MENJAGA KETAKWAAN DI DI PENGHUJUNG AKHIR RAMADHAN
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
:
:
Jama’ah kaum muslimin
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan
taufik-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya untuk selalu
memperhatikan dan mengetahui nilai waktu-waktu kebaikan sehingga mereka
berusaha untuk mendapatkannya, mereka memahami mahalnya waktu sehingga mereka
berusaha untuk bersegera mengisinya; merekalah orang-orang yang bertakwa dan
berbuat baik.
Sholawat dan salam kepada junjungan kita, khatimul anbiya Nabi
Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in dan
pengikutnya hingga akhir zaman.
Jama’ah kaum muslimin
Setiap menjelang Ramadhan hingga menjelang akhir Ramadhan kita sering
mendapati khatib menyitir sebuah ayat :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS
Al-Baqarah: 183).
Dari ayat tersebut kita
mengambil beberapa kesimpulan tapi yang paling penting adalah perintah puasa
mempunyai tujuan yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Maka tentu agar
mendapat taqwa tidak bisa diraih hanya dengan puasa yang biasa-biasa saja.
Sebenarnya bukan hanya ayat
tentang puasa saja yang bertujuan agar
kita bertaqwa, masih banyak ayat lain yang semakna seperti
Perintah beribadah pada Allah
QS. Al-Baqarah [2] : 21
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
[2:21] Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu
dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
Perintah Teguh pada ajaran Islam
QS. Al-Baqarah [2] : ayat 63
وَإِذْ أَخَذْنَا
مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ
وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
[2:63] Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami
angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah
teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada
didalamnya, agar kamu bertakwa“.
Perintah Qishas
QS. Al-Baqarah [2] : ayat 179
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي
الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
[2:179] Dan dalam qisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai
orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.
Perintah Iktikaf
QS. Al-Baqarah [2] : ayat 187
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ
إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ
اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا
عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى
اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ
حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ
لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
[2:187] Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan
istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah
mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima
tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa
yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu
(perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Te-tapi jangan kamu campuri mereka,
ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah
kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia,
agar mereka bertakwa.
Perintah berdakwah
QS. Al-An’aam (Al-An’am) [6] : ayat 51
وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ
يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ
لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
[6:51] Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) itu kepada orang yang
takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi
mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka
bertakwa.
Perintah untuk
menjaga ukhuwah
QS. Al-An’aam (Al-An’am) [6] : ayat 153
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا
فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ
ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
[6:153] Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan
kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
Jama’ah kaum muslimin
Risalah pokok para nabi adalah bertakwa kepada Allah. Tanpa takwa,
hidup manusia tidak ada artinya. Apapun harta yang ia punya, apapum kedudukan
yang ia capai, semua itu hanyalah main-main ketika tidak dibarengi dengan
ketakwaan kepada Allah. Karenanya Allah swt. dalam Al Qur’an selalu mengajak
kepada takwa. Dalam surah Ali Imran 102, Allah swt berfirman:
يَايُّهـَا الَّذِينَ امَـنُوا اتَّـقُـوا
اللهَ حَـقَّ تُـقَـاتِـه وَلاَ تَـمُـوتُـنَّ اِلاَّ وَاَنـتُـمْ مُـسْلِـمُـونَ
”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam.”
Jadi bertakwa kepada Allah
adalah merupakan pesan dakwah yang harus senantiasa diulang-ulang di atas
mimbar. Rasulullah saw. selalu memulai pesan-pesannya dengan takwa. Imam Abu
Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits, di dalamnya
diceritakan bahwa Rasulullah saw. memberikan nasihat dengan wajah yang sangat
serius. Para sahabat mengira bahwa itu adalah nasihat terakhir. Banyak para
sahabat yang menangis. Isi nasihatnya ternyata hanya mengajak kepada takwa:
اُصِيْكُـمْ بِـتَـقْـوَى
الله بِالسَّـمْعِ وَالطَّـاعَـةِ
“aku berpesan agar kalian bertakwa kepada Allah dengan
bersungguh-sungguh mentaatinya”
Jama’ah kaum muslimin
Menurut ulama takwa adalah
berarti
عِبَارَةٌ عَنِ
امْتِثَالِ أَوَامِرِ اللهِ، وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًا وبَاطِنًا، مَعَ
اسْتِشْعَارِ التَّعْظِيْمِ لِلهِ، الهَيْبَة وَالخَشْيَة وَالرَّهْبَة مِنَ الله
“(Takwa adalah) istilah yang mengacu pada dilaksanakannya
perintah-perintah Allah dan dijauhinya larangan-larangan-Nya secara dhahir maupun
bathin, bersamaan dengan ikhtiar merasakan keagungan Allah, juga takut
kepada-Nya.”
Dari defini diatas ciri-ciri
yang diungkap ayat ini mempertegas bahwa takwa tidak semata berurusan dengan
ibadah fisik tapi juga ibadah batin. Muttaqin adalah orang yang sensitif akan
kebutuhan orang lain, berjiwa lembut, dan murah hati. Pesan takwa
adalah tema yang harus senantiasa dihidupkan dalam jiwa. Sebab tidak ada lain
tugas kita di dunia ini kecuali hanya menataati Allah swt.
Pertanyaanya adalah, Mengapa?
Pertama, sebab alam semesta yang kita tempati adalah milikNya. Maka
dialah yang paling berhak diikuti aturanNya. Dan untuk itu Dia telah mengutus
nabi-nabi supaya manusia tahu bagaimana cara menjalankan kewajiban kepadaNya.
Jadi tidak ada alasan untuk menghidari ajaranNya.
Kedua, Bahwa manusia tidak Allah bekali pengetahuan kecuali sedikit.
Dalam urusan dunia Allah bekalkan akal - dengannya manusia bisa mengembangkan
pengetahuannya. Tetapi untuk urusan kahirat akal harus tunduk kepada wahyu. Dan
memang akal tidak diberi kemapuan untuk mengarang-ngarang sendiri dalam masalah
cara beribadah kepada Allah. Karenanya ia harus ikut apa kata Allah dan
rasulNya.
Ketiga, bahwa kita semua sangat tergangtung kepada nikmat-nikmatNya.
Tidak ada yang kita miliki kecuali dari Allah swt. Maka alasan apa lagi untuk
tidak ikut Allah. Ditegaskan oleh Allah SWT di Al Quran Surat arrohman, dan ini
diulang2 sebanyak 30 kali
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Keempat, bahwa kita semua adalah milik Allah. Karenanya kita pasti
kelak akan kembali lagi kepadaNya. Dan kita pasti akan dimintai
pertanggungjawab atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Bukan
hanya nikmat harta dan fasilitas kebutuhan sehari-hari. Tetapi juga nikmat
anggota tubuh seperti mata, tangan dan lain sebagainya.
Semoga kita semua diberi
kekuatan untuk menggapai takwa dalam menjalani ibadah Ramadhan kali ini.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ
اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ
الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ
إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ
لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ
اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ
بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ
النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ
Bulan Ramadhan yang penuh
keberkahan telah berakhir. Siang hari dan malam-malamnya telah beranjak pergi
meninggalkan kita semua. Sebuah bulan yang di dalamnya umat Islam berpuasa pada
siang hari dan meramaikan masjid dengan shalat di malam harinya sudah
mengucapkan salam perpisahan. Ya, Ramadhan, bulan yang begitu banyak rahmat,
maghfirah, dan pembebasan dari neraka telah berlalu.
Sebagaimana kedatangan bulan
ini memberikan kabar gembira, perpisahan dengannya tentulah menyedihkan jiwa.
Perpisahan Ramadhan dengan orang-orang yang beriman adalah layaknya perpisahan
seorang kekasih dengan pujaan hatinya, perpisahan yang dikhawatirkan ini adalah
pertemuan terakhir dengannya.
Karena Ramadhan adalah bulan
diobralnya pahala, akan tetapi dilain pihak mereka patut bersedih apakah amalan
kita diterima atau tidak, apakah kita bertemu Ramadhan lagi di tahun depan atau
tidak.
Maka mari kita tetap jaga
amalan-amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan tahun ini.
Allah ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ (١٠٢)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama
Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)
Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian.
Jika telah berlalu puasa ramadhan maka seorang mukmin tidaklah
terputus dari ibadah puasa, bahkan ibadah puasa tetap disyariatkan sepanjang
tahun.
Jika telah berlalu sholat malam ramadhan maka seorang mukmin tidaklah
terputus dari ibadah sholat malam, bahkan ibadah sholat malam tetap
disyariatkan sepanjang tahun.
Jika telah berlalu sedekah ramadhan maka seorang mukmin tidaklah
terputus dari ibadah sedekah, bahkan ibadah sedekah tetap disyariatkan
sepanjang tahun.
Seorang ulama dari Yaman
mengingatkan agar kita tidak menjadi hamba Ramadhan
“Barangsiapa menyembah Allah karena bulan Ramadhan, ketahuilah sesungguhnya
Ramadhan telah berakhir, dan Barangsiapa menyembah Allah karena Allah semata,
maka sesungguhnya Dia selalu hidup dan tidak pernah mati”.
Ya Allah, teguhkanlah kami
diatas keimanan dan amal salih, hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik, dan
wafatkanlah kami dalam keadaan Islam dan gabungkanlah kami dengan orang-orang
salih.
اَللهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ
اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ
الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا
وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ
ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
![]() |
| GRIYA HILFAAZ Toko Busana Keluarga Muslim
Penelusuran yang terkait dengan takwa
|


EmoticonEmoticon