
Teladan Ulama dalam Mencari Ilmu Agama dan Beberapa Keutamaannya
Bismillah walhamdulillah,
segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat kelak.
Saudaraku yang
dirahmati Allah,
Kalau kita lihat
disekitar kita, kita akan melihat keadaan yang membuat kita sepatutnya sedih.
Kita melihat masjid-masjid sepi, baik sepi dari aktivitas kegiatan masjid
ataupun sepi dari orang-orang yang meramaikan masjid. Di daerah sekitar masjid
ini ada berapa orang yang muslim dan berapa orang yang aktif sholat berjamaah
di masjid, lalu dari yang aktif sholat jamaah berapa orang yang aktif
memakmurkan masjid. Mungkin hanya beberapa orang saja.
Selain itu kita
juga melihat minmnya pengetahuan agama saudara-saudara muslim. Dari anak-anak
kita lihat mereka banyak yang belum lancar baca al qur'an dan belum lancar
bacaan sholat. Yang dewasa masih banyak melakukan kesyirikan, percaya orang
pintar seperti baru baru saja fenomena Kandjeng Dimas dukun pengganda uang,
percaya dengan benda-benda yang dianggap mengandung kesaktian. Ini semua karena
umat Islam malas belajar agama. Umat islam jauh dari agama. Maka perlulah kita
semua mengurangi kebodohan-kebodohan itu dengan belajar ilmu agama. Tentu
dimulai dari kita sendiri, keluarga kita sendiri.
Saudaraku yang
dirahmati Allah,
Ilmu agama
merupakan hal yang sangat penting bagi setiap Muslim. Dengannya seorang Muslim
bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ilmu agama juga akan
memberikan tuntunan kepada setiap Muslim kepada jalan yang diridhai oleh Allah
dan RasulNya. Ilmu agama yang diamalkan dengan baik tentu akan menjadikan
pemiliknya bahagia di dunia dan di akhirat.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Dari Anas bin
Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.”(HR. Ibnu Majah)
Rasulullah mewajibkan tiap umat muslim belajar
agama. Tidak ada batasan hanya yang muda saja, atau laki-laki saja. Setiap dari kita
adalah penuntut ilmu, baik itu yang tua ataupun yang muda, baik laki-laki
maupun perempuan, semuanya wajib menuntut ilmu. Dan perlu diketahui pula, bahwa
menuntut ilmu agama tidak harus di pondok pesantren, namun bisa juga di masjid
dan tempat lainnya yang di sana ada majelis ilmu yang mengajarkan Al-Quran dan
As-Sunnah dengan benar. Atau juga dengan menonton TV, mendengar radio yang
mengajarkan Islam.
Saudaraku yang
dirahmati Allah,
Bila kita mendengar
kisah kisah ulama jaman dahulu dalam menuntut ilmu mungkin akan takjub. Umar bin Khathtab yang disibukkan
dengan perdagangan tidaklah lepas kesungguhannya untuk terus mempelajari ilmu
dari Rasulullah. Ia bergantian dengan sahabat Anshor Bani Umayyah bin Zaid
mendatangi majelisnya Nabi. Demikian juga yang lainnya, jika salah seorang
berhalangan, maka akan bertanya kepada yang hadir.
Abdullah bin ‘Abbas semasa hidupnya,
ia dikenal sangat gigih menimba ilmu dari para sahabat Rasulullah Sallallahu
‘alaihi Wa Sallam, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radhiallahu Anhu.
Tak heran anak paman Nabi ini mendapat gelar Turjumanul Qur’an (ahli tafsir
Qur’an). Bahkan karena kecerdasannya dalam masalah agama, ia diikutkan dalam
majelis syuro bersama sahabat-sahabat.
Al-Imam anNawawy
setiap hari membaca 12 jenis ilmu yang berbeda (Fiqh, Hadits, Tafsir, dsb..), Di masa Imam Nawawi hidup, dunia Islam
mengalami peristiwa-peristiwa besar. Kota Baghdad diserang oleh bangsa Tar-Tar.
Umat Islam pada zamannya mengalami pasang-surut, terutama karena sibuk dalam
menghadapi perang Salib. Akan tetapi dalam keadaan demikian beliau mampu
membuat kitab yang banyak dan berfaedah, bahkan kitabnya an
Nawawy lebih banyak dari pada umurnya 46 tahun dan beliau belum sempat menikah.
Atau bagaimana
perjalanan Bukhary dalam mencari hadits selama berbulan-bulan dari kota bukhara
afghanistan menuju Mekah bahkan juga ke Mesir, Syam, Baghdad (Iraq), Bashrah, Kufah, Al-Imam
Al-Bukhari menceritakan
tentang dirinya, “Aku telah menulis lebih dari seribu syaikh dari kalangan
ulama. Dan tidaklah aku memiliki satu hadits pun kecuali aku sebutkan sanadnya.
Tidak hanya manusia
biasa, para Nabi pun juga menuntut ilmu. Diantaranya Nabi Musa , alaihissalam,
kalimurahman. Beliau menutut ilmu pada Khidzir alaihissalam, sebagaimana Allah
kisahkan dalam surat al Kahfi ayat 60-82.
Dari firman Allah ta’ala,
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا
Dan (ingatlah)
ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan)
sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai
bertahun-tahun”.
Sampai perkataan Khidhir,
وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
“Bukanlah aku
melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan
perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”. (QS Al Kahfi: 82)
Faedah dari kisah ini bahwa para nabi pun juga
menuntut ilmu. Faedah lainnya, bahwa jangan sampai kita merasa sombong dan
tidak mau menuntut ilmu pada orang yang dibawah kita. Nabi Musa lebih mulia
karena beliau termasuk seorang Nabi ulil azmi, sedang Khidir masih
diperselisihkan kenabiaanya. Faedah lainnya juga bahwa hendaknya kita melakukan
safar untuk menuntut ilmu.
Saudaraku yang
dirahmati Allah,
Kenapa mereka
begitu semangat dan gigih dalam mencari ilmu? Ini semua dilakukan karena mereka
tahu fadhilah keutaman mencari ilmu. Banyak keutamaan yang akan diberikan
kepada orang-orang yang menempuh jalan atau pergi menuntut ilmu. Di antara
keutamaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Dimudahkan jalannya menuju surga
Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Dan barangsiapa
yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, Allah akan memudahkan
baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim dan yang lainnya. Dishahihkan oleh
Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 84.)
2. Para malaikat ridha apa yang
dikerjakannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ خَارِجٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ يَطْلُبُ الْعِلْمَ إِلَّا وَضَعَتْ لَهُ الْمَلائِكَةُ أَجْنِحَتَهَا، رِضًا بِمَا يَصْنَعُ
“Tidaklah
seseorang itu keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu, kecuali malaikat pasti
meletakkan (mengepakkan) sayap-sayapnya karena ridha dengan apa yang
dilakukannya.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Hadits ini
dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 85.)
3. Mendapatkan pahala haji secara
sempurna
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ
“Barangsiapa yang
pergi menuju masjid, dia tidak bermaksud kecuali untuk belajar kebaikan atau
untuk mengajarkannya, maka baginya pahala seperti berhaji secara sempurna.” (HR
Ath-Thabrani, hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam
Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 86.)
4. Kedudukannya
seperti orang-orang yang berjihad di jalan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَمَنْ جَاءَ بِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
“Barangsiapa yang
mendatangi masjidku ini (yaitu Masjid An-Nabawi) tidaklah ia datang kecuali
untuk kebaikan yang akan dipelajari atau diajarkannya, maka ia berada di
kedudukan seperti orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa
yang datang dengan niat selain itu, maka kedudukannya laksana seorang laki-laki
yang hanya memandang-mandang barang (perbekalan) saudaranya.” (HR Ibnu Majah
dan Al-Baihaqi. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih
At-Targhib wa At-Tarhib no. 87.)
Di dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barangsiapa
keluar (dari rumahnya) dalam rangka menuntut ilmu, maka ia berada di jalan
Allah hingga ia pulang.” (HR At-Tirmidzi, hadits ini dinilai hasan li ghairihi
oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 88.)
4. Diangkat derajatnya
Allah pun telah berfirman tentang Nabi Yusuf ‘alaihis salaam:
نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّن نَّشَاءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ
“…Kami angkat derajat orang yang Kami
kehendaki, dan diatas setiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha
Mengetahui.” [Yusuf: 76]
Disebutkan bahwa tafsir ayat di atas adalah
bahwasanya Kami (Allah) mengangkat derajat siapa saja yang Kami kehendaki
dengan sebab ilmu. Sebagaimana Kami telah mengangkat derajat Yusuf ‘alaihis
salaam di atas saudara-saudaranya dengan sebab ilmunya.
Demikianlah beberapa hadits yang menunjukkan
dengan jelas tentang keutamaan yang akan diberikan kepada orang-orang yang
pergi atau menempuh suatu jalan dalam rangka belajar ilmu agama. Marilah kita
luangkan waktu kita untuk bisa menghadiri majelis-majelis ilmu yang di dalamnya
diajarkan Al-Quran dan As-Sunnah dengan benar, agar keutamaan-keutamaan
tersebut bisa kita raih.
Kewajiban Bagi
Penuntut Ilmu
Jika seorang penuntut ilmu mendapatkan taufiq
untuk bisa mengambil manfaat dari ilmunya, hendaknya dia juga bersemangat untuk
menyampaikan ilmu dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Dalam rangka
mengamalkan firman Allah ta’ala :
وَالْعَصْرِ
(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
(2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
(3) [سورة العصر]
“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [Al Ashr :1-3]
Didalam ayat yang mulia ini, Allah ta’ala
bersumpah bahwa manusia semunya mengalami kerugian, tidak ada seorangpun yang
selamat dari kerugian kecuali orang yang beriman, berilmu, mengamalkan ilmunya,
mendakwahkannya kepada orang lain serta bersabar atas gangguan yang menimpanya.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa
kedudukan ilmu dan beramal dengannya itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana
dinukil oleh Adz Dzahabi rahimahullah di Siyaru A’laamin Nubalaa dari Muhammad
bin An Nadhr, dia berkata :
“Ilmu yang pertama kali adalah mendengar dan
diam, kemudian menghafal, mengamalkan lalu menyebarkannya.”
Orang yang menyebarkan ilmu akan memperoleh
pahala yang besar, karena setiap kali ada orang yang mengambil faedah dari ilmu
yang dia sebarkan dan dakwahkan akan dicatat baginya pahala sebagaimana pahala
orang yang mengamalkan dakwahnya tersebut. Sebagaimana sabda Nabishallallahu
‘alaihi wa sallam :
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang
menyeru kepada petunjuk maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang
mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.”
Maka setiap kali ada orang yang mengambil manfaat dari ilmunya
maka akan dicatat pahala baginya. Tidak diragukan bahwa ini menunjukkan akan
keutamaan mengajarkan ilmu dan memberi manfaat kepada manusia. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Allah memberikan
petunjuk kepada satu orang disebabkan karena kamu, maka hal itu lebih baik dari
pada onta merah (harta yang paling mahal).”
Kita meminta kepada Allah, Rabb arsy yang agung, kita meminta
dengan menyebut nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang tinggi agar
menganugerahkan kita semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Menunjuki kita
kepada jalan-Nya yang lurus, memperbaiki semua keadaan kita dan tidak membiarkan
kita bersandar pada diri kita sendiri meskipun hanya sesaat.
Wallahu a’lam bisshowab.
Alhamdulillah Rabbil Alamin
Abu Ikmal.
Searches related to keutamaan mencari ilmu
kisah sahabat dalam menuntut ilmu
kisah inspiratif dalam menuntut ilmu
kisah teladan menuntut ilmu
kisah perjuangan menuntut ilmu
cara ulama menuntut ilmu
perjalanan ulama menuntut ilmu
tokoh teladan menuntut ilmu dalam islam
kisah ulama salaf dalam menuntut ilmu
bagaimanakah cara seseorang agar memiliki ilmu
sebutkan keutamaan orang yang menuntut ilmu
hadits keutamaan menuntut ilmu
ceramah keutamaan menuntut ilmu
jelaskan keutamaan orang yang mencari ilmu
tulislah keutamaan mencari ilmu
makalah keutamaan menuntut ilmu
pengertian menuntut ilmu
kisah sahabat dalam menuntut ilmu
kisah inspiratif dalam menuntut ilmu
kisah teladan menuntut ilmu
kisah perjuangan menuntut ilmu
cara ulama menuntut ilmu
perjalanan ulama menuntut ilmu
tokoh teladan menuntut ilmu dalam islam
kisah ulama salaf dalam menuntut ilmu
bagaimanakah cara seseorang agar memiliki ilmu
sebutkan keutamaan orang yang menuntut ilmu
hadits keutamaan menuntut ilmu
ceramah keutamaan menuntut ilmu
jelaskan keutamaan orang yang mencari ilmu
tulislah keutamaan mencari ilmu
makalah keutamaan menuntut ilmu
pengertian menuntut ilmu

1 komentar so far
Appreciate the recommendation. Let me try it out. netflix login member
EmoticonEmoticon