Khutbah Idul Fitri: Madrasah Ramadhan, Membentuk Pribadi yang Tunduk
Syariat Allah
Oleh: Ust.Miftahul Ihsan
Lc
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ.
فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللّهِ وَخَيْرَ
الْهَدْيِ هُدَي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ
الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلةَ ٌوَكُلَّ ضَلاَلةٍ فِي النَّارِ .
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿102﴾ ) آل عمران .
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي
خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا
رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ
وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿1﴾ ) النساء .
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿70﴾
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿71﴾ ) الأحزاب .
اَللّهُ أَكْبَرُ، اَللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ، وَاللّهُ أَكْبَرُ اَللّهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا
وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا
اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا
اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ
وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Sidang Jamaah Sholat Idul
Fitri yang dirahmati Allah
Sudah sebulan lamanya,
kita ditarbiyah oleh Allah SWT di bulan Ramadhan. Kita ditarbiyah melalui
syariat puasa yang mana Allah melarang kita untuk menikmati hal-hal yang
seharusnya halal bagi kita, kita dilarang untuk makan, padahal makanan tersebut
halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk minum padahal
minumannya halal dan diperoleh dari cara yang halal. Kita dilarang untuk
berhubungan suami istri padahal itu halal.
Di antara tarbiyah
lainnya yang Allah berikan kepada kita di bulan Ramadhan adalah qiyam Ramadhan.
Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan terjaga, dengan mengorbankan istirahat
untuk bermunajat dan menyendiri bersama Allah SWT. Meyampaikan segala keluh
kesah, mengharap ampunan atas dosa dan kealpaan dan memohon keberkehaan dari
Sang Pemilik Alam Raya.
Tidak tanggung-tangung
baik puasa dan qiyam Ramadhan apabila dilakukan dengan penuh pengharapan dan
keimanan kepada Allah, maka Allah akan mengganjarnya dengan ampunan dosa-dosa
yang telah lalu. Namun apabila kedua amalan tadi kehilangan ruh, kehilangan
pengharapan pahala dan kehilangan nilai keimanan, maka keduanya hanya berbuah
rasa capek dan letih. Puasa hanya bernilai haus dan lapar sedangkan qiyam hanya
bernilai begadang.






