Kewajiban Taat Pada Ulama
Oleh Team : Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ كِتَابِهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَقَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ
مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا
تَذَكَّرُونَ)، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ فِي رُبُوْبِيَتِهِ وَأُلُهِيَتِهِ وَأَسْمَاءِهِ وَصِفَاتِهِ وَسُبْحَانَ
اللهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الصَادِقَ المَأْمُوْنِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
اَلَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُوْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى،
تَمَسَّكُوْا بِدِيْنِكُمْ وَسِيْرُوْا عَلَى مَنْهَاجِ رَبِّكُمْ لِأَجْلِ أَنْ
تَصِلُوْا إِلَيْهِ وَإِلَى جَنَّتِهِ جَنَّاتُ النَّعِيْمِ وَذَلِكَ بِاتِّبَاعِ
كِتَابِهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Dzat yang
mengampuni dosa, yang menerima taubat hamba-Nya, Dzat Yang mengampuni dosa,
yang menerima taubat lagi keras hukuman-Nya, dan Dzat yang mempunyai karunia.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada semulia-mulia Rasul, yaitu
Nabi Muhamad keluarganya dan para shahabatnya.
Dan sesudahnya, kami sampaikan wasiat kepada para
hadirin, hendaklah anda selalu bertaqwa kepada Allah SWT dan janganlah anda
mati, kecuali sebagi orang muslim, dalam arti yang sebenarnya, yaitu selalu
berserah diri pada kepada Allah dengan taat pada semua perintah-Nya dan
meninggalkan larangan-Nya.
Dijaman penuh fitnah saat ini, hiduplah sangat berat.
Baik dalam pemenuhan kebutuhan hidup kita, maupun dalam menghadapi fitnah dalam
agama. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا
كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ
الْقَائِمِ وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ
وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ
يَعْنِي عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ
“Sesungguhnya,
menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap
gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari
ia menjadi kafir, sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman,
namun dipagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik
daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan,
dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka,
patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian
dengan batu, jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini,
hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam (yakni
bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil–pent).” [HR. Abu Dawud (4259), Ibnu Majah (3961)
Al-Fitan, Ahmad (19231), dan Hakim]
Penggambaran
fitnah laksana potongan malam yang amat pekat itu menunjukkan betapa berat dan
berbahayanya fitnah itu. Ini merupakan peringatan penting bagi setiap Muslim,
bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda
dekatnya akhir zaman.Tentang fitnah yang bisa membuat kaum Muslimin terperosok
pada kekufuran setelah keimanannya.
Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Dalam masa penuh fitnah ini, kita akan dibuat dengan
infomasi bersliweran diantara kita, banyak kelompok atau orang yang berbuat
bathil, pembohong, perusak dan penista agama malah didukung dan dibela, dan
sebaliknya kelompok yang membela agama, menegakkan syariat dan hukum malah
dicaci dan dicap kelompok kekerasan.
Di masa ini, penting bagi kita untuk lebih mendekat pada
ulama untuk menimba ilmu dan belajar faidhah dari mereka. Ulama adalah orang-orang yang berjuang di
jalan Agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam
menjaga dan mensyiarkan ilmu agama. Mensyiarkan pengetahuan pada umat agar tetap
berpegang pada kebenaran diatas Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ulama berperan mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu kepada
umat agar mereka berilmu dalam beramal. Sebab keimanan, ucapan, dan perbuatan
apabila dilakukan tanpa disertai dengan ilmu maka semuanya malah bisa menjadi
pedang yang menghunus, baik terhadap orang lain maupun diri sendiri. Pemahaman
dalam urusan agama harus menjadi pendalaman yang mendarah daging. Apalagi
ketika kita dihadapkan pada berbagai kewajiban yang menuntut kita untuk mengetahui
ilmunya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
“Ulama
adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu
‘anhu),
dalam hadits lain
Nabi SAW
bersabda : “Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama, karena mereka itu
adalah pewaris para Nabi, maka barangsiapa memuliakan mereka berarti memuliakan
Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Al Khatib Al Baghdadi dari Jabir ra., Kitab Tanqihul
Qaul)
Seseorang
bertanya kepada Imam Hasan Al Basri "wahai Imam hasan katakan amalan apa
yang bisa membuat aku dekat dengan Allah dan menyelamatkan diriku ditempat
terbaik di yaumil akhir (jannah) dan imam Hasan menjawab "cintailah para
auliya atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah
menatap hati para kekasihnya itu dan disana tertulis namamu, dan itu akan
membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di tempat terbaik Nya" In
syaa Allah, Aamiin
Kita telah
mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam
perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka
sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan
sesuatu melainkan ilmu.
Asy-Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa Ilmu merupakan
warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar,
akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil
warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari
warisan para nabi tersebut dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang
paling besar.
Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Kepada mereka kita mendekat, karena dengan ikut golongan
ulamalah kita akan bisa selamat dunia akhirat. Dengan membela ulamalah kita
akan insyaAllah akan digolongkan kepada pembela agama. Ketika agama, nabi dan
ulama kita dihina, maka menjadi kewajiban kita membelanya. Karena sudah tabiat
orang kafir untuk memadamkan Islam.
يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ
بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُوْرِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
“Mereka
berkeinginan memadamkan cahaya (Agama) Allah dan Allah tetap akan
menyempurnakannya walaupun orang-orang kafir itu benci.” (Ash-Shaff: 8)
Sungguh
hina apabila kita menemukan orang-orang yang membenci ulama. Hal ini
menyedihkan karena merupakan pelecehan terhadap agama. Sebab, agama senantiasa
diperjuangkan oleh ilmu-ilmu yang disyiarkan oleh ulama. Lantas apabila ada
orang yang menghinakan ulama itu berarti ia sungguh-sungguh telah melecehkan
agama. Bukan hanya itu, orang yang melecehkan ulama seolah sedang menentang
Nabi SAW. Sebab Nabi SAW jelas-jelas memerintahkan kita selaku umatnya agar
memuliakan ulama, bukan malah menghinakannya. Naudzubillah. Semoga kita
dijadikan orang-orang yang selalu dekat dengan ulama. Mencintai dan
memuliakannya dengan penuh keikhlasan. Serta dijadikan orang yang senantiasa
tidak bosan untuk mengambil ilmu dari mereka. Agar kita menjadi orang-orang
yang diangkat derajatnya dan didekatkan dengan Allah SWT.
Orang yang
menghina ulama sama artinya dia mengumumkan perang kepada Allah. Hal ini
sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang wali Alloh yang diriwayatkan
Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- dari Abu Hurairah –radhiyallohu ‘anhu- :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى
قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْآذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ – …رواه البخاري
Dari Abu
Hurairah”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :
‘Barang
siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang
terhadapnya…[HR. Al Bukhari]
Berkata
Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- :
“Daging
para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka ia akan sakit. Siapa yang
memakannya maka ia akan mati.”
Maka bagi
siapa saja yang berani mencela ulama, menghina ulama atau membela pencela ulama
maka tunggu saja adzab Allah bagi dia baik di dunia dan akhirat, meskipun dia
memiliki kekuasaan yang besar baik semua sarana media, pasukan, pengawal, uang
maka Allah akan hinakan dia seperti Allah hinakan Fir'aun.
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
KHUTBAH
KEDUA:
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
عَلَى خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ:
Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Asy Syaikh
Muhammad Nawawi bin Umar Rahimahullah Ta’ala, di dalam kitabnya,membawakan
sepotong hadits tentang larangan meninggalkan para ulama dan akibat bagi mereka
meninggalkan ulama. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
سَيَأْتِيْ زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِيْ يَفِرُّوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ
وَالْفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِمُ اللهُ تَعَالَى بِثَلاَثِ بَلِيَّاتٍ: اُوْلاَهَا
يَرْفَعُ بَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى
عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا وَالثَّالِثَةُ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ
اِيْمَانٍ
“Akan
datang satu zaman atas umatku dimana mereka lari (menjauhkan diri) dari (ajaran
dan nasihat) ulama’ dan fuqaha’, maka Allah Taala menimpakan tiga macam musibah
atas mereka, iaitu
1. Allah
mengangkat (menghilangkan) keberkahan dari rizki (usaha) mereka,
2. Allah
menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka dan
3. Allah
mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman
Mari sudah
saatnya kita kembali kepada ulama yang cinta Al Qur'an dan Sunnah, dan kita
jauhi ulama-ulama su' mereka adalah bergelar ulama atau intelektual muslim,
tapi berusaha menjauhkan muslim dari Islam dengan menafsirkan al Quran dan as
Sunnah sekehendak nafsu mereka. Mereka menjilat ke penguasa dan menjadikan kaum
kafir sebagai karib -karibnya. Semoga Allah melindungi para ulama dan kaum
muslim dari fitnah dunia dan dari para musuh Islam. Amin
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى
بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ
الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin