Showing posts with label Tazkiyah. Show all posts
Showing posts with label Tazkiyah. Show all posts

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan


PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Buya, apa yang harus dipersiapkan bagi setiap muslim menghadapi bulan Ramadhan? Sebab saya sadar bahwa banyak yang harus dilakukan dibulan suci ini.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Bulan agung segera tiba, bulan mulia segera datang, di bulan itulah Allah SWT memuliakan banyak sekali dari hamba-hamba-Nya. Yang akan mendapatkan kemuliaan di bulan suci Ramadhan adalah hamba-hamba yang tahu keagungan Ramadhan. Yang mendapatkan keagungan di bulan suci Ramadhan adalah hamba-hamba yang benar-benar menyambut berita gembira kabar datangnya bulan suci Ramadhan, bulan penuh pengampunan, bulan penuh rahmat dari Allah SWT, bulan yang Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Sungguh itu adalah bulan keberuntungan.

Sangat rugi orang yang bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan akan tetapi dia bukan termasuk orang yang diampuni, bukan termasuk orang yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT, bukan termasuk orang yang mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Seperti yang pernah disabdakan oleh Nabi. Suatu ketika Rasulullah SAW berada di mimbar, lalu mengatakan kalimat, “Amin.” Lalu para sahabat Nabi bertanya, “Siapa yang didoakan dan siapa yang berdoa?” Rasulullah SAW menjawab: “Malaikat Jibril As berkata: Orang yang memasuki bulan ramadhan akan tetapi belum diampuni dosanya oleh Allah SWT, sungguh ia adalah hamba yang terkutuk.” Kemudian Aku (Nabi SAW) katakan “Amin.” Artinya, ada orang memasuki bulan suci Ramadhan akan tetapi tidak ada semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan. Maka orang-orang seperti ini termasuk orang-orang yang terkutuk dan tidak beruntung. Karena di bulan Ramadhan Allah SWT memberikan diskon besar-besaran kepada hamba-Nya. Semua amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT dengan lipat ganda yang tidak pernah ada kecuali di bulan suci Ramadhan.

Ini adalah termasuk kemuliaan dan keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW, seperti yang pernah diadukan oleh sahabat Nabi, bahwa umat Nabi Muhammad ini umurnya pendak-pendek, sementara umat-umat terdahulu umurnya panjang. Jika mereka itu shaleh tentu pangkat mereka akan tinggi karena bisa melakukan ibadah yang amat panjang. Akan tetapi dijawab oleh Rasulullah SAW dengan jawaban yang indah, “Memang umatku adalah usianya pendek, akan tetapi Allah telah memberikannya Ramadhan dan juga Allah telah memberikannya lailatul qadar yang Allah SWT akan melipat gandakan pahala amal ibadah umat islam pada bulan Ramadhan dan lailatullqadar.” Maka dari itu, jangan sampai ada dari kita yang tertinggal dari rombongan orang yang beruntung di bulan suci Ramadhan. Jangan sampai ada diantara kita ini orang yang lalai dengan Ramadhan.

Dalam menyambut bulan Ramadhan kita harus mempersiapkan dengan dua persiapan, persiapan lahir dan batin:

Pertama: Persiapan lahir. Persiapan lahir adalah dengan melihat di sekitar kita dan mencari sebab-sebab yang menjadikan kita dekat dan khusyuk kepada Allah SWT. Fasilitas dhahir mulai dari mushaf, baju, mushalla, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang ada di rumah kita, jika ada yang kurang mari kita penuhi.
:
 PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (bagian 2)

Persiapkan jadwal-jadwal untuk amal ibadah yang harus kita laksanakan di bulan suci Ramadhan. Jangan sampai waktu bulan suci Ramadhan ini berlalu begitu saja. Jika kita tidak berfikir apa yang akan kita lakukan, amat sulit bagi kita untuk melakukannya jika tiba waktunya. Akan tetapi tanda bahwa kita rindu dan mengagungkan bulan suci Ramadhan dan tanda bahwasanya kita ingin diagungkan oleh Allah SWT, maka saat ini harus kita rencanakan amal-amal ibadah yang akan kita lakukan. Termasuk urusan dunia yang harus kita lakukan pun harus dimasukan di dalam jadwal kita untuk melaksanakan amal akhirat. Kalau kita telah rinci dan rapi dalam menyusun sebuah rencana, maka sesungguhnya kita tinggal melaksanakannya. Rencana yang kita susun itu tidak lain adalah tanda bahwasanya kita rindu kepada Ramadhan, yang artinya juga rindu kepada Allah SWT.

Yang bekerja jangan sampai lupa, bahwa mencari nafkah adalah sangat mulia, kalau memang didasarkan atau niat yang benar karena Allah SWT. Kalau orang yang bekerja mungkin sulit untuk melakukan shalat atau membaca Al Qur’an, akan tetapi jangan sampai mulut ini diam dari dzikir kepada Allah SWT. Yang berada dipasar-pasar pun demikian, berhenti menghindari omongan yang kotor lalu merubah lidah kita dengan menyebut nama Allah SWT. Ini adalah tanda bahwa kita adalah orang yang mengerti keagungan bulan suci Ramadhan dan masih banyak yang lainnya. Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan harus kita atur dan kita rapikan. Jangan sampai kita ini melakukan suatu pekerjaan yang tidak penting di saat-saat kita harus membaca al Qur’an dan melakukan ibadah tarawih dan sebagainya. Ini adalah termasuk tanda bahwasanya kita mengagungkan bulan suci Ramadhan.

Kedua adalah persiapan batin. Persiapan batin di sini artinya, kita harus benar-benar mempersiapkan hati kita, agar kita bisa beruntung di bulan suci Ramadhan.
Mempersiapkan hati dengan ketulusan mengabdi kepada Allah, menghilangkan ketakaburan dan menghilangkan rasa dengki. Karena takabur atau sombong, dengki dan iri itu hanya akan menjadikan kita melakukan ibadah puasa terasa berat dan tidak diterima oleh Allah SWT. Berat karena capek hati, sebab hati kita kotor, mendengki orang lain, melihat orang lain mendapat nikmat sakit hingga akhirnya menggunjing orang yang kita dengki. Takabur dengan merasa kita ini lebih dari yang lainnya, sehingga muncul di hati kita rasa mudah tersinggung, mudah marah, mudah emosi atau bahkan meremehkan orang lain. Hal yang semacam ini adalah sangat menyakitkan hati, karena penyakit-penyakit semacam ini biarpun kita tidak bersentuhan fisik dengan orang-orang yang kita benci atau orang yang kita dengki. Khususnya jika hal ini terjadi kepada orang-orang yang sangat dekat kepada kita, baik itu orang tua, suami, istri, saudara, anak dan lain sebagainya. Kedengkian, ketakaburan dan kebencian yang muncul di antara kita, di antara orang-orang yang dekat adalah sangat pedih dirasakan. Akan tetapi jika kita ingin menjadi orang yang beruntung di bulan suci Ramadhan, haruslah kita ini menyingkirkan yang demikian itu. Jangan sampai kita berlalut-larut di dalam kehinaan, berlarut-larut di dalam kekotoran hati seperti ini.

Maka mulai saat ini, mari kita membersihkan hati kita, kita pangkas kesombongan dan kita pangkas kedengkian dan dendam dengan cara seperti yang diajarkan oleh
Rasulullah SAW, yaitu:

Yang pertama adalah kita selalu koreksi ke dalam diri kita. Jangan merasa bahwasanya kita tidak punya penyakit
hati. Kita harus selalu terus mencermati hati kita dan mencermati hawa nafsu kita. Jangan sampai kita lalai mengontrol hawa nafsu kita. Yang lalai mengontrolnya maka akan terjerumus. Tetapi kalau kita selalu mengontrol, diri kita pun akan selamat. Lebih dari itu, ini adalah makna perintah Allah SWT yang dijelaskan oleh para ulama bahwa segala ilmu yang kita peroleh adalah untuk menjaga diri kita sendiri sebelum orang lain. Kalau sudah diri kita baik, kita menata diri kita, baru saat itu kita melihat orang-orang yang berada di sekitar kita.
PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (bagian 3 - selesai)

Kemudian yang kedua adalah mari kita saling berdoa diantara kita, jangan sampai kita pelit berdoa. Termasuk marilah kita berdoa dengan segala kebaikan terhadap orang-orang yang bermasalah dengan kita. Orang yang kita dengki, orang yang kita benci, orang yang kita dendami, orang yang bermusuhan dengan kita, orang yang berbohong kepada kita, orang yang berbuat curang (dzalim) kepada kita, kita doakan semuanya dengan doa-doa yang baik-baik. Itu adalah pembersih hati kita dan lebih dari itu Allah SWT akan mengagungkan orang yang senantiasa berjuang untuk memerangi hawa nafsunya yang penuh dengan kekotoran itu. Disaat kita sudah berusaha membersihkan hati kita yang demikian ini, maka Ramadhan akan lebih bermakna. Kita akan merasakan keindahan dalam bulan Ramadhan. Diantara suami istri tetap mesra dan indah, sangat mudah untuk melakukan ibadah. Kakak beradik yang mesra sangat mudah untuk melakukan tegur menegur di dalam meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia. Begitu juga kita dengan tetangga. Kalau sudah hati kita tertata, tidak ada kesombongan tidak ada saling meremehkan, yang ada adalah kerinduan untuk menyampaikan kebaikan, maka sungguh di saat itu sangat mudah bagi kita untuk mewujudkan dan menghadirkan ibadah-ibadah di bulan suci Ramadhan.

Dengan begitu maka kita akan menjadi orang-orang yang beruntung di bulan suci Ramadhan. Keluar di bulan suci Ramadhan menjadi orang yang bertaqwa, yang hakikat taqwa itu adalah kita semakin baik kepada Allah dan semakin baik kepada sesama manusia. Yang baik kepada Allah SWT tidak baik kepada manusia, bukanlah orang yang bertaqwa dan yang baik kepada manusia saja, tapi ternyata tidak khusyuk kepada Allah SWT dan tidak rindu kepada Allah SWT bukanlah orang yang bertaqwa. Taqwa adalah gabungan dua makna keharmonisan dan keindahan kepada Allah SWT, sekaligus keharmonisan dan keindahan kepada sesama manusia yang dalam hal ini adalah buah manfaat puasa yang kita lakukan seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al Qur’an. 
ORANG–ORANG YANG BOLEH UNTUK TIDAK BERPUASA

1. Anak kecil
Maksudnya adalah anak yang belum baligh. Baligh ada 3 tanda yaitu :
a. Keluar mani (bagi anak laki-laki dan perempuan) pada usia 9 tahun hijriah.
b. Keluar darah haid usia 9 tahun hijriah (bagi anak perempuan)
c. Jika tidak keluar mani dan tidak haid, maka ditunggu hingga umur 15 tahun. Dan jika sudah genap 15 tahun, maka ia telah baligh dengan usia, yaitu usia 15 tahun.

2. Gila
Orang gila tidak wajib
berpuasa bahkan seandainya berpuasa, maka puasanya pun tidak sah. Namun dalam hal ini ulama membagi ada 2 ( dua ) macam orang gila yaitu :
a. Orang gila yang disengaja : Orang gila yang disengaja, jika berpuasa maka puasanya tidak sah dan wajib mengqodho’. Sebab sebenarnya ia wajib berpuasa kemudian ia telah dengan sengaja membuat dirinya gila, maka karena kesengajaan inilah ia wajib mengqodho’ puasanya setelah sehat akalnya.
b. Orang gila yang tidak disengaja : Orang gila yang tidak disengaja tidak wajib berpuasa, bahkan seandainya berpuasa maka puasanya tidak sah dan jika sudah sembuh dia tidak berkewajiban mengqodho’ karena gilanya bukan disengaja.

3. Sakit
Orang sakit boleh
meninggalkan puasa. Akan tetapi di sini ada ketentuan bagi orang sakit tersebut yaitu :

Sakit parah yang memberatkan
untuk berpuasa yang berakibat semakin parahnya penyakit atau lambat kesembuhannya. Dan yang bisa menentukan ini adalah :
a. Dokter muslim yang terpercaya.
b. Berdasarakan pengalamannya sendiri.
Catatan :
Dalam hal ini tidak terbatas kepada orang sakit saja, akan tetapi siapapun yang sedang berpuasa lalu menemukan dirinya lemah dan tidak mampu untuk berpuasa dengan kondisi yang membahayakan terhadap dirinya, maka saat itu pun dia boleh membatalkan puasanya. Akan tetapi ia hanya boleh makan dan minum seperlunya, kemudian wajib menahan diri dari makan dan minum seperti layaknya orang berpuasa. Akan tetapi ini khusus untuk orang seperti ini (bukan orang sakit).

4. Orang tua
Orang tua (lanjut usia) yang berat untuk melakukan puasa diperkenankan untuk meninggalkan puasa.

5. Bepergian (musafir)
Semua orang yang bepergian boleh meninggalkan puasa dengan ketentuan sebagai berikut ini :
a. Tempat yang dituju dari tempat tinggalnya tidak kurang dari 84 km.
b. Di pagi (saat subuh) hari yang ia ingin tidak berpuasa, ia harus sudah berada di perjalanan dan keluar dari wilayah tempat tinggalnya (minimal batas kecamatan)
Misal :
Seseorang tinggal di Cirebon, ingin pergi ke Semarang. Jarak antara Cirebon - Semarang adalah 200 km (tidak kurang dari 84 km). Ia meninggalkan Cirebon jam 2 malam (Sabtu dini hari). Subuh hari itu adalah jam 4 pagi, Pada jam 4 pagi (saat subuh) ia sudah keluar dari Cirebon dan masuk Brebes. Maka di pagi hari Sabtunya ia sudah boleh meninggalkan puasa.
Berbeda jika berangkatnya ke Semarang setelah masuk waktu subuh, Sabtu pagi setelah masuk waktu subuh masih di Cirebon, Maka di pagi hari itu ia tidak boleh meninggalkan puasa karena sudah masuk subuh ia masih ada di rumah. Tetapi ia boleh meninggalkan puasa di hari Ahadnya, karena di subuh hari Ahad ia berada di luar wilayahnya.
Catatan :
Seseorang dalam bepergian akan dihukumi mukim (bukan musafir lagi) jika ia niat tinggal di suatu tempat lebih dari 4 hari. Misal orang yang pergi ke Semarang tersebut dalam contoh saat di Tegal ia sudah boleh berbuka dan setelah sampai di Semarang juga tetap boleh berbuka, asalkan ia tidak bermaksud tinggal di Semarang lebih dari 4 hari. ia sudah disebut mukim.

6. Hamil
Orang hamil yang khawatir akan kondisi :
a. Dirinya, atau
b. Janin (bayinya)

7. Menyusui
Orang menyusui yang
khawatir akan kondisi :
a. Dirinya atau
b. Kondisi bayi yang masih di bawah umur 2 tahun hijriyah. Bayi di sini tidak harus bayinya sendiri, akan tetapi bisa juga bayi orang lain.

8. Haid
Wanita yang sedang haid tidak wajib berpuasa, bahkan jika berpuasa puasanya pun tidak sah bahkan haram hukumnya.

9. Nifas
Wanita yang sedang nifas tidak wajib berpuasa, bahkan jika berpuasa puasanya pun tidak sah bahkan haram hukumnya.

Sumber: Majelis Al - Bahjah


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Benarkah Puasa Rajab Itu Bid'ah |


Benarkah Puasa Rajab Itu Bid'ah | Buya Yahya Menjawab


Assalamualaikum wr. wb.
Buya saya pernah mendengar sebagian orang, mereka berkata kalo puasa di bulan rajab itu bid'ah? apakah benar seperti itu Buya? mohon penjelasannya.

Wa'alaikumussalam wr. wb.
Bulan Rajab adalah Bulan Harom yang dimuliakan Allah SWT. Puasa adalah sebaik - baik ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kapan saja, kecuali 5 hari yang dilarang. Hari yang dilarang adalah 2 hari Raya dan 3 hari Tasyriq. Selain dari itu secara umum disunnahkan kita memperbanyak puasa.

Adapun bulan Rajab adalah bulan mulia yang juga boleh kita berpuasa di dalamnya, bahkan sangat di anjurkan seperti disebutkan dalam hadits shohih riwayat Abu Daud juz 2 hal. 322 petunjuk Rasulullah untuk Abi Mujibah Al-Bahili seorang yang sangat rajin berpuasa agar berpuasa di bulan Harom dengan sabdanya “Berpuasalah di bulan harom”. ringkasnya puasa di bulan Rajab adalah sangat dianjurkan dan ini adalah yang di kukuhkan oleh para ulama 4 Madzhab. Adapun hadits-hadits tentang keutamaan puasa bulan Rajab yang sering di bawa oleh sebagian orang banyak hadits hadits palsu yang tidak boleh di hadirkan.

Kesimpulannya puasa bulan Rajab bukanlah bid’ah, akan tetapi sunnah, justru yang membidahkan itulah ahli bid’ah.
Untuk kesempurnaan jawaban ini, ada risalah kami yang berjudul "Kontroversi Hukum Puasa Rojab: Sunnah atau Bid'ah?"

Wallohu a’lam Bishshowab.


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Amalan dan Dzikir di Bulan Rajab


Amalan dan Dzikir di Bulan Rajab

Berikut adalah amalan dan dzikirnya:
(dari Guru Besar Buya Yahya)

1. Doa ketika masuk bulan Rajab:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ

2. Lafadz niat puasa sunnah Rajab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
"Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunnah karena Allah Ta'ala."

3. Doa dibaca pagi dan sore di bulan Rajab (70x):
ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

4. Doa dibaca antara Dhuhur dan Ashar bulan Rajab (70x):
اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

5. Dibaca pada 10 hari yang pertama bulan Rajab (100x):
سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

Dibaca pada 10 hari yang kedua bulan Rajab (100x):
سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

Dibaca pada 10 hari yang ketiga bulan Rajab (100x):
سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

6. Membaca “Sayyidul Istighfar” (3x pagi dan sore):
اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Nasehat Buat Anak


Nasehat Buat Anak | Buya Yahya

 

Pengasuh LPD Al-Bahjah

Seringkali Rasulullah SAW mengingatkan agar kita berbakti kepada orang tua kita. Memuliakan dan mengabdi kepada mereka. Sehingga jika ada anak yang durhaka kepada orang tuanya, maka ia adalah orang yang bakal sengsara didunia dan di akhirat. Dan termasuk dosa yang akan didahulukan hukumannya di dunia sebelum di akhirat adalah dosa durhaka kepada orang tua.

Untuk memupuk benih bakti seorang anak kepada orang tuanya adalah dengan sering - sering kita menghadirkan besarnya makna perjuangan orang tua terhadap anak - anaknya di saat sang anak masih kecil.

Sungguh suatu pengabdian yang tiada tandingnya. Orang tua rela sakit demi anak, tidak nyenyak tidur demi anak dan begitu seterusnya. Perjuangan demi perjuangan beliau jalani, pengabdian demi pengabdian beliau lalui semuanya adalah demi anak.

Akan tetapi kadang seorang anak terbawa dalam kelalaian akan semua yang telah diperjuangkan oleh orang tua. Sehingga ada seorang anak membentak orang tuanya atau bahkan dengan mudah memukul orang tuanya atau menyakiti hati orang tuanya dengan lidah dan tingkah lakunya. Yang ingin melihat manusia celaka di dunia dan di akhirat cukuplah melihat seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Durhaka kepada orang tua kadang teramat halus sehingga tidak dirasakan oleh seorang anak akan tetapi ternyata seorang anak sudah berada pada hakikat kedurhakaan.

Seorang anak yang menghindar dari beban biaya rumah sakit untuk orang tuanya yang di tanggung oleh saudara - saudaranya. Disaat pembayaran biaya rumah sakit pura - pura tidak tahu atau menjauh untuk sementara dari keluarganya dengan berbagai alasan. Namun sebenarnya hanya ingin menghindar dari beban biaya pengobatan orang tuanya. Sungguh Allah Maha Tahu apa yang ada di hati sang anak durhaka ini. Sadarilah bahwa jika kita sakit seorang tua akan mengorbankan semua yang dimilikinya demi kesehatan kita.

Adalagi seorang yang durhaka dengan memanfaatkan kebaikan orang tua. Orang tuanya memang mencintainya dan berjuang untuknya. Mensekolahkannya hingga sang anak bisa berhasil dan mendapatkan pekerjaan yang nyaman, bersih, dengan gaji tinggi. Sementara orang tuanya tetap tidak berubah sebagai seorang petani yang kulitnya disamping semakin hitam terbakar matahari juga semakin berkeriput dimakan usia. Akan tetapi keberhasilan sang anak tidak merubah keadaan orang tuanya. Bahkan mungkin seorang anak dengan tanpa hati nurani telah menjadikan sang ibu babu di rumahnya yang mencuci bajunya dan menyiapkan makan sang anak. Sungguh ini adalah anak durhaka yang susah bertaubat sebab ia tidak sadar jika yang demikian itu adalah durhaka.

Adalagi durhaka yang tidak dirasakan oleh seorang anak. Yaitu dikala orang tua yang sudah keriput itu tidak lagi dianggap nyaman keberadaannya di meja makan bersama. Maka seorang tua pun dibuatkan meja kecil di ruang yang agak terpisah agar tidak menggangu. Dan hanya orang durhaka-lah yang menganggap orang tuanya mengganggu.

Cukuplah orang tua kita capek di saat kita masih kecil, giliran kita sudah dewasa dan orang tua kita semakin lemah mari kita muliakan dan kita layani orang tua kita. Mengabdi berangkat dari hati yang tulus karena Allah SWT bukan hanya takut dihujat oleh masyarakatnya. Sebab ada orang mengabdi dan berlemah lembut kepada orang tuanya di depan teman dan tetangganya akan tetapi di saat tidak ada yang melihatnya maka pengabdian dan lemah lembut itupun hilang.

Wallahu a'lam bishshowab


GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz



Toko Busana Keluarga Muslim

SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART
SHOPCARTSHOPCARTSHOPCART

Khutbah : Menentukan Pilihan Secara Cerdas

Menentukan Pilihan Secara Cerdas


Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan rumit. Tak jarang kerumitan tersebut berujung pada pergulatan psikologis. Seolah-olah ada suara-suara yang saling berlawanan dalam hati kita. Hal ini terjadi dikarenakan dalam tiap individu terdapat dua potensi yang memiliki kepentingan yang saling bertolak belakang. Dua kekuatan yang sama-sama berusaha untuk mendominasi dan mempengaruhi. Akibatnya, manusia kerap mejadi ragu dan bimbang di tengah pusaran tarik ulur antara dua kepentingan yang berlawanan. Allah berfirman, "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) fujur (kefasikan) dan ketakwaannya." (QS al Syams: 08)

Khutbah : Empat Amalan Surga Dalam Satu Hari



Ilustrasi. (wallpapermania.eu)
Ilustrasi. (wallpapermania.eu)

Empat Amalan Surga Dalam Satu Hari


Khutbah : Tiga Penyelamat dan Tiga Perusak


 Tiga Penyelamat dan Tiga Perusak

Saudaraku, dalam hidup yang singkat ini sering kali kita terjebak dengan hal-hal yang sepele, namun menguras energi baik dalam diri kita. Akibatnya, agenda-agenda besar yang menjadi tugas kita sebagai khalifatullah di muka bumi terabaikan.
Sebagai khalifah, kita bertugas memakmurkan bumi, menciptakan peradaban dan menebarkan Islam yang rahmatan lil-alamin.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW berkata, “Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, berkata benar (adil) dalam kondisi ridha maupun marah, dan bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Sedangkan yang merusak adalah bakhil yang kelewatan, nafsu yang diikuti, dan menyombongkan diri sendiri.” (HR Baihaqi).

Khutbah : Tadarus Al-Quran

Tadarus Al-Quran


>Tadarus Al-Quran adalah aktivitas interaksi terhadap Al-Quran, baik dengan membacanya, memahaminya, mengkhatamkannya, mendengarnya, mentadaburinya, menghafalnya dan mempelajarinya. Selama ini tadarus dipahami hanya sebatas membaca dan mengkhatamkan Al-Quran. Semua aktivitas yang berkaitan dengan Al-Quran ini bertujuan untuk mengamalkan Al-Quran. Maka sangatlah keliru bila seseorang mengklaim dirinya mengamalkan Al-Quran tanpa membaca, memahami dan mempelajarinya.

Khutbah : Dan Iltizam Kita pun Bisa Melemah

Dan Iltizam Kita pun Bisa Melemah

Khutbah : Percayalah, Semua Akan Diganti

Percayalah, Kehilangan dalam Perjuangan Semua akan Diganti



Kesedihan sudah menjadi fitrah manusia, tatkala musibah mendatangi kita. Hanya sedikit orang yang sabar dan menerima ketentuan Allah. Banyak orang yang kehilangan anak, pasangan, atau sanak saudara, meraung raung tidak rela. Padahal dia tahu bahwa di dunia ini kita tidak memilik apa-apa. Yang yang diambil oleh pemilik surga, pasti diganti dengan yang lebih besar apabila kita bersabar.

Di suatu daerah di Palestina, laknatullah Israel menyerang membabi buta banyak anak yang kehilangan nyawa. Palestina mendapat berkah di tengah-tengah serangan Israel atas Gaza beberapa bulan lalu. Meski banyak warganya yang tewas, namun jumlah kelahiran lebih banyak dibandingkan dari jumlah kematian.

“Pasca penyerangan Israel ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.500 rakyat Palestina, pada saat yang bersamaan telah lahir 5.000 anak,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi.
Seorang mujahid Palestina mengatakan bahwa banyak bayi lahir kembar, bahkan beberapa anaknya kembar. Subhanallah.

“Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridhaku, niscaya Aku menggantinya dengan surga (Al Hadits)

Dulu, ketika Ismail AS akan disembeli oleh ayahdanya yang sabar dan teguh menerima perintah Rabbnya. Allah serta merta menggantinya dengan seekor kambing. 
“Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. 37:107).

Bahkan semua shodaqoh yang kita keluarkan, Allah akan menggantinya dengan besar

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Al­lah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. 2:245)

Percayalah, semua kehilangan, asal kita sabar menerimanya. Allah akan memberi ganti dan balasan yang akan berujung kepada kebaikan.

Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:15-157)
Bagi yang menerima musibah hari ini, sekecil apapun itu musibah anda, tepis gundah gulana, rasa cemas, bergembiralah karena Allah akan memberkati dan memberi anda rahmat. Buah manis didunia dan kesenangan di akhirat. JanjiNya adalah surga.

Semoga Allah mengaruniakan kita kesabaran dalam menerima ketentuanNya



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah : Nasehat buat Aktivis Dakwah

Nasehat buat Aktivis Dakwah


Saudaraku, seringkali kita sangat dengan mudah melihat keburukan orang lain tapi tak sadar bahkan enggan untuk melihat keburukan diri kita sendiri. Kenalilah dirimu sendiri. Barangsiapa yang mengenal dirinya sendiri, niscaya ia akan sibuk untuk memperbaiki diri, daripada sibuk mencari aib, kekurangan atau kesalahan org lain. Ya Rabb, kenalkan aku dengan diriku….

Apa kabar wahai diriku ? sudahkah engkau menyiapkan segala sesuatu, jika Tuhanmu tiba-tiba memanggilmu ? Apa yang sudah engkau siapkan ? Apa yang menghalangimu untuk menambah keimanan ? Apa yg memberatkanmu untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya ? Apakah engkau merasa yakin bahwa engkau akan selamat dihadapan mahkamah-Nya kelak hanya dengan prestasi ala kadarnya ?

Saudaraku, marilah kita bangkit, beramallah semampu diri kita. Ingat, ketulusan dalam beramal itu jauh lebih baik dari pada sebuah amal yang jauh dari ketulusan. Sesungguhnya, memberi tidak akan membuat kita kehilangan. Seperti pupuk, ia malah bisa menyuburkan tanaman. Kadang, keinginan untuk memberi itu sudah ada,, tetapi ia terpatahkan oleh rasa malu karena sedikitnya pemberian. 

Padahal, sesedikit apa pun, ia tetap bernilai lebih banyak daripada tidak memberi sama sekali.
Sepotong kue yang kita ulurkan kepada seseorang, sementara hati masih menginginkan, jauh lebih besar pahalanya daripada seikat makanan segar yg kita berikan kepada orang lain karena tubuh enggan untuk memakan… ayo ikhlash..!

Tapi sadarilah saudaraku, agar amalmu tak lagi menipu keikhlasanmu. Kadang kita merasa telah beramal dengan ikhlas saat memasukkan uang lima ratus atau seribu rupiah untuk ‘menolong’ agama-Nya. Padahal uang itu memang tidak kita butuhkan. Hilang pun tidak kita cari, ada juga tidak berarti. Ia hanya berguna untuk memberi para pengamen…

Untuk itu saudaraku, marilah kita tetap bertahan dalam perjuangan ini. Beramal dengan penuh kesungguhan sehingga kemenangan kan kita dapatkan. Karena banyak org siap memperjuangkan kemenangan, tetapi tidak banyak org yang siap untuk menang. Seringkali kita melihat kemenangan sebagai titik akhir perjuangan. Padahal hakikatnya, kemenangan itu tetap menjadi bagian dari proses yg menuntut perjuangan, sampai Allah menetapkan surga untuk kita, karena itulah kemenangan yang hakiki sesungguhnya kita perjuangkan…

Ayo tetaplah bersemangat saudaraku. Teruskan perjuangan. Bukankah Engkau lihat sekumpulan orang, tetapi engkau seperti tidak melihat apapun. Tetapi engkau akan dapati semangat seribu orang ada pada satu orang… Ayo Tingkatkan kualitas diri…!!

Saudaraku, bila kualitas dirimu telah meninggi. Dan derajat keimananmu di mata tetanggamupun tak usah diragukan lagi, tetap rendah hatilah… karena seringkali seseorang yang berilmu terjatuh karena sebuah hawa nafsu.

Saudaraku, Sungguh memilih berkata “saya tidak tahu” itu jauh lebih baik dari pada memaksakan diri untuk mencari-cari jawaban yang ia tidak menguasai akan ilmunya, semata hanya karena takut harga dirinya jatuh di hadapan org lain…

Dan tetap ingatlah Atas setiap tetes nikmat yg kita rasakan hari ini, Allah akan bertanya kepada kita. Lalu, apakah yg telah kita lakukan agar Allah tidak murka kepada kita, sementara untuk menegakkan shalat malam atau tilawah rutin saja teramat berat kita lakukan ?

Sesungguhnya banyak pelajaran yg Hadir di hadapan kita, tetapi seringkali kita tak menemukan pelajaran apa-apa, karena sedikit sekali yang kita renungkan dalam hidup ini…

Saudaraku, sesungguhnya orang yang paling baik bukanlah orang yang tidak pernah melkukan sebuah kesalahan, karena tidak ada org yg terbebas dari kesalahan dan dosa. Namun orang yang paling baik adalah orang yang mau melakukan penyesalan diri guna memperbaiki kesalahan yg telah ia lakukan..

Dan tetaplah saudaraku, untukmu, jadilah org yg bersemangat kepada segala hal yg memberi manfaat ; selalu meminta pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa menjadi org yg tidak mampu untuk melakukan sesuatu..

Mulailah saudaraku kita menggerakkan hati, menggeser diri, menuju hijrah yang diridhoi. Bukankah Rasul telah bersabda “Diantara kebaikan bagi seorang muslim adalah, meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya” *H.R Muslim)

Saudaraku, ingatlah selalu nasihat indah ini. salah satu kepastian dalam hidup ini adalah, bahwa keburukan dan kebathilan pasti berakhir pada kesengsaraan dan kehancuran. Sementara kebaikan dan kebenaran akan berakhir pada kebahagiaan, kemenangan dan keabadian. Dan Sesungguhnya, perjalanan bersama kebatilan hanya bergulir sesaat, sementara perjalanan bersama kebaikan dan kebenaran berlangsung hingga akhir kehidupan. Semoga kita selalu setia menapaki jalan ini, hingga akhir dari sebuah perjalanan…

Dan marilah kita berdoa dan mengumandangkan bukti cinta kita terhadap -Nya “Ya Allah..aku berlindung kepadaMu dari hal-hal yg membuatku besar di mata manusia tapi kosong dimata Engkau..”

Untuk itu, tersenyumlah saudaraku…karena senyum itu ibadah..

Dan Bersiap-siagalah saudaraku, karena kewaspadaan terhadap setan yang tak pernah jenuh mengintai dan tak akan bosan membisikkan kejahatan akan selalu hadir untuk menghancurkan diri kita.

Saudaraku, Seseorang jika tidak dihimpun dan diikat oleh kebenaran, maka ia akan tercerai-berai oleh kebathilan…

Saudaraku, jagalah hatimu. Sesunggunya dakwah ini akan tegak dengan niat lurus para pejuangnya. Dakwah ini akan menyentuh dengan kebersihan hati para penegaknya, dan dakwah ini akan memberikan kontribusi kebaikan kepada bangsa, diawali ketika Allah memandang indah kepribadian dan hati para pecintanya.

Saudaraku, jagalah kepercayaan dirimu, sesungguhnya Yang pertama kali mesti kita percayai adalah diri kita sendiri…kalo kepada diri sendiri saja sudah tak lagi percaya, bagaimana mungkin akan percaya kepada selain diri sendiri ?

Saudaraku, jagalah ukhrawimu. Sesungguhnya Parameter kemenangan dan kekalahan yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah kemenangan atau kekalahan yang berkaitan dengan moral spiritual. Bahwa kesuksesan paling hakiki adalah kesuksesan akhirat. Seseorang tidak dilihat sejauh mana prestasi dunia yang dicapai, akan tetapi sejauh mana ia membangun mahligai kejayaan ukhrawi.

Dan saudaraku, dendangkanlah di setiap langkahmu. “Semoga kusetia di jalan ini….sampai akhir nanti….”

Saudaraku, pernahkah kau rasakan… lelah pencarian… saat resah menyerang rindumu… rindu akan segenap ampunanNYA… rindu dengan syafaat rasulNYA…

Dan ingatlah sebagai penghias rangkaian kata yang penuh arti ini, Diantara ciri kebahagaiaan dan kemenangan adalah, bila ilmu pengetahuanmu bertambah,maka bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangn. Setiap amal shalih bertambah, maka semakin takut kepada Allah lah yang kan kita dapatkan. Semakin bertambah usia, semakin berkurang ambisi keduniaan. Ketika harta bertambah, maka bertambah pula kedermawanan dan pemberian kepada sesama. Semakin tinggi kemampuan dan kedudukan, akan semakin dekat semua insan.

Dan sebagai penutup untukmu, ingatlah sukses dan gagal adalah dua istilah yg berlawanan, namun penyebabnya bisa sama, kesusahan dan kesenangan, harta, nafsu dunia, dan sebagainya. Oleh sebab itu, artikulasi kesuksesan dan kegagalan sangat berkaitan erat dengan tingkat kecerdasan mengelola diri, menentukan orientasi, dan kemampuan memanfaatkan momentum.

So, bersabarlah dan bersiap siagalah.
Wallahu a’lam bishawab.



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah : Optimis dalam Kehidupan


Optimis dalam Kehidupan 


 Banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang menyeru selalu optimis, menjauhi putus asa, berusaha sebaik-baiknya untuk berbaik sangka kepada Allah dan bekerja.Sudah lumrah sebagai manusia, nikmat dan cobaan datang silih berganti. Pujian dan cacian datang dan pergi.

Dalam hadits Riyadusholihin di bab Mujahadah (bersungguh-sungguh) disebutkan bahwa Allah lebih mencintai orang mukmin yang kuat dari pada mukmin yang lemah, selain itu diakhir hadits tidak boleh kita apabila melakukan sesuatu mengatakan seandainya begini maka hasilnya begini karena itu perbuatan setan. Itu berarti kita tidak percaya takdir yang diberikan oleh kita. Kita tidak percaya bahwa rencana Allah pasti lebih baik bagi hambaNya yang beriman.
Jadilah orang muslim yang mukmin.
Jadilah orang islam yang bertaqwa.
Karena sungguh ajaib orang mukmin itu, semua kejadian yang menimpanya adalah baik baginya. Apabila dia ditimpa musibah dia bersabar dan itu baik baginya, dan apabila diberi nikmat maka dia bersyukur dan itu baik baginya.
Baginya musibah adalah ladang berinstropeksi baginya, ladang penghapus dosanya, ladang untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya, ladang untuk selalu berprasangka baik kepada Rabbnya.
Dan segala nikmat adalah karunia yang Allah berikan padanya, bisa saja nikmat yang diterima adalah ujian baginya, pemberian yang harus dibagi kepada sesama.
Tidak ada yang perlu disesali bagi orang mukmin. Semua bentuk penderitaan dan kesulitan-bagaimana pun besar dan lamanya-tidak akan melekat mati pada orang yang ditimpanya, tidak akan kekal bersama orang-orang yang terkena musibah itu. Semakin besar musibah, semakin dekat saatnya musibah itu hilang, semakin dekat saat saat terang, masa indah menyenangkan. Karena pertolongan Allah akan selalu datang disaat ujian itu sedang berat-beratnya. Karena setelah malam akan tiba fajar menjelang.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (QS. 94:5)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al Baqoroh ayat terakhir)
Semoga kita menjadi hamba yang optimis dalam menghadapi kehidupan yang hanya sebentar ini.
https://mujitrisno.wordpress.com/2009/05/13/optimis-dalam-kehidupan/


IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah : Al Akhfiya', Menyembunyikan Amal