Khutbah : Makna dan Esensi Taqwa

Makna dan Esensi Taqwa


Akumulasi berbagai serbuan yang menghantam umat Islam secara bertubi-tubi. Sepanjang sejarah kontemporernya melahirkan sejumlah kehancuran di segala bidang kehiduan umat. Akibatnya, kondisi umat seakan-akan terus menerus berada di dalam lingkaran ‘tanpa bobot’ dan tanpa peran yang berarti”. Dalam masa-masa kehancuran itu sosok peradaban Islam terkapar dalam pusaran arogansi peradaban materealistik. Akhirnya tingkat kualitas intelektual, kehidupan sosial budaya dan sikap mental orang Islam berada pada titik terendah, ”masuk lubang biawak”.

Oleh sebab itu, agenda mengembalikan eksistensi umat dan merekontruksi peradaban harus menjadi prioritas utama dalam agenda gerakan perubahan yang dilakukannya. Perubahan ini harus bertitik tolak dari pembangunan manusia yang mampu berprestasi dalam amal hadhari (gerakan peradaban) secara nyata.

Patut diakui, gerakan-gerakan kontemporer umat harus menyadari tentang prioritas proyek peradabannya yang terus menerus berada di bawah bayang-bayang kolonialisme baru dan menghadapi berbagai tantangan pertarungan peradaban dan konspirasi yang berat. Masyru’ Al-hadhari Al-Islami (proyek peradaban Islami) itu tidak lain adalah proyek kemanusiaan universal yang bertujuan mencapai kebaikan manusia secara umum sebagai refleksi dan implikasi dan sosiologis rahmatan lil’alamin. Ia adalah proyek yang sangat luas, yang membentang di ufuk-ufuk luas tanpa batas. Dalam proyek ini diperlukan semangat kerja dan inovasi tinggi yang selaras dengan gerak tata kosmos (nawamis al-kaun). Dalam proyek ini dituntut juga adanya keseimbangan (tawazun) antara tuntutan ruh, akal dan jasad. Ia adalah proyek yang harus didasarkan pada fondasi iman yang menghubungakan “bumi” dan “langit”. Tegasnya, masyru’al-hadhari adalah sebuah proyek besar yang menuntut perwujudan taqwa –sebagai dasar pembentukan peradaban dalam tingkat individu dan masyarakat.

Makna dan Esensi

Taqwa (bentuk invinitive berarti: “wiqayyah” ) dalam pengertian bahasa adalah menjaga sesuatu dari yang menyakiti dan yang membahayakannya. Dalam kaitan kehidupan manusia berarti sebuah upaya untuk menjadikan diri seseorang dalam keadaan selalu terpelihara dari sesuatu yang menakutkan. Pengertian ini sekaligus menggambarkan tentang hakikat dan esensi taqwa.

Dalam kondisi tertentu “takut” di sebut taqwa. Juga sebaliknya, sesuai dengan konteksnya, taqwa disebut takut. Maka dalam istilah syar’i taqwa di lukiskan sebagai upaya menjaga diri dari sesuatu yang menimbulkan dosa, yaitu dengan jalan menimbulkan apa saja yang dilarang Allah, bahkan meninggalkan sesuatu, yang sebenarnya tidak di larang, karena semata mata takut terjerumus ke dalam sesuatu yang di larang atau dosa.(Al-Raghib Al-Ashfani, Mu’jam Mufradat Alfazh Al-Qur’an). Memang perbuatan dosa bukan hanya membahayakan pelakunya tetapi juga membahayakan orang lain. Sedangkan Al-Jurjani (Kitab Al-Ta’rifat) menyebutkan Taqwa diartikan sebagai tindakan melindungi. Berarti Taqwa itu merupakan upaya pembentengan diri, dengan ketaatan yang total kepada Allah, dari segala bentuk hukuman – Nya. Disini posisi taqwa menjadi benteng yang dapat melindungi dari segala sesuatu yang menyebabkan seseorang terkena hukuman (uqubah), baik yang menyangkut sesuatu yang harus dilakukan atau sesuatu yang harus ditinggalkan. Selanjutnya Al-Jurjani menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan taqwa dalam taat adalah ikhlas. Sedangkan yang dimaksud dengan taqwa terhadap ma’siat adalah meninggalkan ma’siat dan waspada terhadapnya.

Atas dasar pengertian–pengertian tersebut, maka taqwa yang biasa diartikan sebagai proses menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, merupakan sebuah upaya manusia dalam menyelaraskan seluruh dimensi kehidupannya dengan pola dasar kehendak Allah yang dimanifestasikan dalam bentuk “hukum transeden” yang ditentukan dalam keseluruhan ayat-ayat dalam kandungan Al-Qur’an dan kemenyeluruhan sunnah Rasulullah SAW beserta ajarannya.

Konsistensi dengan 'Hukum-Hukum Allah'

Dengan demikian taqwa berarti konsistensi perilaku manusia dengan wahyu dan nawamis al-kaun (tata kosmos) yang dapat memastikannya meraih kehidupan ideal serta menjadi bekal hidup terbaik. Firman Allah: “Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang beriman”. (Al-Baqarah:197). Konsistensi itu mengandung makna kepatuhan kepada kehendak Allah SWT.

Tercapainya tujuan-tujuan Islam dalam masyarakat manusia tergantung pada sejauh mana individu dan masyarakat itu mematuhi kehendak Allah sesuai dengan sifat-sifat, kesanggupan-kesanggupan dan realitas-realitas materiil dalam lingkungan mereka (An-Nisaa’:97-99, Al-Israa’:84, Al-Baqarah:233). Ini menuntut optimalisasi keseriusan manusia dalam menghadapi dan memanfaatkan ruang dan waktu tersebut. Pemenuhan kehendak Ilahi itu merupakan “ amanah” yang telah disanggupi oleh manusia.

Konsekuensinya, seluruh perilaku individu dan sosial manusia harus selalu menerapkan “hukum-hukum Allah” tersebut sehingga menjadi sebuah “malakah”, karakter dan sikap mental yang melekat. Taqwa merupakan “malakah” yang memancarkan perilaku yang dapat wujud dalam diri seseorang. Kualitas taqwa akan terus meningkat apabila ajaran-ajaran Islam mampu membentuk pribadi dan perilakunya.

Oleh Allah SWT, Taqwa dilukiskan sebagai puncak prestasi hidup yang dapat dilakukan manusia (Al-Hujuraat:13). Dalam Al-Qur’an ditemukan beberapa ayat yang menjelaskan ciri orang yang bertaqwa. Ciri-ciri ini sekaligus merupakan pendefinisian praktis dan aktual bagi taqwa misalnya, dalam surat Al-Baqarah ayat 3 dan 4, taqwa didefinisikan sebagai beriman kepada yang ghaib (iman kepada yang ghaib merupakan dasar yang kokoh bagi kehidupan manusia) dan menyadari serta menghayati terhadap tujuan eksistensial, misi keberadaannya di bumi, dan keyakinan serta konsistensinya dengan nilai-nilai dan aturan yang datang dari Allah. Selain itu taqwa juga dilukiskan sebagai suatu kebajikan yang mencangkup berbagai dimensi kehidupan (Al-Baqarah:177). Taqwa juga digambarkan sebagai upaya peningkatan diri menjadi hamba Allah yang benar-benar menyadari eksistensi dirinya (Ali-Imran:15-17). 

Karena itu orang bertaqwa selalu berlaku ihsan terhadap segala sesuatu selain selalu berpandangan jauh (Al-Hasyr:18). Perbuatan ihsan yang dilakukannya itu merupakan pencerminan kesadarannya bahwa setiap perbuatan baik selain dapat meningkatkan kualitas dirinya juga dapat melahirkan keluhuran akhlaknya. Perbuatan itu pula sebagai refleksi dari keyakinan bahwa seluruh perbuatannya akan dipertanggungjawabkan diakhirat nanti (Ali-Imran:133-136 dan Al-Anbiyaa’:48-49). Orang yang bertaqwa semua perbuatan yang di lakukan dilandasi oleh nilai kebenaran dengan setulus-tulusnya (Az-Zumar:33).

Karena itu taqwa yang merupakan buah ibadah (pengabdian hanya kepada Allah SWT yang menjadi tujuan eksistensial penciptaannya) dijadikan sebagai misi kenabian yang bersifat langgeng (Nuh:3, Al-‘Ankabuut:16, Huud:78, Asy-Syu’araa’:161-163, Ali-Imran:102). Seluruh dimensi ibadah merupakan tangga maju ketaqwaan. Sedangkan ibadah yang membuahkan taqwa adalah ibadah yang dilandasi tauhid, sebuah keyakinan dan kesaksian bahwa ”tidak ada Ilah, yang patut disembah selain Allah”. Keyakinan ini merupakan pandangan umum tentang realitas wujud, Al-Khaliq yaitu Allah SWT yang kekal, pencipta alam semesta beserta aturan dan permainannya. Al-Khaliq dan Al-makhluq mutlak berbeda dalam wujud maupun dalam eksistensinya.

Seorang Muslim yang telah mengikrarkan kesaksiannya bahwa “tidak ada Ilah, yang patut disembah, selain Allah”, meyakini bahwa finalitas terdiri dari tatanan transendental dan tatanan alamiah (al-Ta’lim al-Islamiyah dan al-Nawamis al-Kauniyah). Tatanan transendental dengan segala nilai yang ada didalamnya dijadikan pedoman untuk mengatur tata kehidupan. Tauhid seorang Muslim bermakna penolakan untuk menundukan kehidupan manusia kepada setiap tuntunan yang bersumber dari Allah SWT dan kesediaan yang total untuk diatur oleh hukum-hukum-Nya.

Iman dan Taqwa yang bersemayam kokoh dalam lubuk hati manusia dapat memancarkan segala mata air kebaikan, melahirkan segala daya dan upaya, memupuk ketinggian cita-cita, memperkokoh tekad dan kemauan, memudahkan segala gerak dan langkah, meringankan beban dan rintangan, menjauhi semua bentuk kesalahan dan menerangi perjalanan kehidupan, serta melahirkan jiwa yang ikhlas. Puncaknya, orang-orang yang bertaqwa, akan memperoleh kepemihakan Allah SWT dalam seluruh dimensi kesejarahan (An-Nahl:127-128, Al-Anfaal:19, At-taubah:36).



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah : Memetik Buah Taqwa

Memetik Buah Taqwa


Islam dengan ajarannya yang indah mengajarkan bahwa perbedaan hakiki manusia tidak berada pada kedudukan, jabatan, pangkat, kekayaan dan lainnya. Manusia dibedakan dengan kadar dan bobot nilai mereka di mata Allah. Perbedaan antar manusia di dalam Islam terletak pada sejauh mana manusia mampu mengoptimalkan kadar ruhaninya untuk mendekat pada Tuhannya. Perbedaan manusia dan kemuliaan manusia ditentukan oleh nilai dan kadar taqwanya yang bergolak dalam dadanya. (QS. Al-Hujurat: 13) Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhari disebutkan, Hendaknya kamu bertaqwa sebab ia adalah kumpulan segala kebaikan, dan hendaknya engkau berjihad karena ia sikap kependetaan seorang muslim, dan hendaknya engkau selalu berdzikir menyebut nama Allah karena dia cahaya bagimu (HR. Ibnu Dharis dari Abu Said Al-Khudhari).

Taqwa adalah kumpulan semua kebaikan yang hakikatnya merupakan tindakan seseorang untuk melindungi dirinya dari hukuman Allah dengan ketundukan total kepada-Nya. Asal-usul taqwa adalah menjaga dari kemusyrikan, dosa dan kejahatan dan hal-hal yang meragukan (syubhat).

Seruan Allah pada surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi, “Bertaqwalah kamu sekalian dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu sekali-kali mati kecuali dalam keadaan muslim”, bermakna bahwa Allah harus dipatuhi dan tidak ditentang, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri. 

Taqwa adalah bentuk peribadatan kepada Allah seakan-akan kita melihat-Nya dan jika kita tidak melihat-Nya maka ketahuilah bahwa Dia melihat kita. Taqwa adalah tidak terus menerus melakukan maksiat dan tidak terpedaya dengan ketaatan. Taqwa kepada Allah adalah jika dalam pandangan Allah seseorang selalu berada dalam keadaan tidak melakukan apa yang dilarang-Nya, dan Dia melihatnya selalu melakukan kebaikan. Menurut Sayyid Quth dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri kehidupan. 

Saat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”

Demikian banyak ayat Al-Qur`an yang menyerukan kita untuk bertaqwa dalam bingkai taqwa yang sebenarnya, dalam kadar taqwa yang semestinya, dalam bobot taqwa yang mampu kita lakukan. Lihat umpamanya (QS. Al-Ahzab : 70) dan (QS. At-Taubah : 119).
Dalam hadits juga sangat banyak seruan agar taqwa menjadi penghias perilaku kita dan menjadi mutiara batin kita. Seperti sabda Rasulullah, :

اتق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن (رواه الترمذي وأحمد و الدارمي)
 
“Bertaqwalah kamu kepada Allah, dimanapun kamu berada, dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan itu. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ad-Darimi).

Ciri Manusia Taqwa

Seseorang akan disebut bertaqwa jika memiliki beberapa ciri. Dia seorang yang melakukan rukun Iman dan Islam, menepati janji, jujur kepada Allah, dirinya dan manusia dan menjaga amanah. Dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. Manusia taqwa adalah sosok yang tidak pernah menyakiti dan tidak zhalim pada sesama, berlaku adil di waktu marah dan ridha, bertaubat dan selalu beristighfar kepada Allah. Manusia taqwa adalah manusia yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sabar dalam kesempitan dan penderitaan, beramar ma’ruf dan bernahi munkar, tidak peduli pada celaan orang-orang yang suka mencela, menjauhi syubhat, mampu meredam hawa nafsu yang menggelincirkan dari shiratal mustaqim. Itulah diantara ciri-ciri sosok manusia taqwa itu.

Agar seseorang bisa mencapai taqwa diperlukan saran-sarana. Dia harus merasa selalu berada dalam pengawasan Allah, memperbanyak dzikir, memiliki rasa takut dan harap kepada Allah. Komitmen pada agama Allah. Meneladani perilaku para salafus saleh, memperdalam dan memperluas ilmu pengetahuannya sebab hanya orang berilmulah yang akan senantiasa takut kepada Allah (QS. Fathir: 28). Agar seseorang bertaqwa dia harus selalu berteman dengan orang-orang yang baik, menjauhi pergaulan yang tidak sehat dan kotor. Sahabat yang baik laksana penjual minyak wangi dimanapun kita dekat maka akan terasa wanginya dan teman jahat laksana tukang besi, jika membakar pasti kita kena kotoran abunya (HR. Bukhari). 

Membaca Al-Qur`an dengan penuh perenungan dan mengambil ‘ibrah juga merupakan sarana yang tak kalah pentingnya untuk mendaki tangga-tangga menuju puncak taqwa. Instrospeksi, menghayati keagungan Allah, berdoa dengan khusyu’ adalah sarana lain yang bisa mengantarkan kita ke gerbang taqwa. Pakaian dan makanan kita yang halal dan thayyib serta membunuh angan yang jahat juga sarana yang demikian dahsyat yang akan membawa kita menuju singgasana taqwa.

Buah Taqwa

Manusia dengan ciri dan karakterisrik di atas akan memetik buah ranum dan manisnya taqwa. Bukan hanya individual sifatnya namun masyarakat juga akan menikmatinya.

Manusia taqwa akan mendapatkan mahabbah Allah (Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa, (QS. At-Taubah: 4), Allah akan selalu bersama langkah dan pikirnya (Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (QS. An-Nahl; 128), mendapat manfaat dari apa yang dibaca di dalam Al-Qur`an (QS. Al-Baqarah; 2), lepas dari gangguan syetan –“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila ditimpa was-was dari syetan, mereka ingat kepada Allah maka seketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. Al-A’raf: 35), diterima amal-amalnya (QS. Al-Maidah: 27), mendapatkan kemudahan setelah kesulitan dan mendapat jalan keluar setelah kesempitan (QS. Ath-Thalaq: 2 dan 4).

Manusia taqwa akan memiliki firasat yang tajam, mata hati yang peka dan sensitif sehingga dengan mudah mampu membedakan mana yang hak dan mana pula yang batil.
(QS. Al-Anfaal : 29). Mata hati manusia taqwa adalah mata hati yang bersih yang tidak terkotori dosa-dosa dan maksiat, karenanya akan gampang baginya untuk masuk surga yang memiliki luas seluas langit dan bumi yang Allah peruntukkan untuk orang-orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran: 133 dan Al-Baqarah: 211). 

Taqwa yang terhimpun dalam individu-individu ini akan melahirkan keamanan dalam masyarakat. Masyarakat akan merasa tenteram dengan kehadiran mereka. Sebaliknya pupusnya taqwa akan menimbulkan sisi negatif yang demikian parah dan melelahkan. Umat ini akan lemah dan selalu dilemahkan, akan menyebar penyakit moral dan penyakit hati. Kezhaliman akan merajalela, adzab akan banyak menimpa. Masyarakat akan terampas rasa aman dan kenikmatan hidupnya. Masyarakat akan terenggut keadilannya, masyarakat akan hilang hak-haknya.

Semakin taqwa seseorang -baik dalam tataran individu, sosial, politik, budaya, ekonomi- maka akan lahir pula keamanan dan ketenteraman, akan semakin marak keadilan, akan semakin menyebar kedamaian. Taqwa akan melahirkan individu dan masyarakat yang memiliki kepekaaan Ilahi yang memantulkan sifat-sifat Rabbani dan insani pada dirinya.
Samson Rahman, MA
 
 
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah Jum'at : Mencari Pemimpin Yang Adil


Khutbah Jum'at : Mencari Pemimpin Yang Adil 





Hari ini kita akan membincang topik yang menjadi kepentingan kita bersama buat kemaslahatan hidup berbangsa dan bernegara di masa mendatang. Topik itu adalah tentang kepemimpinan yang didambakan dan peran kita dalam mewujudkannya.

Pemimpin dalam sebuah negeri memegang peranan penting dalam menentukan kendali hidup berbangsa. Pemimpin yang baik akan mengajak ummatnya berbuat baik dan memberikan contoh yang baik buat rakyatnya. Sebaliknya, pemimpin yang tidak baik, paling minimal tidak akan peduli dengan kebaikan, atau bahkan memusuhi kebaikan, dan dia sendiri secara langsung atau tidak langsung akan menjadi panutan tidak baik bagi rakyatnya. Dalam konteks inilah mengapa kita selaku rakyat biasa memiliki kepentingan untuk ikut berbicara tentang kepemimpinan.

Tentang kepemimpinan ideal dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan rakyatnya, Rasulullah saw bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ :
1- إِمَامٌ عَادِلٌ 
2- وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ 
3- وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ 
4- وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ 
5- وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ 
6- وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ 
7- وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاه (رواه البخاري)

Dari Abi Hurairah, dari Nabi saw bersabda : “ Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada tempat bernaung kecuali dengan naungan-Nya :

1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya
3. Seseorang yang hatinya selalu tertambat dengan masjid
4. Dua orang yang saling mencinta karena Allah; mereka bertemu dan berpisah hanya karena-Nya.
5. Seorang laki-laki yang diajak (berbuat mesum) oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan lagi cantik, lalu laki-laki tersebut menolak dan berkata: "saya takut kepada Allah" 
6. Seseorang mengeluarkan sedekah secara sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.
7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dengan menyendiri, lalu air matanya mengucur.
Hadits di atas mengisyaratkan kepada kita bahwa pemimpin yang harus kita cari adalah pemimpin yang adil, yang dalam Al Qur’an dicirikan sebagai pemimpin yang shaleh, memiliki ketangguhan fisik, keluasan ilmu, bekerja profesional dan amanah. Allah swt berfirman :

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ (الأنبياء : 105)
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur (seluruh kitab yang diturunkan kepada nabi-Nya), sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh” (Al Anbiya’ : 105)

Allah berfirman :
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة : 247)
Nabi mereka mengatakan kepada mereka : “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab : “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata : “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah : 247)

Dengan kriteria di atas, diharapkan mereka mampu menjalankan program-program sebagai berikut :

a. Mampu menegakkan keadilan terhadap rakyat, tidak mendzalimi mereka
b. Menyebarkan rasa aman dan damai
c. Menyediakan kebutuhan hajat hidup orang banyak
d. Memanfaatkan potensi SDA untuk kesejahteraan rakyat

Terpilihnya pemimpin yang adil menurut hadits di atas akan membawa dampak positif buat rakyatnya. Suasana masyarakat yang tercipta bersama pemimpin yang adil menurut hadits di atas antara lain :

1. Tumbuhnya generasi muda dalam lingkungan ibadah. Dalam hadits di atas disebutkan : وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّه ( Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya ). Para pemudanya terpacu untuk melakukan hal-hal produktif dengan orientasi ibadah. Negara tidak dibuat pusing karena banyaknya pelajar yang tawuran, mabuk-mabukkan, narkoba, dan perbuatan negatif lainnya. Kalau pemimpin lemah maka akan mudah pihak asing memasukkan narkoba ke Indonesia. memasukkan segala budaya asing yang buruk ke Indonesia. Ini yang akan merusak generasi kita mendatang menjadi generasi yang lemah dan malas ibadah.

2. Menciptakan masyarakat yang cinta masjid (وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ )
Pemimpin yang adil mendorong rakyatnya untuk menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan. Di sana mereka mengkaji ayat-ayat Allah untuk mereka implementasikan buat memakmurkan bumi. Mereka tidak menghabiskan waktu mereka di kafe-kafe, klub malam dan sebagainya. Bukan malah menuduh masjid sebagai penyebar terorisme, penyebar kebencian sesama warga negara. Bahkan khutbah di masjid dilarang membahas kepemimpinan atau politik, padahal Islam itu syumul dan mengatur segala hal termasuk dalam hal memilih pemimpin.

3. Terbinanya hubungan sosial yang berlandaskan prinsip saling mahabbah, (cinta);
( وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ )
Dalam Islam hubungan antar masyarakat diukur dengan kedekatan atau jauhnya seseorang dengan Allah swt. Maka seorang muslim harus mencintai kerabatnya karena kerabatnya mencintai Allah dan menaati perintah-Nya. Dan dia tidak boleh mendukung sahabatnya jika mereka tidak menaati perintah Allah. Hidup masyarakat muslim bukan berprinsip kepada slogan oportunis; ada uang abang disayang, tidak ada uang abang melayang. Prinsip oportunis ini akan membuat orang selalu terinspirasi untuk mengumpulkan uang dengan cara apapun demi mendapatkan kehormatan di tengah masyarakatnya. Sekarang masyarakat kita terpecah belah dan saling curiga. Ulama dan habaib semakin tidak di hormati. Fatwa-fatwa dan anjurannya disepelakan. Maka pentingnya pemimpin yang adil dalam segala hal.

4. Terciptanya masyarakat anti pornografi 
) وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ )
Pemimpin yang adil peduli dengan moral anak bangsanya. Di antara agenda pemimpin yang adil yang diisyaratkan oleh Rasulullah adalah menata hubungan antar lawan jenis sesuai syariat; dan menolak setiap tindakan yang dapat mengundang kepada perbuatan zina. Pornografi, pornoaksi dan seks bebas adalah di antara PR besar pemimpin kita ke depan. Pornografi sekarang mudah diakses sehingga banyak anak-anak kita yang masih SD pun sudah kecanduan pornografi. Coba bapak sesekali cek hp anak-anaknya.

5. Terciptanya masyarakat yang suka berkorban dan empati terhadap yang lemah 
)وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُه )
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mau berkorban buat kemaslahaan bangsanya. Pemimpin seperti ini pasti akan diikuti oleh rakyatnya. Mereka pasti rela berkorban untuk kemaslahatan bersama. Tetapi jika pemimpin hanya berkorban dalam jargon, maka masyarakat akan bersikap sinis dan apatis. Kita lihat korban korban dari perusahaan yang meracuni masyarakat dan membuang limbah sembarangan, ketika kita mengadu ke masyarakat apakah ada bantuan yang riil dari pemerintah daerah maupun pusat.

6. Terciptanya masyarakat yang gemar beribadah dalam keheningan
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاه
Masyarakat bersih, yang saling mencinta hanya karena Allah, menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan, menolak pornografi, dan suka berinfaq akan membuat hati mereka bersih, mudah menyimak dan menyerap pesan-pesan Allah, sehingga mata mereka mudah mengucurkan air mata. Sebaliknya lingkungan yang kotor akan berdampak kepada hati, sehingga menjadi keras dan susah mengeluarkan air mata.
Mudah-mudahan pilkada dan pemilu kelak dapat kita jadikan ajang untuk beribadah buat memilih pemimpin yang mendekati kriteria yang diisyaratkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Karenanya, suara kita harus kita jatuhkan kepada sasaran yang tepat



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO 
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo 
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316 

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter 
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com 
💈IG : @ikadi_nguter 
💈Telegram : @ikadi_nguter 
💈Fb.: Tausiyah Singkat 
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin 


Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita


 
اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَةِ شَهْرَ الطَّاعَاتِ وَالْمَبَرَّاتِ شَهْرَ الصّيَامِ وَالْقِيَامِ وَأشْهَدُ أنْ لا اِلهَ اِلااللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنْفَرِدُ بِالْوَحْدَانِيّةِ وَالْقُدْرَةِ الّذِى فَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالاَيَّامِ عَلَى بَعْضٍ وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مِنَ الشُّهُوْرِالْعِظَامِ وَأيَّامَهُ مِنَ الايَّامِ الْكِرَامِ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى أرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اللّهُمَّ صَلِّ وِسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ لِقَاءِ رَبِّهِمْ.
فقد قال الله تعالى في كتابه الكريم : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ () خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ () اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ () الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ () عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (*) 
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ
 
Hadirin kaum Muslimin jamaah shalat Jum'at yang mulia.
 
Puji syukur pada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua, terutama nikmat iman, islam dan kesehatan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulallah SAW dan para ahli keluarganya yang suci dan mulia.
Selaku khatib, saya berpesan pada diri sendiri dan jamaah sekalian: mari tingkatkan selalu ketakwaan kita kepada Allah SWT, agar kita mendapatkan kesuksesan hidup dunia dan akherat. Amin.
 

Khutbah Jum'at : Meminta Pada Allah Pertolongan Iman Syukur dan Ibadah yang Baik

Oleh : Ustadz Ir. Badri Muhammad
dari IKADI Kab. Bogor

Sebuah inspirasi dari salah seorang sahabat Rasulullah  yang banyak menghapal Alqur’an dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW bernama Mu’adz bin Jabal, Beliau memiliki kepribadian yang agung dan mulia, memiliki keberanian dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah saat beliau diamanatkan sebagai Khotib petinggi di negeri Yaman.

Sebelum berangkat Rasulullah SAW berwasiat dalam sabdanya  pada Mu’adz bin Jabar :
“Dengarkan aku ya Muadz, hendaklah engkau tidak tinggalkan setiap bada shalat fardhu mengungkapkan doa yang disampaikan kepada Allah SWT : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa iman kepada-Mu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatmu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa membaguskan ibadahku kepada-Mu)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Rasulullah SAW menyadari sebagai seorang calon pemimpin, Muadz pasti akan menanggung beban yang sangat berat sehingga dia harus di back up dan diberi dorongan, dukungan dan pertolongan. Dan tidak ada pertolongan yang sempurna kecuali pertolongan Allah SWT.

Seperti kita setiap hari mengumandangkan dalam shalat kita “iyya kana’ budu wa iyya kanas taiin” oleh karenanya  kita tingkatkan ibroh dan dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW agar senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Doa yang dipanjatkan yang diajarkan oleh nabi mengandung makna yang sangat dalam  ada tausiyah yang diberikan dalam doa tersebut :

1. Wasilah, dengan satu sarana meminta pertolongan kepada Allah
Dengan cara melihat Allah SWT, dengan cara Dzikrullah karena inilah yang akan menyebabkan diri kita akan lebih termotivasi dalam menjalankan kehidupan ini dan juga menghadapi tantangan dalam kehidupan ini. Seorang yang berkualitas dalam dzikirnya tidak cukup dengan hanya dzikir kepada Allah akan tetapi hatinya juga bertaut dengan nilai-nilai dzikir tersebut

Diungkapkan dalam surah Al-Anfal (8) ayat 2 :


إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (QS. Al-Anfaal/8:2)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Diharapkan kepada diri kita saat kita ingat kepada Allah SWT dengan berdzikir kepadanya  maka munculah getaran-getaran jiwa yang akan menimbulkan rasa takut yang sangat akan siksa Allah SWT dan pada saat yang bersamaan akan muncul rasa haru untuk masuk ke dalam surganya Allah…Amin Ya Rabbal Alamin…..Oleh karenanya orang yang beriman ketika ingat kepada Allah SWT akan semakin meningkat pula ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Contoh yang paling konkrit di masa Rasulullah SAW adalah pada saat Rasulullah SAW akan melaksanakan perang  jihad akbar, yang bernama perang Badar. Beliau pada malam harinya mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT kemudian dikabulkan oleh Allah SWT dalam bentuk pertolongannya  : ittatabiu arrottum dst…“Ketika engkau memohon pertolongan kepadaku dengan mengangkat tanganmu  maka aku mengijabah semua  permintaanmu dengan mengirim beribu-ribu bala bantuan malaikat”

Oleh karenanya setiap kesempatan marilah sama-sama kita gunakan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan taqwa pertama kita tersebut yaitu dzikrullah...

2. Bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada atas nikmat-nikmatnya.

Allah SWT telah memberikan kehidupan, badan, uang, mimpi dan lain sebagainya. Tanggung jawab dan beban kita adalah bagaimana kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT di QS. Ibrahim/14 ayat  7 :


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ


"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim/7:2)

Mari kita bersama-sama kita upayakan diri kita untuk pandai dalam mensyukuri nikmat kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan kita.

Alim ulama mengajarkan kepada kita syukur yang hakiki adalah :
1.   Syukur dengan hati yaitu mengakui semua pemberian Allah SWT, bukan karena karena kerja keras atau kepintaran kita
2.   Syukur dengan lisan yaitu dengan mengungkapkan perasaan ucapan terima kasih kepada Allah SWT minimal dengan mengucapan Allamdulillahirobbilalamin atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua.
3.   Syukur dengan beramal sholeh dalam kehidupan kita sehari-hari.

3.   Khusnul Ibadah, dimana ciri-ciri orang yang khusnul ibadah adalah peribadahannya hanya ditunjukkan kepada Allah SWT dengan niat yang ikhlas, dengan senantiasa mengikuti apa yang pernah di contohkan oleh Rasulallah SAW

Mudah-mudahan Allah memberikan kemenangan pada diri kita, memberikan pertolongannya kepada kita, memberikan kesuksesan dalam perjalanan kehidupan ini sehingga bahagia kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Wallahu A'lam Bishshawab.





IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Download Murottal Komplet Syaikh Abdullah bin 'Awad al-Juhani

Syaikh 'Abdullah bin 'Awad al-Juhani

Beliau lahir pada 1396 H di Madinah.
Beliau belajar di Fakultas al-Qur`anul Karim di Jami'ah Islamiyah.
Beliau termasuk yang dimuliakan oleh Allah I sebagai imam dari keempat masjid yang memiliki kedudukan terbesar di hati kaum Muslimin, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba' dan Masjid Qiblatain.
Beliau sekarang adalah Mahasiswa S2 di Ummul Qura'. Pada usia 16 tahun beliau telah mengikuti lomba hafal Qur`an di Makkah dan memperoleh peringkat pertama.
Dalam hal membaca al-Qur`an beliau telah diijazahi oleh para ulama Qiraah yang bertaraf Internasional yang terkenal di antaranya adalah: Syaikh az-Ziyat j , Syaikh Ibrahim al-Akhdhor Ulama ahli Qur`an di Masjidil Haram, dan DR. 'Ali al-Khudzaifi, Imam Masjid Nabawi di Madinah.

Salah satu Imam yang cukup mengagetkan dunia, karena seorang yang bernama Abdullah bin Awwad bin Fahd bin Mayoof bin Abdullah bin Muhammad bin Kadyuwan Al-Humaimi Al-Dhabyani Al-Juhani ini pernah ditawari untuk menjadi Imam di salah satu Masjid di Washington DC, Amerika. Tidak salah memang rupanya, beliau pernah mendapat penghargaan Kompetisi Tilawah al-Quran Makkah (1992) di usia berumur 16 tahun dan sering menjadi Imam di banyak Masjid seperti :
  1. Imam Masjid Qiblatain (1996 - 1997)
  2. Imam Masjid Nabawi (1997 - 2002)
  3. Imam Masjid Quba (2002 - 2005)
  4. Imam Tarawih Masjidil Haram (2006 dan 2007)
  5. Imam Masjidil Haram


Silahkan Untuk Link Complete Download bisa disini atau disini 
Streaming bisa juga disini





IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

maher al muaiqly wife
mahir al muaiqly website
sheikh mahir history
maher al muaiqly biography
maher al mueaqly mother
biografi abdurrahman al ausy
abdul rahman al sudais age
sheikh maher al muaiqly
biografi syaikh abdullah al matrood abdullah al matrood full quran mp3 download biografi abdullah al matrood wikipedia murottal al mathrud high quality gaji imam di makkah syarat menjadi imam besar masjidil haram imam masjidil haram sekarang abdullah al matrood juz amma daftar gaji imam masjidil haram Penelusuran yang terkait dengan al matrood biografi syaikh abdullah al mathrud abdullah al matrood juz amma murotal al mathrud high quality abdullah al matrood wikipedia biografi abdullah al matrood wikipedia al mathrud yasin murottal al quran ahmad saud syekh al matrud download murottal anakmurottal al quran paling merdudownload murottal misyari rasyidmurotal quran imam masjidil haramdownload mp3 alquran 30 juz fullmurotal al quran yusuf mansyurmurottal al quran terbaikmurottal adalahkumpulan murottal merdudownload murottal alquran imam masjidil harammurottal al quran mp3murottal al quran anakmurottal terbaik internasionalmurottal terbaik timur tengahdownload murottal terbaik duniamurottal al quran syeikh abdullah al-mathrudSearches related to kumpulan murottal merdumurottal merdu menangislantunan ayat suci al quran merdu mp3download bacaan alquran merdu wanitamurottal merdu anakdownload mp3 murottal quranmurottal merdu syaikhbacaan alquran yg merdu lunak menangis mendengarnyamurottal syaikh mahmud khalil al-husairiSearches related to lantunan ayat suci al quran merdu mp3download lantunan ayat suci alquran seorang anak bersuara merdudownload mp3 alquran gratisdownload mp3 alquran 30 juz suara merdubacaan al quran yang sangat merdu mp3 downloaddownload mp3 lantunan ayat suci alquranlantunan ayat suci alquran imam masjidil harambacaan ayat suci al quran 30 juzukbacaan alquran merdu bangettt anda harus dengar (qs.yusuf ) mp3download murottal anakmurottal al quran paling merdudownload murottal mp3murotal quran imam masjidil harammurottal al quran terbaikmurotal al quran yusuf mansyurdownload murottal misyari rasyid abdullah al juhani full quran
hasan bin abdullah al awadh full quran mp3 download
saleh al talib
sheikh juhany song download
abdullah al juhani quran recitation
shaikh abdullah al juhani 1419 1999
abdulmohsen al qasim
salah al budair

Download Murottal Komplet Syaikh Maher bin Hamad Al Mu'aiqly

Mahir al-Mu'aiqly

Maher bin Hamad Al Mu'aiqly (Bahasa Arab: الشيخ ماهر بن حمد المعيقلي) lahir pada tanggal 7 Januari 1969, adalah seorang imam Masjid besar[1] kota suci Mekkah, yakni [[Masjidil Haram.
Keluarga Maher berasal dari kota Yanbu, Arab Saudi, ia diberi nama Al-Mua'iqly karena ayahnya berasal dari kafilah Balwa. Ibunya, Sa'imah binti Mahmud as-Sisi berasal dari kafilah Hijazi dari Madinah. Beberapa orang menganggap bahwa ibunya merupakan seorang imigran dari Pakistan; tetapi, informasi ini salah, hal ini diutarakan oleh Mijanul, saudara laki-laki Mu'aiqly

Maher memiliki 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Pada tahun 2014, Al Mu'aiqly mengunjungi Kyrgyzstan dari Mei 14-16..[2]
Syaikh Mahir bin Hamd al-Mu’aiqili (Imam Masjidil Haram ke VI), lahir dan besar di Madinah kemudian beberapa tahun yang lalu pindah ke Makkah al-Mukarramah sebagai pengajar di Sekolah Menengah.
Beliau diangkat sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1428 H, yang sebelumnya beliau adalah Imam Masjid Nabawi pada tahun 1427 H.


Sheikh Maher Al Muaiqly Sheikh Maher bin Hamad Al Muaiqly, lahir di kota Madinah pada tahun 1969. Dia berasal dari klan Al Minarily dari Yanbu. Beberapa Orang mengklaim bahwa ibunya adalah seorang Imigran Pakistan namun klaim tersebut ditolak oleh Maher's Brother di Twitter. Dia adalah murid Matematika yang tajam dan segera setelah dia menyelesaikan Pendidikan Tinggi, dia mulai mengajar Matematika juga. Setelah beberapa saat mengajar Matematika dia pergi ke Makkah dan memulai karir Sheikh-nya. Ia juga mulai memimpin shalatnya berbagai mesjid di Makkah dan Madinah. Dan selama bulan Ramadhan, masjid dimana dia biasa memimpin Tarawee akan meluap dengan orang-orang percaya yang ingin sholat di belakangnya dan mendengarkan ceramahnya. Segera dia terkenal di sekitar Madinah dan kemudian dia diangkat sebagai Penasihat Pangeran Abdul Majid di Makkah Syekh Menikahi dan memiliki 4 anak. Segera setelah dia meninggalkan pekerjaannya sebagai penasihat dan mulai mengajar di Universitas Raja Abdullah Saud di Makkah. Dia kemudian Diangkat untuk memimpin Tarawee di Masjid Al Nabawi pada tahun 1426 dan 1427 (2005 dan 2006). Pada 1427 setelah Ramadan suaranya menjadi terkenal di sekitar Makkah dan Madinah. Sementara itu ia mulai mengerjakan Masters-nya dan kemudian PHD di Universitas Umm Al Qura. Ia menyelesaikan doktor di tahun 2012 Akhirnya di tahun 1428 (2007), ia diangkat untuk memimpin Tarawee di Masjid Al Haram, Makkah dan tak lama setelah Ramadan diangkat sebagai Imam Tetap. Dia dulu memimpin Tarawee dalam Pasangan dengan Sheikh Abdul Rehman Al Sudais dan kemudian pada tahun 2008 dia mulai berpasangan dengan Sheikh Abdullah Awad Al Juhany sampai tahun 2014. Pada bulan Ramadhan 2015 dia dan Sheikh Sudais memimpin berpasangan. Pada 2016, dia memimpin Taraweeh bersama Sheikh Khalid Al Ghmadi dan Sheikh Abdullah Awad Al Juhany. Sheikh Maher diangkat sebagai Khateeb dari Masjid Al Haram pada bulan Ramadan 2016/1437 setelah sebuah keputusan kerajaan dikeluarkan oleh Raja Salman. Dia menyampaikan Khutbah pertamanya di Masjid Al Haram pada tanggal 15 Juli 2016.



Silahkan Untuk Link Complete Download bisa disini atau disini
Streaming disini

IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Download Murottal Komplet Syaikh Bandar bin Abdul Aziz Balilah

Bandar bin Abdul Aziz Balilah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Dr. Bandar bin Abdul Aziz Balilah
Nama Bandar
Lahir Mekkah
1395H
Kebangsaan Arab Saudi
Jabatan Imam Masjidil Haram
Assistant Prof

Download Murottal Komplet Syaikh Adil al-Kalbani


Syaikh Adil al-Kalbani

Download Murottal Komplet Syaikh Adil al-Kalbani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Khutbah : Berapa Jumlah Rekaat Tarawih?

Berapa Jumlah Rekaat Tarawih?

Masih ada beberapa saudara kita yg bertanya jumlah rakaat tarawih yg berbeda.
Masjid Nabawi punya berberapa cara tarawih, tergantung Khulafaur Rashidin nya.
Jaman nabi Muhammad SAW, "Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan pada kalian menghidupkan malam2 Ramadhan".
Wujud yg paling nyata dulu, dengan sholat malam (qiyamu Ramadhan). Dulunya mencar mencar, sendiri2 dan kelompok.
Ubay bin Kaab, dulu yg paling bagus dan banyak hafalannya baca Al Quran, tetapi beliau izin tidak sholat di Masjid Nabawi untuk tarawihnya.
Nabi Muhammad SAW melaksanakan tarawih di masjid Nabawi malam 22, 24, 26 di tahun terakhir beliau merasakan Ramadhan. Selain itu dilakukan di rumah bersama keluarganya . Beliau mulai 2H mengalami 9 kali Ramadhan. Selama 8 tahun tidak pernah keluar sholat tarawih, tahun ke 9 keluar ke Masjid Nabawi.
Jumlah rakaat Rasulullah SAW mulai 11 sd 41 rakaat. Riwayat menjelaskan ada 4 malam yg digambarkan.
Anas bin Malik yg pertama kali menjadi makmum tarawih Rasulullah SAW. Walau tidak diajak semuanya akhirnya mengikuti.

Malam 22 sholat di Masjid, malam 23 di rumah. Padahal sudah ditunggu oleh para sahabat. Lalu beliau berkata Aku takut ini dianggap menjadi wajib bagi kalian. Malam 24 sholat lagi di masjid, malam 25 di rumah. Malam 26 sholat tarawih lagi di masjid.
Saat masa Sayyidina Abu Bakar ra, model tarawihnya masih sama.
Saat Sayyidina Umar bin Khattab ra, masjid Nabawi sudah besar dan dipugar, lalu beliau melihat banyak orang sholat tarawih mencar2 dan gak enak ngelihatnya. Lalu beliau memutuskan besok malam ketiga kita tarawih berjamaah. Imamnya Ubay bin Kaab dan Tamim Ad Dari. Jumlah rakaat 11, 4-4-3. Muncul istilah tarawih (artinya mengistirahatkan badan). Setiap 4 rakaat istirahat. Setiap rakaat baca 50 sd 60 ayat. Pertama kali sholat tarawih jamaah, selesainya sholat subuh. Lalu dievaluasi dimajuin 1/3 malam, mulai jam 22.00 sd 03.00 wib. Lalu rakaat ditambah jadi 13, 4-4-2-3. Kadang 16 bahkan sd 23 rakaat, 20 tarawih, 3 witir. Lalu hasil evaluasi akhirnya menjadi 20 rakaat, sehingga jumlah ayat yg dibaca 6-7 ayat.. kalau banyak bacaan rakaat sedikit. Kalau sedikit bacaan rakaat banyak.
Jaman Sayyidina Utsman bin Affan ra. Bacaan 6-7 ayat per rakaatnya menjadi 20 rakaat khatam Quran. Imamnya Sayyidina Ali ra. Saat khatam sebelum ruku membaca qunut khataman Quran.
Jaman Sayyidina Ali ra, Imam tarawih lain, sayyidina Ali ra hanya menjadi imam sholat witir. Jumlah rakaat tarawih 20. Jumhur ulama akhirnya menyebut rakaat tarawih 20.
Pendapat lain menyebutkan jumlah tarawih 8 rakaat, oleh Sheikh Sofiyurahman Mubarokfury. Mengambil pendapat Sayyidah Aisyah ra bahwa jumlah total 11 rakat, 8 tarawih, 3 witir.
Jadi kesimpulannya ada 3 pendapat yg harus kita hargai dan dibolehkan:
-20 rakaat, jumhur ulama
-8 rakaat,
-tidak ada batasannya
Jangan lupa saat sholat, tumaninah, karena kita sedang berkomunikasi dgn Allah.
Saat khalifah Umar bin Abdul Aziz khalifah ke 8, merubah tradisi Masjid Nabawi dari 20 rakaat menjadi 36 rakaat tarawih. Beliau merasa iri dgn jamaah Masjidil Haram, saat istirahat mereka bisa lakukan tawaf, pahalanya lebih banyak. Lalu akhirnya untuk penduduk Madinah, tawaf diganti 4 rakaat, sehingga tambahannya menjadi 16 dan ditotal jadi 36 rakaat.
Carilah yg paling afdhol.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk beramal soleh yg terbaik.



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim