك,حسبنا الله ونعم
الوكيل,نعم المولى ونعم النصيرلا حول ولا قوة الا بالله
اعتصمنا بالله واستعنا بالله وتوكلنا على الله,حصنتنا
كلنا اجمعين,بالحي القيوم الذي لايموت ابدا,ودفعت عنا سوء بلا حول ولا قوة الا
بالله العلي العظيم.
يا قديم الاحسان,يا من احسانه فوق كل احسان,يا مالك
الدنيا ولاخرة يا حي يا قيوم يا ذالجلال ولاكرام.
يا من لا يعجزه شيئ ولا يتعاظمه,انصرنا على اعدائنا
هؤلاء وغيرهم واظهرنا عليهم فى عافية وسلامة تامة عاجلا.
اللهم احي جماعة المسلمين وامامهم فى جماعة المسلمين
(حزب الله)حياة كاملة طيبة,وارزقهم قوة غالبة على كل باطل وظالم وفاحش وسوء ومنكر.
اللهم انصر مجاهدين فى فلسنين,اللهم انج الؤمنين
والمؤمنات فى بلاد فلستين خاصة وفى بلدان المسلمنين عامة,اللهم اهزمهم وزلزلهم
وشطط شملهم وفرق جمعهم ومزق حزبهم.
ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم,وتب علينا انك انت
التواب الرحيم,وسبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب
العالمين.
(T/RS2/B05)
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)
GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : @griya_hilfaaz
💈Shopee : @griya_hilfaaz
💈Facebook: @griya_hilfaaz
💈Tokopedia: @griya_hilfaaz
💈Bukalapak: @griya_hilfaaz
![]() |


EmoticonEmoticon