Home
All posts
Khutbah : Takwa dan Keutamaan Takwa
TAKWA DAN KEUTAMAAN TAKWA
Khutbah I
الحَمْدُ للهِ الّذِي
خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ
عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ. اَمَّا بَعْدُ،
فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Khutbah : Menjaga Ketakwaan di Penghujung Akhir Ramadhan
MENJAGA KETAKWAAN DI DI PENGHUJUNG AKHIR RAMADHAN
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Khutbah Jumat :Menyiapkan Generasi Islam Penyandang Estafet Kepemimpinan
Menyiapkan Generasi penyandang Estafet Kepemimpinan
إنَّ
الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ
أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن
يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ
وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى
مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا *
يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ
أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى
الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ
مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
Khutbah : Percayalah, Semua Akan Diganti
Percayalah, Kehilangan dalam Perjuangan Semua akan Diganti
Kesedihan sudah menjadi fitrah manusia, tatkala musibah mendatangi kita. Hanya sedikit orang yang sabar dan menerima ketentuan Allah. Banyak orang yang kehilangan anak, pasangan, atau sanak saudara, meraung raung tidak rela. Padahal dia tahu bahwa di dunia ini kita tidak memilik apa-apa. Yang yang diambil oleh pemilik surga, pasti diganti dengan yang lebih besar apabila kita bersabar.
Di suatu daerah di Palestina, laknatullah Israel menyerang membabi buta banyak anak yang kehilangan nyawa. Palestina mendapat berkah di tengah-tengah serangan Israel atas Gaza beberapa bulan lalu. Meski banyak warganya yang tewas, namun jumlah kelahiran lebih banyak dibandingkan dari jumlah kematian.
“Pasca penyerangan Israel ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.500 rakyat Palestina, pada saat yang bersamaan telah lahir 5.000 anak,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi.
Seorang mujahid Palestina mengatakan bahwa banyak bayi lahir kembar, bahkan beberapa anaknya kembar. Subhanallah.
“Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridhaku, niscaya Aku menggantinya dengan surga (Al Hadits)
Dulu, ketika Ismail AS akan disembeli oleh ayahdanya yang sabar dan teguh menerima perintah Rabbnya. Allah serta merta menggantinya dengan seekor kambing.
“Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. 37:107).
Bahkan semua shodaqoh yang kita keluarkan, Allah akan menggantinya dengan besar
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. 2:245)
Percayalah, semua kehilangan, asal kita sabar menerimanya. Allah akan memberi ganti dan balasan yang akan berujung kepada kebaikan.
Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:15-157)
Bagi yang menerima musibah hari ini, sekecil apapun itu musibah anda, tepis gundah gulana, rasa cemas, bergembiralah karena Allah akan memberkati dan memberi anda rahmat. Buah manis didunia dan kesenangan di akhirat. JanjiNya adalah surga.
Semoga Allah mengaruniakan kita kesabaran dalam menerima ketentuanNya
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Khutbah : Nasehat buat Aktivis Dakwah
Nasehat buat Aktivis Dakwah
Saudaraku, seringkali kita sangat dengan mudah melihat keburukan orang lain tapi tak sadar bahkan enggan untuk melihat keburukan diri kita sendiri. Kenalilah dirimu sendiri. Barangsiapa yang mengenal dirinya sendiri, niscaya ia akan sibuk untuk memperbaiki diri, daripada sibuk mencari aib, kekurangan atau kesalahan org lain. Ya Rabb, kenalkan aku dengan diriku….
Apa kabar wahai diriku ? sudahkah engkau menyiapkan segala sesuatu, jika Tuhanmu tiba-tiba memanggilmu ? Apa yang sudah engkau siapkan ? Apa yang menghalangimu untuk menambah keimanan ? Apa yg memberatkanmu untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya ? Apakah engkau merasa yakin bahwa engkau akan selamat dihadapan mahkamah-Nya kelak hanya dengan prestasi ala kadarnya ?
Saudaraku, marilah kita bangkit, beramallah semampu diri kita. Ingat, ketulusan dalam beramal itu jauh lebih baik dari pada sebuah amal yang jauh dari ketulusan. Sesungguhnya, memberi tidak akan membuat kita kehilangan. Seperti pupuk, ia malah bisa menyuburkan tanaman. Kadang, keinginan untuk memberi itu sudah ada,, tetapi ia terpatahkan oleh rasa malu karena sedikitnya pemberian.
Padahal, sesedikit apa pun, ia tetap bernilai lebih banyak daripada tidak memberi sama sekali.
Sepotong kue yang kita ulurkan kepada seseorang, sementara hati masih menginginkan, jauh lebih besar pahalanya daripada seikat makanan segar yg kita berikan kepada orang lain karena tubuh enggan untuk memakan… ayo ikhlash..!
Tapi sadarilah saudaraku, agar amalmu tak lagi menipu keikhlasanmu. Kadang kita merasa telah beramal dengan ikhlas saat memasukkan uang lima ratus atau seribu rupiah untuk ‘menolong’ agama-Nya. Padahal uang itu memang tidak kita butuhkan. Hilang pun tidak kita cari, ada juga tidak berarti. Ia hanya berguna untuk memberi para pengamen…
Untuk itu saudaraku, marilah kita tetap bertahan dalam perjuangan ini. Beramal dengan penuh kesungguhan sehingga kemenangan kan kita dapatkan. Karena banyak org siap memperjuangkan kemenangan, tetapi tidak banyak org yang siap untuk menang. Seringkali kita melihat kemenangan sebagai titik akhir perjuangan. Padahal hakikatnya, kemenangan itu tetap menjadi bagian dari proses yg menuntut perjuangan, sampai Allah menetapkan surga untuk kita, karena itulah kemenangan yang hakiki sesungguhnya kita perjuangkan…
Ayo tetaplah bersemangat saudaraku. Teruskan perjuangan. Bukankah Engkau lihat sekumpulan orang, tetapi engkau seperti tidak melihat apapun. Tetapi engkau akan dapati semangat seribu orang ada pada satu orang… Ayo Tingkatkan kualitas diri…!!
Saudaraku, bila kualitas dirimu telah meninggi. Dan derajat keimananmu di mata tetanggamupun tak usah diragukan lagi, tetap rendah hatilah… karena seringkali seseorang yang berilmu terjatuh karena sebuah hawa nafsu.
Saudaraku, Sungguh memilih berkata “saya tidak tahu” itu jauh lebih baik dari pada memaksakan diri untuk mencari-cari jawaban yang ia tidak menguasai akan ilmunya, semata hanya karena takut harga dirinya jatuh di hadapan org lain…
Dan tetap ingatlah Atas setiap tetes nikmat yg kita rasakan hari ini, Allah akan bertanya kepada kita. Lalu, apakah yg telah kita lakukan agar Allah tidak murka kepada kita, sementara untuk menegakkan shalat malam atau tilawah rutin saja teramat berat kita lakukan ?
Sesungguhnya banyak pelajaran yg Hadir di hadapan kita, tetapi seringkali kita tak menemukan pelajaran apa-apa, karena sedikit sekali yang kita renungkan dalam hidup ini…
Saudaraku, sesungguhnya orang yang paling baik bukanlah orang yang tidak pernah melkukan sebuah kesalahan, karena tidak ada org yg terbebas dari kesalahan dan dosa. Namun orang yang paling baik adalah orang yang mau melakukan penyesalan diri guna memperbaiki kesalahan yg telah ia lakukan..
Dan tetaplah saudaraku, untukmu, jadilah org yg bersemangat kepada segala hal yg memberi manfaat ; selalu meminta pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa menjadi org yg tidak mampu untuk melakukan sesuatu..
Mulailah saudaraku kita menggerakkan hati, menggeser diri, menuju hijrah yang diridhoi. Bukankah Rasul telah bersabda “Diantara kebaikan bagi seorang muslim adalah, meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya” *H.R Muslim)
Saudaraku, ingatlah selalu nasihat indah ini. salah satu kepastian dalam hidup ini adalah, bahwa keburukan dan kebathilan pasti berakhir pada kesengsaraan dan kehancuran. Sementara kebaikan dan kebenaran akan berakhir pada kebahagiaan, kemenangan dan keabadian. Dan Sesungguhnya, perjalanan bersama kebatilan hanya bergulir sesaat, sementara perjalanan bersama kebaikan dan kebenaran berlangsung hingga akhir kehidupan. Semoga kita selalu setia menapaki jalan ini, hingga akhir dari sebuah perjalanan…
Dan marilah kita berdoa dan mengumandangkan bukti cinta kita terhadap -Nya “Ya Allah..aku berlindung kepadaMu dari hal-hal yg membuatku besar di mata manusia tapi kosong dimata Engkau..”
Untuk itu, tersenyumlah saudaraku…karena senyum itu ibadah..
Dan Bersiap-siagalah saudaraku, karena kewaspadaan terhadap setan yang tak pernah jenuh mengintai dan tak akan bosan membisikkan kejahatan akan selalu hadir untuk menghancurkan diri kita.
Saudaraku, Seseorang jika tidak dihimpun dan diikat oleh kebenaran, maka ia akan tercerai-berai oleh kebathilan…
Saudaraku, jagalah hatimu. Sesunggunya dakwah ini akan tegak dengan niat lurus para pejuangnya. Dakwah ini akan menyentuh dengan kebersihan hati para penegaknya, dan dakwah ini akan memberikan kontribusi kebaikan kepada bangsa, diawali ketika Allah memandang indah kepribadian dan hati para pecintanya.
Saudaraku, jagalah kepercayaan dirimu, sesungguhnya Yang pertama kali mesti kita percayai adalah diri kita sendiri…kalo kepada diri sendiri saja sudah tak lagi percaya, bagaimana mungkin akan percaya kepada selain diri sendiri ?
Saudaraku, jagalah ukhrawimu. Sesungguhnya Parameter kemenangan dan kekalahan yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah kemenangan atau kekalahan yang berkaitan dengan moral spiritual. Bahwa kesuksesan paling hakiki adalah kesuksesan akhirat. Seseorang tidak dilihat sejauh mana prestasi dunia yang dicapai, akan tetapi sejauh mana ia membangun mahligai kejayaan ukhrawi.
Dan saudaraku, dendangkanlah di setiap langkahmu. “Semoga kusetia di jalan ini….sampai akhir nanti….”
Saudaraku, pernahkah kau rasakan… lelah pencarian… saat resah menyerang rindumu… rindu akan segenap ampunanNYA… rindu dengan syafaat rasulNYA…
Dan ingatlah sebagai penghias rangkaian kata yang penuh arti ini, Diantara ciri kebahagaiaan dan kemenangan adalah, bila ilmu pengetahuanmu bertambah,maka bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangn. Setiap amal shalih bertambah, maka semakin takut kepada Allah lah yang kan kita dapatkan. Semakin bertambah usia, semakin berkurang ambisi keduniaan. Ketika harta bertambah, maka bertambah pula kedermawanan dan pemberian kepada sesama. Semakin tinggi kemampuan dan kedudukan, akan semakin dekat semua insan.
Dan sebagai penutup untukmu, ingatlah sukses dan gagal adalah dua istilah yg berlawanan, namun penyebabnya bisa sama, kesusahan dan kesenangan, harta, nafsu dunia, dan sebagainya. Oleh sebab itu, artikulasi kesuksesan dan kegagalan sangat berkaitan erat dengan tingkat kecerdasan mengelola diri, menentukan orientasi, dan kemampuan memanfaatkan momentum.
So, bersabarlah dan bersiap siagalah.
Wallahu a’lam bishawab.
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Khutbah : Mencium Tangan sebagai sarana Tabarruk
Mencium Kaki Guru, Siapakah yang Mengajari Anda Wahai Pak Muslim? ::
Berbeda pendapat ya silahkan. Tak mau dicium tangannya juga silahkan. Tak ada yang melarang. Tapi jika masalah itu khilafiyyah, minimal katakan kepada jamaahnya; bahwa ini masalah khilafiyyah diantara para ulama. Atau jangan-jangan tidak tahu kalau itu masalah khilafiyyah? Dulu kuliah jurusan apa?
Memangnya haram mencium tangan orang shalih? Kok cium tangan, Imam Muslim (w. 261 H) saja dulu malah ijin akan mencium kaki Kyainya; Imam Bukhari (w. 256 H).
قال محمد بن حمدون بن رستم: سمعت مسلم بن الحجاج، وجاء إلى البخاري فقال: دعني أقبل رجليك يا أستاذ الأستاذين، وسيد المحدثين، وطبيب الحديث في علله .(سير أعلام النبلاء ط الحديث، شمس الدين أبو عبد الله محمد بن أحمد بن عثمان بن قَايْماز الذهبي (المتوفى: 748هـ)، 10/ 100)
Bisa juga dibantah, itu kan Imam Muslim (w. 261 H) baru ijin mau mencium. Tak ada riwayat beliau benar-benar mencium. Jawabnya, memangnya ada juga riwayat yang menyebut bahwa Imam Bukhari (w. 256 H) menolaknya?
Okelah kalo itu kurang meyakinkan. Kita dengarkan saja petuah dari Syeikh Utsaimin (w. 1421 H).
المهم أن هذين الرجلين قبلا يد النبي صلى الله عليه وسلم ورجله فأقرهما على ذلك وفي هذا جواز تقبيل اليد والرجل للإنسان الكبير الشرف والعلم كذلك تقبيل اليد والرجل من الأب والأم وما أشبه ذلك لأن لهما حقا وهذا من التواضع. (شرح رياض الصالحين، محمد بن صالح بن محمد العثيمين (المتوفى: 1421هـ)،4/ 451)
Dua orang itu (tamu Nabi) memang telah mencium kaki Nabi Muhammad shallaallahu alaihi wasallam, Nabi mengakuinya tanpa mengingkari. Maka, hukumnya boleh mencium tangan dan kaki seseorang karena kemulyaannya, sebagaimana mencium tangan dan kaki Bapak maupun Ibu, karena memang hak mereka. Inilah bentuk dari sikap tawadhu’. (Utsaimin, Syarah Riyadh as-Shalihin, h. 4/ 451).
Justru kita bertanya-tanya, siapakah yang mengajari kalo mencium tangan atau kaki orang yang benar-benar shalih itu haram?
Kalo tak mau pakai pendapat yang membolehkan ya silahkan, minimal jamaah awam itu dikasih tau kalo masalah ini khilafiyyah, itu saja. Banyak ulama yang membolehkannya.
:: Tabarruk Dari Baju Imam Ahmad bin Hanbal ::
Berkaitan dengan masalah tabarruk. Lagi-lagi, jika tak percaya ada keberkahan atas bekas barang yang dipakai oleh orang shalih itu sah-sah saja. Tapi apa susahnya mengatakan bahwa ini masalah khilafiyyah.
Melarang muridnya meminum air minum bekasnya juga silahkan. Toh, jika orang itu benar-benar shalih, hampir tak ada yang merasa bahwa dirinya shalih. Justru yang merasa air bekasnya itu ada berkahnya, patut dicurigai keshalihannya.
Shalih; nama dari anaknya Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dulu rumahnya pernah terbakar. Beliau menikah dengan putri orang kaya. Jika ditaksir, rumah dan perabotan serta barang berharga yang terbakar ada sekitar 4.000 dinar. Jika kurs 1 dinar sekarang 2,5 juta, maka ada sekitar Rp10.000.000.000,-.
Bukan hal itu yang menjadikan Shalih sedih. Hal yang menjadikan Beliau bersedih adalah ternyata baju dari Bapaknya; Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) ada di dalam rumah, kemungkinan besar ikut terbakar.
Padahal baju itu dahulu dipakai oleh Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) untuk shalat, maka Shalih ingin bertabarruk dengan baju itu untuk shalat juga.
Alhamdulillah, ternyata saat padam kebarakan itu, ternyata baju Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) tetap utuh, padahal barang di sekelilingnya telah habis terlalap api. Kisahnya versi berbahasa arabnya seperti ini:
قالت فاطمة بنت أحمد بن حنبل وقع الحريق في بيت أخي صالح وكان قد تزوج إلى قوم مياسير فحملوا إليه جهازا شبيها بأربعة آلاف دينار فأكلته النار فجعل صالح يقول ما غمني ما ذهب مني إلا ثوب أبي كان يصلى فيه أتبرك به وأصلي فيه، قالت فطفئ الحريق ودخلوا فوجدوا الثوب على سرير قد أكلت النار ما حوله والثوب سالم .(الآداب الشرعية والمنح المرعية، محمد بن مفلح بن محمد بن مفرج، أبو عبد الله، شمس الدين المقدسي الرامينى ثم الصالحي الحنبلي (المتوفى: 763هـ)، 2/ 12)
Tabarruk dengan atsar orang shalih sebenarnya bukan hal baru. Ulama-ulama dulu telah menuliskannya di kitab mereka.
Sesekali baca saja kitab dari Imam Nawawi (w. 676 H); al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, h. 1/ 244. Baca pula karya Imam Sirajuddin Ibn al-Mulaqqin (w. 804 H); at-Taudhih li Syarh al-Jami’ as-Shahih, h. 4/ 305. Baca pula karya Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H); Fath al-Bari, h. 1/ 569, 3/ 144. Baca pula karya Badruddin al-Aini (w. 855 H); Umdat al-Qari, h. 3/ 75. Baca pula karya Syihabuddin al-Qasthalani (w. 923 H), Irsyad as-Sari, h. 2/ 396. Baca pula karya Imam as-Suyuthi (w. 911 H); Misbah az-Zujajah, h. 1/ 55. Baca pula karya as-Syaukani (w. 1250 H); Nail al-Authar, h. 4/ 40. Baca pula karya al-Adzim’abadi; Aunul Ma’bud, h. 11/ 70. Dan masih banyak lagi.
Itu ulama yang mengajari tentang bolehnya tabarruk dengan atsar orang shalih.
Jika memang dianggap tabarruk dengan atsar orang shalih itu sesat, maka nama-nama yang disebutkan diatas apakah juga dianggap ulama penyebar kesesatan? Tentu tak ada yang berani berkata seperti itu.
Jadi kalo ditanya; siapa yang mengajari tabarrukan dari bekasnya orang shalih, jawab saja “Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, Imam Suyuthi, dkk..” Wallahua'lam.
Hanif Luthfi
https://www.facebook.com/hanifluthfimuthohar/posts/10209495875973474
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Qabliyah Jumat, Emang Ada?
>
Qabliyah Jumat, Emang Ada?
Perkara qabliyah jumat ini sejak lama sudah ada perselisihan pendapatnya, yakni antara jumhur ulama dengan madzhab imam Ahmad bin Hanbal. Jumhur merujuk kepada beberapa teks yang menginformasikan itu, bahwa Nabi s.a.w. dan sahabat melakukan qabliyah. Imam Ahmad memahami itu berbeda, apa yang dikerjakan bukan qabliyah jumat, akan tetapi itu adalah shalat sunnah zawal.
Selain berbeda dalam memahami teks yang ada, jumhur dan madzhab al-hanabilah juga berbeda dalam memahami jumat itu sendiri. Bagi jumhur, jumat itu pengganti zuhur dengan bukti bahwa jika orang tertinggal jumat, entah itu sakit, tertidur atau karena memang ia orang yang bukan wajib jumatan, mereka wajib shalat zuhur.
Terlebih lagi bahwa waktu jumat pun waktunya sama seperti zuhur, yakni ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat (zawal). Maka hukum yang ada pada zuhur, berlaku juga (walau tidak semua) untuk jumatan. Salah satunya ialah adanya qabliyah itu sendiri.
Imam Ahmad melihat berbeda, jumat bukan zuhur. Zuhur tidak disyaratkan berjamaah, dan jumat ada syarat berjamaah yang tidak boleh tidak. Diperkuat lagi bahwa waktu jumat itu bukan waktu zuhur, tapi waktu zuhur itu mulainya waktu dhuha. Dan banyak teks syariah yang menunjukkan itu.
Pandangan ini juga berimbas pada hukum-hukum lainnya, seperti bolehnya menjama (jama' taqdim) jumat dengan ashar dalam pandangan jumhur. Akan tetapi tidak ada kebolehan menjama' jumat dengan ashar dalam pandangan al-Hanabilah. Tidak ada alasan menjamak jumat dengan ashar.
Kesimpulannya memang masalah qabliyah jumat ini masalah yang sejak awalnya sudah tidak disepakati. Mau ditarik ke kanan atau ke kiri sama saja, tidak ada yang keluar sebagai pemenang. Maka santai saja dalam menyikapi ini. tidak perlu ada yang saling menyalahkan apalagi sampai menghina.
Kita lihat, diantara 4 imam madzhab lainnya, beliau hidup di masa yang terakhir. Beliau hidup, Imam Abu Hanifah sudah wafat, Imam Malik juga sudah dikubur, dan Imam Syafi'i juga sudah lebih banyak pengikutnya. Artinya Imam Ahmad hidup di masa di mana pendapat bahwa adanya qabliyah jumat itu sudah establish dan diketahui secara umum oleh masyarakat. Tapi tidak pernah ada kata dari Imam Ahmad bahwa shalat qabliyah jumat itu bid'ah yang terlarang dilaksanakan dan yang mengerjakannya mendapatkan dosa. Tidak ada. Kita tidak pernah temukan itu.
Dan ulama-ulama dari kalangan jumhur pun begitu ramah. Kita tidak mendapati mereka dalam kitab-kitab mulia mereka menyalahkan Imam Ahmad dan ulama Hanabilah karena tidak memasukkan qabliyah jumat sebagai sunnah jumat. Tidak ada. Tak sekalipun kita dapati mereka menghina dan menyalahkan satu sama lainnya.
Maka, yang qabliyah ya monggo. Yang tidak suka itu juga tidak masalah. Agama ini membolehkan adanya perbedaan, tapi agama ini tidak merestui adanya permusuhan dan kebencian. –wallahu a'lam-
Ahmad Zarkasih, Lc
http://zarkasih20.blogspot.co.id/2015/12/qabliyah-jumat-emang-ada.html
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Langsung Sebulan?
Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Langsung Sebulan?
Niat itu urusan hati, bukan urusan lidah. Jika lidah saya menyebutkan “Sengaja aku sholat magrib” dalam versi bahasa arabnya, padahal waktu saya mengucapkannya dalam posisi saya sebagai guru, maka niat saya pada waktu mengajarkan kata-kata itu kepada murid, bukan berniat untuk sholat. Jadi niat itu perkara hati, dan menerjemahkan kalimat di dalam hati.
Urusan niat memang menjadi pokok segala perkara, bahkan sebagian besar Ulama’ kita punya kebiasaan ketika memulai tulisan mereka dengan bab niat. Niat itu menjadi pembeda antara yang berpaha dengan yang basa-biasa saja.
Jika setiap pagi kita mandi, mandinya itu biasa-basa saja, tapi jika mandinya kita itu diniatkan untuk menghilangkan hadats besar karena Allah swt. maka mandinya itu bernilai pahala.
Puasa itu dibagi menjadi dua macam: Puasa wajib dan puasa sunnah. Untuk puasa wajib semisal puasa ramadhan, puasa nadzar, puasa bayar hutang dan puasa kafarat para ulama’ mensyaratkan tabyit an-niyyah (membermalشmkan niat), maksudnya adalah meniatkan untuk puasa sebelum datang waktu subuh. Akan tetapi untuk urusan puasa sunnah sepertinya para ulama’ membolehkan untuk berniat kapan saja, malam atau siang.
Hal seperti ini seperti yang pernah dicontohkan oleh Rosul saw. dimana pada waktu itu beliau pulang kerumah menemui ‘Aisyah diwaktu dhuha, lalu bertanya: ‘Adakah makanan di rumah’? Aisyah menjawab: ‘tidak ada’, maka Rosul saw. mengatakan “Kakau begitu saya puasa saja”. Cerita inilah yang menjadi landasan Ulama’ dalam masalah niat puas sunnah.
Namun dalam rusan puasa wajib mereka berlandaskan hadits berikut:
من لم يبيت الصيام قبل طلوع الفجر فلا صيام له
“Siapa yang tidak berniat untuk berpuasa sebelum datang subuh, maka tidak ada puasa baginya” (HR. an-Nasa’i)
Namun yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah apakah niat itu harus dilakukan setiap malam? Atau bisa diborong pada malam pertama saja?
Untuk urusan ini setidaknya ada dua pendapat besar yang bisa menjadi rujukan kita bersama.
Pertama: Pendapat yang mengharuskan berniat setiap malam.
Pendapat ini dimotori oleh jumhur ulama’, mereka berpendapat bahwa niat itu harus dilakukan setiap malam, sebelum datangnya fajar, dan tidak bisa digabung. Jadi bagi mereka yang ingin berpuasa hendaknya saling mengingatkan untuk terus memperbarui niatnya.
Alasannya sederhanya saja, karena bagi mereka puasa itu ibadah yang setiap harinya berbeda dan terpisah, puasa hari pertama beda dengan hari kedua, puasa hari ke dua puluh berbeda dengan puasa hari ke dua puluh satu, dan begitu setrusnya.
Belum lagi kemungkinan ada orang yang yang tidak bisa bepuasa full, karena safar, sakit, atau sebab lainnya. Jadi kurang etis jika berniat sekali saja, berniat puasa 1 bulan, tapi ternyata puasanya hanya 25 hari saja misalya, karena 4 atau 5 harinya dia tidak bisa berpuasa.
Kedua: Boeleh berniat untuk 1 bulan
Pendapat kedua ini membolehkan bagi kita untuk berniat satu bulan pada malam pertama puasa, alasan mereka juga sederhana, masa’ ga’ boleh berniat puasa 1 bulan full? Toh kalaupun ada beberapa hari yang terlewat, itu tidak menghilangkan keabsahan niat satu bulan itu.
Ibadah haji misalnya, walaupun ritualnya itu memakan waktu berhari-hari, tapi nitanya tidak mesti diucapkan perhari. Bagi mereka puasa dan haji adalah ibadah yang menyatu. Ia adalah satu-kesatuan. Pendapat yang kedua ini dimotori oleh kalangan Mazhab Maliki.
Terus, yang bener yang mana?
Dalam ilmu fiqih dikenal dengan kaedah ‘al-Jam’u khoirun mina at-tarjih’ (Mengambil semua pendapat itu lebih baik ketimbang memilih yang satu dan menggugurkan pendapat yang lainnya). Itu artinya jika dalam sebuah kasus ada beberapa pendapat yang mu’tabar, maka tugas kita adalah berusaha sekuat mungkin untuk mengambil semua pendapat itu, jangan langsung memilih satu pendapat lalu membuang pendapat yang lainnya.
Dalam masalah niat ini misalnya, maka untuk kehati-hatian tidak ada salahnya jika kita memulai puasa itu dengan berniat puasa 1 bulan sebagaimana pendapat Mazhab Maliki, lalu kemudian jangan lupa pada setiap malamnya kita mengulang kembali niat itu sesuai dengan pendapat jumhur ulama', toh jika kita terlupa berniat kita sudah punya niat puasa 1 bulan full. Iya kan? Ini yang dimaksud dengan metode “al-Jam’u khoirun mina at-Tarjih”
wallahu A’lam Bis Showab
Saiyid Mahadhir
“Menuju Ramadhan dengan Keilmuan”
Twitter: @SaiyidMahadhir
0857 187 325 86 (sms)
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Shalat Tarawaih 2 atau 4 Rekaat?
Shalat Tarawaih 2 atau 4 Rekaat?
Pada dasarnya memang jumhur ulama 4 madzhab sepakat dalam berpendapat tentang sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari, yakni anjurannya dikerjakan dengan format 2 rakaat dan satu kali salam, bukan 4 rakaat dengan satu salam. Ini sesuai dengan hadits Nabi saw yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasul saw bersabda:صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
“sholat malam itu 2 (rakaat) 2 (rakaat), jika kalian takut akan datangnya subuh, maka sholatlah satu rakaat (witir) sebagai penutup” (Muttafaq ‘Alayh)
Karenanya jumhur ulama merutinkan shalat tarawih di malam ramadhan dengan format 2 rakaat 1 salam, karena memang shalat tarawih itu shalat sunnah yang dikerjakan malam hari. Dan salah satu hikmah sholat Tarawih itu dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaat, karena sholat tarawih itu sholat malam yang dilakukan secara berjamaah, akan lebih mudah dan lebih ringan buat para Jemaah jika setiap 2 rakaat ditutup dengan salam. Dan sebaliknya, akan terasa berat kalau harus menunggu 4 rakaat untuk salam.
4 Rakaat Langsung
Untuk masalah sholat tarawih 4 rakaat dengan satu salam sekaligus, ini masalah yang ulama belum sepakat, artinya masih berbeda pendapat. Ada yang membolehkan dan ada juga yang melarang. -Akan lebih jelas nanti di akhir artikel akan disediakan fatwa dari masing-masing madzhab fiqih tentang shalat sunnah malam 4 rakaat langsung-.
Dan sejatinya yang melakukan itu wajar-wajar saja sejatinya tidak perlu dierdebatkan terlalu tajam dan dalam. Para ulama yang membolehkan itu berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, Istri Nabi saw. Beliau berkata:
عن عائشة قَالَتْ : مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَل عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَل عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا
Dari Aisyah rahiyallahuanha berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat shalat di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Beliau shalat 4 rakaat, jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 4 rakaat lagi dan jangan juga ditanya tentang kebagusan dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat. (HR. Bukhari)
Kemudian didukung dengan riwayat lain, yakni riwayat tentang shalat witirnya Nabi s.a.w,. Beliau s.a.w. –dalam banyak riwayat hadits- pernah sholat witir langsung 3 rakaat dengan satu salam, pernah juga 5 rakaat dan 7 rakaat sekaligus. Kalau sholat sunnah malam itu harus 2 rakaat, pastilah Rasul memisahkan sholat witirnya 2 rakaat kemudian 1 rakaat, tapi tidak demikian, padahal witir juga termasuk sholat malam. Imam Ibnu KHuzaimah dalam Shahihnya (no. 1076) meriwayatkan:
عن عائشة : أن النبي صلى اللَّه عليه وسلم كان يُوتِرُ بخمس رَكعَات لا يجْلِسُ ولا يُسَلِّم إلا في الأخيرة مِنْهن
Dari ‘Aisyah: “Nabi saw pernah sholat malam sebanyak 13 rakaat didalamnya witir dengan 5 rakaat. Dia tidak duduk dalam witir tersebut kecuali dirakaat terakhir, kemudian salam.” (diriwayatkan juga oleh Imam al-Syafi’i dalam Musnad-nya Tartib al-Sanadi, Bab 20: Shalat Witir, 1/194)
Jumhur = Afdhal 2 Rakaat
Jumhur ulama menilai hadits sayyidah ‘Aisyah itu dengan pemahaman yang berbeda. Mereka mengatakan –dalam banyak kitab- bahwa maksud hadits sayyidah ‘Aisyah itu bukanlah Nabi s.a.w. shalat 4 rakaat langsung, akan tetapi Nabi s.a.w. shalatnya tetap 2 rakaat, akan tetapi beliau istirahat di setiap selesai 4 rakaat. Karenanya sayyidah ‘Aisyah mengatakan 4 rakaat, maksudnya setiap 4 istirahat.
Perkara shalat witir yang dikerjakan dengan jumlah langsung ganjil memang ada riwayatnya, akan tetapi riwayat bahwa Nabi s.a.w. memotong witirnya dengan 2 rakaat 2 rakaat lalu ditutup dengan satu ganjil pun tidak sedikit. Artinya tetap saja yang namanya shalat malam dianjurkan dengan 2 rakaat 1 salam.
Berikut apa kata ulama 4 mazhab tentang sholat tarawih 4 rakaat dengan satu salam:
Mazhab Hanafi:
لو صلى التَّرَاوِيحَ كُلَّهَا بِتَسْلِيمَةٍ وَاحِدَةٍ وَقَعَدَ في كل رَكْعَتَيْنِ إن الصَّحِيحَ أَنَّهُ يَجُوزُ عن الْكُلِّ لِأَنَّهُ قد أتى بِجَمِيعِ أَرْكَانِ الصَّلَاةِ وَشَرَائِطِهَا لِأَنَّ تَجْدِيدَ التَّحْرِيمَةِ لِكُلِّ رَكْعَتَيْنِ ليس بِشَرْطٍ عِنْدَنَا هذا إقعد على رَأْسِ الرَّكْعَتَيْنِ قَدْرَ التَّشَهُّدِ فَأَمَّا إذَا لم يَقْعُدْ فَسَدَتْ صَلَاتُهُ عِنْدَ مُحَمَّدٍ وَعِنْدَ أبي حَنِيفَةَ وَأَبِي يُوسُفَ يَجُوزُ
Jika seseorang itu sholat tarawih seluruhnya dengan hanya 1 salam saja, dan duduk tasyahud disetiap 2 rakaat, maka sholatnya itu sah, karena ia telah memenuhi rukun dan syarat-syarat sholatnya. Karena (menurut mazhab hanafi) memperbaharui takbir-Ihrom disetiap 2 rakaat itu bukan syarat sholat, itu dengan catatan bahwa ia duduk di setiap penghujung rakaat kedua untuk bertasyahud. Kalau ia tidak bertasyahud, maka shalatnya tidak sah menurut Muhammad bin al-Hasan, akan tetapi sah menurut Imam Abu Hanifah dan Ya’qub Abu Yusuf. (Bada’i Al-Shona’i 1/289)
Mazhab Maliki:
(وَ) يُسْتَحَبُّ أَنْ (يُسَلِّمَ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ) وَيُكْرَهُ تَأْخِيرُ السَّلَامِ بَعْدَ كُلِّ أَرْبَعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِيمَةٍ وَاحِدَةٍ الْأَفْضَلُ لَهُ السَّلَامُ بَعْدَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ
Sholat tarawih disunnahkan untuk dikerjakan 2 rakaat dengan satu salam. Dan makruh hukumnya untuk mengakhirkan salam samapi rakaat ke empat. Yang lebih afdhol itu salam distiap 2 rakaat. (al-Fawakih al-Diwani 1/319)
Mazhab Syafi’i:
فَلَوْ صلى أَرْبَعًا بِتَسْلِيمَةٍ لم يَصِحَّ لِشَبَهِهَا بِالْفَرْضِ في طَلَبِ الْجَمَاعَةِ
Jika seseorang melaksanakan sholat tarawih dengan 4 rakaat satu salam, sholatnya tidak sah. Karena kalau tarawih dikerjakan dengan 4 rakaat itu menyerupai sholat Fardhu dalam hal kesamaannya untuk dilakukan secara berjamaah. (Raudhoh al-Thalibin 1/334, Nihayatul Muhtaj 2/123, Ansal-Matholib 1/201)
Mazhab Hambali:
اعْلَمْ أَنَّ الْأَفْضَلَ فِي صَلَاةِ التَّطَوُّعِ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ: أَنْ يَكُونَ مَثْنَى، وَإِنْ زَادَ عَلَى ذَلِكَ صَحَّ، وَلَوْ جَاوَزَ ثَمَانِيًا لَيْلًا، أَوْ أَرْبَعًا نَهَارًا
Sesungguhnya yang Afdhol dalam melaksanakan sholat sunnah di siang dan malam hari itu 2 rakaat satu salam. Dan kalau lebih dari 2 rakaat itu sah. Dan bahkan sampai 8 rakaat di malam hari dan 4 rakaat di siang hari, dan inilah (pendapat) mazhab (hambali). (Al-Inshof 2/132)
Ahmad Zarkasih, Lc
Fb : https://www.facebook.com/zarkasih.ahmad
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
Kultum Ramadhan : Keutamaan Mengkhatamkan Al-Quran Di Bulan Ramadhan
Keutamaan Mengkhatamkan Al-Quran Di
Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan banyak berkahnya. Setiap muslim
pasti sering mendengar bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Quran. Hal ini tidak lain, karena pada bulan inilah
Al-Qur’an diturunkan.
شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ
الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)
Di bulan puasa, membaca al-Qur’an menjadi
amalan/ibadah yang sangat dianjurkan untuk ditingkatkan, selain ibadah-ibadah
yang lain, tentunya.
Hal ini juga diteladankan oleh Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
أن جبريل كان يعْرضُ عَلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ،
فَعرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه
“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan
Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada
bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam
Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali
(untuk mengokohkan dan memantapkannya)” ( HR. Bukhari no. 4614)
Nampaknya, spirit ini pula yang menjadi
pemicu para ulama mengonsentrasikan diri mereka untuk membaca al-Qur’an pada bulan
nan penuh kemuliaan ini. Bahkan ada di antara mereka ‘rela’ meliburkan taklim
demi lebih bisa memperbanyak bacaan al-Qur’an.
Mereka selalu membaca Al-Qur’an baik di
dalam shalat maupun di luar shalat.
Karena begitu intensnya mereka membaca
al-Qur’an, maka didapati; di antara
ulama Salafus Shalih mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam shalat Tarawih setiap
tiga malam sekali. Sebagian lain setiap tujuh malam sekali. Sementara sebagian
lainnya lagi mengkhatamkannya setiap sepuluh malam sekali.
Misal; Utsman bin Affan mengkhatamkan
Al-Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan, Imam Asy-Syafi’i dapat mengkhatamkan
Al-Qur’an sebanyak enam puluh kali di luar shalat dalam bulan Ramadhan.
Sementara Al-Aswad mengkhatamkannya setiap
dua hari sekali. Adapun Qatadah selalu mengkhatamkannya setiap tujuh hari
sekali di luar Ramadhan, sedangkan pada bulan Ramadhan beliau mengkhatamkannya
setiap tiga hari sekali. Dan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan beliau
mengkhatamkannya setiap malam.
Pada bulan Ramadhan Imam Az-Zuhri menutup
majelis-majelis hadits dan majlis-majlis ilmu yang biasa diisinya. Beliau
mengkhususkan diri membaca Al-Qur’an dari mushhaf. Demikian pula Imam
Ats-Tsauri, beliau meninggalkan ibadah-ibadah lain dan mengkhususkan diri untuk
membaca Al-Qur’an.
Siapa pun tentu sepakat bahwa nama-nama
ulama tersebut di atas adalah mereka fakih, alim, lagi sangat rajin ibadah di
keseharian mereka. Namun lihatlah, betapa berlipatnya semangat ibadah mereka
dalam bulan Ramadhan, terutama membaca al-Qur’an.
Dengan demikian, kita, yang kualitas
keilmuuan dan ibadahnya jauh dari mereka, berusaha sedemikian rupa dalam
bertaqorrub kepada Allah. Bermesra-mesralah sesering mungkin dengan al-Qur’an.
Canangkan berapa kali hatam yang akan
diwujudkan pada Ramadhan tahun ini? 3 kalikah? 5, 6, bahkan mungkin sampai
puluhan kali.
Rencanakan dan berusahalah untuk
mewujudkannya. Bukankah gagal merencanakan berarti telah merencanakan
kegagalan?
Dan sungguh bila kita mampu merealisakan
program-program baca al-Qur’an telah kita rancang, maka peluang untuk
memperboleh kebaikan nan berlipat ganda dari ibadah al-Qur’an akan sangat
berlimpah ruah.
Sedangkan keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak dijelaskan, salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
Begitu juga Sabda beliau,
مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468)
Akan tetapi hal ini bukan kewajiban, agar supaya bersegera dan tidak membaca secara perlahan-lahan. Ia tidak mencari kekhusyu’an dan tuma’ninah. Bahkan mencari hal ini (khusyu’ dan tuma’ninah) lebih utama daripada perhatian terhadap mengkhatamkan” (Majmu’ Fatawa bin Baz 15/324, Asy Syamilah)
Dan mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan bukanlah kewajiban akan tetapi kita diminta memperbanyak bacaan AL Qur'an, syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
ختم القرآن في رمضان للصائم ليس بأمر واجب ، ولكن ينبغي للإنسان في رمضان أن يكثر من قراءة القرآن
“Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa bukanlah perkara yang wajib. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan” (Majmu’ Fatawa wa Rasail 20/516)
diambil dari hidayatullah.com dng sedikit tambahan
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim |
dalil tentang turunnya al quran
ayat tentang turunnya al quran di bulan ramadhan
hadits turunnya al quran
ayat tentang nuzulul qur an
dalil al qur'an diturunkan kepada nabi muhammad
membaca alquran di bulan ramadhan disebut
peringatan turunnya al quran sering disebut dengan
al quran diturunkan dengan 7 huruf
bulan ramadhan 2017
pengertian bulan ramadhan
keistimewaan bulan ramadhan
artikel bulan ramadhan
ucapan ramadhan
puasa ramadhan dan hikmahnya
ramadhan maher zain
bulan ramadhan 2016
khutbah jumat tentang keutamaan membaca alquran
khutbah singkat tentang al quran
khutbah jumat membela al quran
khutbah jumat membela alquran
khutbah jumat singkat tentang al quran
materi khutbah jumat terbaik
khutbah jumat mencintai al quran
khutbah jumat yang mengharukan
pahala membaca al quran tanpa berwudhu
pahala membaca al quran dilipatgandakan sebanyak
keutamaan membaca alquran di rumah
keutamaan membaca alquran setelah shalat
pahala membaca al qur an terbata bata
keutamaan membaca al quran beserta dalilnya
membaca al quran merdu
pahala membaca al quran di bulan ramadhan
Subscribe to:
Posts (Atom)







