KHUTBAH
IKADI NGUTER SUKOHARJO
KEUTAMAAN BULAN RAJAB
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ
السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك
لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه
، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا
مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،
أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان،
أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Alhamdulillah, pada bulan ini kita masih berada
di bulan mulia, yaitu bulan Rajab dalam keadaan nikmat iman dan islam serta
kondisi aman. Itulah nikmat yang besar Sebagaimana
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ
يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa salam bersabda: "Barangsiapa di antara kalian di pagi hari aman
ditengah-tengah keluarganya, sehat jasmaninya, memiliki kebutuhan pokok untuk
sehari-harinya, maka seakan akan dunia telah dikumpulkan untuknya." (HR.
Tirmidzi: 2268)
Selain itu perlu kita syukuri karena Rajab artinya keagungan
atau mulia termasuk Bulan Haram. Kata Rajab berasal dari kata “tarjib” yang bermakna agung dan mulia.
Allah SWT memberikan keistimewaan terhadap Rajab di antara bulan-bulan lain
yang juga menyandang predikat mulia, yaitu Muharram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah,
dan Rajab.
إِنَّ عِدَّةَ
الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
”Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu.”
(QS. At Taubah: 36)
Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh,
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ
اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ
ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى
بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
”Setahun berputar
sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu
ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya
berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah
dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal
(akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1)
Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4)
Rajab.
Bulan Rajab adalah bulan yang penuh rahmat,
anugerah, dan kebaikan dari Allah SWT. Menurut Syekh Abdul Qodir Al Jailani
dalam kitab al-Ghuniyah, Rajab terdiri dari tiga huruf, yaitu Ra’, Jim, dan
Ba’. Ra’ adalah Rahmatullâh (rahmat Allah), Jim adalah Jûdullâh (kemudahan
Allah), dan Ba’ adalah Birrullâh (kebaikan Allah).
Maksudnya, mulai awal hingga akhir bulan Rajab,
Allah SWT melimpahkan tiga anugerah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu
- limpahan rahmat,
- kemudahan, dan
- kebaikan dari Allah SWT.
Ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan dari
bulan Rajab. Kemuliaan bulan Rajab semakin bertambah dengan peristiwa
monumental isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW dari dari Masjidil haram Makkah
menuju masjidil Aqsho Palestina. Kemudian dilanjutkan dari masjidil Aqsha
menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah SWT sang pencipta Alam semesta.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Isra’ ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ
اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Maha-Suci Allah, yang
telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid
Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Selain itu keutamaan bulan Rajab adalah amalan
Ibadah digandakan Pahalanya, Maksiat digandakan dosanya
Ibnu
‘Abbas Radhiyallahu 'Anhu berkata tentang dosa yang diperbuat di
bulan-bulan Haram ini,
وَجَعَلَ
الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَالأَجْرُ أَعْظَمُ
“Dan Allah menjadikan dosa di epat bulan
haram itu lebih besar, dan (begitu juga) amal shalih lebih besar pahalanya.”
(Dinukil dari tafsir Ibnu Katsir terhadap QS. Al-Taubah: 36)
Begitu juga Al-Imam
Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan tentang empat bulan yang
dimuliakan tersebut dengan kalimat berikut:
وَمَعْنَى الْحُرُمِ: أَنَّ الْمَعْصِيَةَ فِيهَا أَشَدُّ
عِقَابًا، وَالطَّاعَةَ فِيهَا أَكْثَرُ ثَوَابًا
Artinya: “Yang dimaksudkan dengan
bulan-bulan yang dimuliakan di sini, sesungguhnya maksiat dalam bulan ini
siksanya lebih berat. Jika menjalankan ketaatan, pahalanya dilipatgandakan.” (Tafsir Ar-Râzi)
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan
ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan
haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan
haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” Bahkan Ibnu ’Umar, Al Hasan Al Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya
bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya. Lihat Latho-if Al Ma’arif, 214.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Sebenarnya tidak ada hadit khusus yang shahih tentang
amalan dibulan Rajab tetapi ulama menganjurkan untuk melakukan amalan-malan
berikut
1. Berdoa
Mua’lla bin Al-Fadhl berkata,
“Dulu, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah
ta’la mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan
sesudah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan
Ramadhan.” (lihat: Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif,
Ibnu Rajab menyebutkan bahwa sebelum memasuki bulan Ramadhan, Yahya bin Katsir
senantiasa memohon kepada Allah ta’ala dengan doa berikut ini:
اللّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ
مِنِي مُقَبَّلاً
“Ya Allah, sampaikanlah kami
kepada bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah
amalan-amalan kami.” (Lihat: Lathaif Al-Ma’arif, Hal: 158)
Sementara
doa lain yang cukup masyhur juga terdapat dalam musnad Imam Ahmad. Diriwayatkan
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila
memasuki bulan Rajab, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta
sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad)
Menurut
jalur periwayatan, hadis di atas derajatnya dhaif (lemah), tidak shohih.
Namun demikian, para ulama, di
antaranya Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kitab Dzadus Shaim,
berpendapat bahwa meskipun hadis di atas dinilai tidak shahih, namun tidak
mengapa bagi seorang mukmin untuk senantiasa berdoa dan memohon agar Allah Ta’ala mempertemukannya dengan bulan Ramadhan dan bisa memaksimalkan ibadah
di dalamnya.
2. Membayar utang puasa dengan segera.
3. Bulan Rajab berlatih menjelang Ramadhan
(Menanam).
Ramadhan membutuhkan
banyak persiapan. Memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab, dan semakin
memperbanyaknya nanti pada bulan Sya’ban, merupakan salah satu bentuk persiapan
tersebut. Bagi yang belum bagus dalam membaca Al-Qur’an, semenjak saat ini
harus bekerja keras untuk memperbaikinya, sehingga nantinya bisa berinteraksi
dengan Al-Qur’an dengan baik di bulan Ramadhan. Bagi yang belum terbiasa
membaca Al-Qur’an, semenjak sekarang harus mulai membiasakannya, karena jika
tidak maka pasti akan terasa berat melakukannya di bulan Ramadhan.
Abu Bakr Al-Balkhi
rahimahullah berkata,
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ
شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya
menuai hasil.”
(Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 92748)
Al-Imam Dzun Nûn
Al-Mishriy mengatakan: رَجَبٌ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ
الْحَصَادِ
Artinya: “Rajab adalah
bulan menanam, Sya’ban adalah bulan
menyiram, sedangkan Ramadhan adalah bulan menuai.” وَكُلٌّ يَحْصُدُ مَا زَرَعَ، فَمَنْ ضَيَّعَ الزِّرَاعَةَ
نَدِمَ يَوْمَ الْحَصَادِ
Setiap orang akan mengunduh atas apa yang ia tanam. Barangsiapa yang tidak
merawat tanamannya, ia akan menyesal saat musim panen.
4. Perbanyak Puasa Sunnah
Salah satu hal yang
disunnahkan selama bulan-bulan haram adalah memperbanyak puasa sunnah.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah saw bersabda:
“Berpuasalah pada
bulan-bulan haram.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad)
melakukan puasa sunnah di
bulan Rajab. Terkait kesunahan puasa di bulan Rajab ini terdapat hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sahih Muslim juz 2 halaman 811:
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ:
سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي
رَجَبٍ فَقَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، يَقُولُ: "
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا
يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ "
Artinya: “Utsman bin Hakim berkata: saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa Rajab, ketika itu kami berada
di bulan Rajab. Sa’id menjawab: saya
mendengar Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut)
hingga kami menduga beliau berpuasa, dan beliau tidak berpuasa (berturut-turut)
hingga kami menduga beliau tidak puasa.” Menurut Imam
An-Nawawi dalam kitab Syarah An-Nawawi ‘ala Muslim juz 8 halaman 38,
hadits di atas tidak menunjukkan larangan khusus atau kesunahan khusus puasa di
bulan Rajab. Karena itu, kesunahan puasa di bulan Rajab melihat terhadap dua
aspek, pertama hukum asal puasa hukumnya adalah sunnah. Kedua, perintah Nabi
yang menganjurkan puasa di bulan-bulan mulia, bulan Rajab adalah salah satunya.
Imam ats-Tsauri sebagaimana dikutip Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma’arif juz 1 halaman 119 menyatakan: “Aku amat menyukai
amalan puasa di bulan-bulan haram (mulia). Hal ini telah dipraktikkan oleh
sebagian ulama salaf yang berpuasa di setiap bulan yang mulia, seperti Ibnu
Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq as-Sabi’i.”
5. Beristighfar dan Amal Sholeh
Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah
was Surur fil Ad’iyah al-Lati Tasyrohus Shudur menyebutkan bahwa selain
memperbanyak bacaan istighfar yang lain, kita juga sangat dianjurkan untuk
membaca sayidul istighfar berikut;
للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ،
خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا
اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ
عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ
الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang patut disembah kecuali
Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu dan di atas
ikatan janji-Mu yang aku jalankan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari
segala perbuatan jelek yang telah kuperbuat. Aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu
kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka ampunilah aku, sesungguhnya
tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
Rajab adalah bulan yang tepat untuk bertobat
dari segala maksiat. Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif juz 1 halaman
122 menganjurkan umat manusia untuk bertobat di bulan Rajab yang mulia ini.
Beliau mengatakan: “Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab, dengan amal
baik yang menyelamatkanmu dari api yang melalap.”
Semoga bulan Rajab menjadi ladang bagi kita untuk
beramal sholih.
بَارَكَ اللهُ
لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَجَعَلَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الْآيَاِت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ البَرُّ التَّوَّابُ
الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْم، بسم الله
الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ (٣) ـ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ
الرّاحِمِيْنَ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ
عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ
رِضْوَانِهِ.
اللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ
وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ
فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Di Bulan Rajab ini, semoga kita menjadi hamba yang
terhindar dari segala kejelekan dan kemaksiatan, selalu beruntung dengan
melakukan banyak ladang amal ibadah, mendapatkan pahala amal ibadah yang
berlipat dan selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT. Aamiin ya rabbal
‘alamiin.
Semoga kita dan keluarga kita senantiasa diberi
pertolongan oleh Allah subhanahu wa taala agar diberi pertolongan menjadi orang
baik, mudah melaksanakan shalat dan amal-amal baik yang lain.
“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam
kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini
kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman.
Rabb-ku dan Rabb-mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.”
وَقَالَ تَعاَلَى
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ
آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى
اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ
اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ
بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ
بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا
أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ،
اللهُمَّ أَعِزِّ
اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ
عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ
خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ
كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ
عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ
وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا
خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ
اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ !
إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ
اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz
![]() |


EmoticonEmoticon