Khutbah Jum'at : Mencari Pemimpin Yang Adil


Khutbah Jum'at : Mencari Pemimpin Yang Adil 





Hari ini kita akan membincang topik yang menjadi kepentingan kita bersama buat kemaslahatan hidup berbangsa dan bernegara di masa mendatang. Topik itu adalah tentang kepemimpinan yang didambakan dan peran kita dalam mewujudkannya.

Pemimpin dalam sebuah negeri memegang peranan penting dalam menentukan kendali hidup berbangsa. Pemimpin yang baik akan mengajak ummatnya berbuat baik dan memberikan contoh yang baik buat rakyatnya. Sebaliknya, pemimpin yang tidak baik, paling minimal tidak akan peduli dengan kebaikan, atau bahkan memusuhi kebaikan, dan dia sendiri secara langsung atau tidak langsung akan menjadi panutan tidak baik bagi rakyatnya. Dalam konteks inilah mengapa kita selaku rakyat biasa memiliki kepentingan untuk ikut berbicara tentang kepemimpinan.

Tentang kepemimpinan ideal dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan rakyatnya, Rasulullah saw bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ :
1- إِمَامٌ عَادِلٌ 
2- وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ 
3- وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ 
4- وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ 
5- وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ 
6- وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ 
7- وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاه (رواه البخاري)

Dari Abi Hurairah, dari Nabi saw bersabda : “ Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada tempat bernaung kecuali dengan naungan-Nya :

1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya
3. Seseorang yang hatinya selalu tertambat dengan masjid
4. Dua orang yang saling mencinta karena Allah; mereka bertemu dan berpisah hanya karena-Nya.
5. Seorang laki-laki yang diajak (berbuat mesum) oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan lagi cantik, lalu laki-laki tersebut menolak dan berkata: "saya takut kepada Allah" 
6. Seseorang mengeluarkan sedekah secara sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.
7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dengan menyendiri, lalu air matanya mengucur.
Hadits di atas mengisyaratkan kepada kita bahwa pemimpin yang harus kita cari adalah pemimpin yang adil, yang dalam Al Qur’an dicirikan sebagai pemimpin yang shaleh, memiliki ketangguhan fisik, keluasan ilmu, bekerja profesional dan amanah. Allah swt berfirman :

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ (الأنبياء : 105)
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur (seluruh kitab yang diturunkan kepada nabi-Nya), sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh” (Al Anbiya’ : 105)

Allah berfirman :
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة : 247)
Nabi mereka mengatakan kepada mereka : “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab : “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata : “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah : 247)

Dengan kriteria di atas, diharapkan mereka mampu menjalankan program-program sebagai berikut :

a. Mampu menegakkan keadilan terhadap rakyat, tidak mendzalimi mereka
b. Menyebarkan rasa aman dan damai
c. Menyediakan kebutuhan hajat hidup orang banyak
d. Memanfaatkan potensi SDA untuk kesejahteraan rakyat

Terpilihnya pemimpin yang adil menurut hadits di atas akan membawa dampak positif buat rakyatnya. Suasana masyarakat yang tercipta bersama pemimpin yang adil menurut hadits di atas antara lain :

1. Tumbuhnya generasi muda dalam lingkungan ibadah. Dalam hadits di atas disebutkan : وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّه ( Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya ). Para pemudanya terpacu untuk melakukan hal-hal produktif dengan orientasi ibadah. Negara tidak dibuat pusing karena banyaknya pelajar yang tawuran, mabuk-mabukkan, narkoba, dan perbuatan negatif lainnya. Kalau pemimpin lemah maka akan mudah pihak asing memasukkan narkoba ke Indonesia. memasukkan segala budaya asing yang buruk ke Indonesia. Ini yang akan merusak generasi kita mendatang menjadi generasi yang lemah dan malas ibadah.

2. Menciptakan masyarakat yang cinta masjid (وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ )
Pemimpin yang adil mendorong rakyatnya untuk menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan. Di sana mereka mengkaji ayat-ayat Allah untuk mereka implementasikan buat memakmurkan bumi. Mereka tidak menghabiskan waktu mereka di kafe-kafe, klub malam dan sebagainya. Bukan malah menuduh masjid sebagai penyebar terorisme, penyebar kebencian sesama warga negara. Bahkan khutbah di masjid dilarang membahas kepemimpinan atau politik, padahal Islam itu syumul dan mengatur segala hal termasuk dalam hal memilih pemimpin.

3. Terbinanya hubungan sosial yang berlandaskan prinsip saling mahabbah, (cinta);
( وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ )
Dalam Islam hubungan antar masyarakat diukur dengan kedekatan atau jauhnya seseorang dengan Allah swt. Maka seorang muslim harus mencintai kerabatnya karena kerabatnya mencintai Allah dan menaati perintah-Nya. Dan dia tidak boleh mendukung sahabatnya jika mereka tidak menaati perintah Allah. Hidup masyarakat muslim bukan berprinsip kepada slogan oportunis; ada uang abang disayang, tidak ada uang abang melayang. Prinsip oportunis ini akan membuat orang selalu terinspirasi untuk mengumpulkan uang dengan cara apapun demi mendapatkan kehormatan di tengah masyarakatnya. Sekarang masyarakat kita terpecah belah dan saling curiga. Ulama dan habaib semakin tidak di hormati. Fatwa-fatwa dan anjurannya disepelakan. Maka pentingnya pemimpin yang adil dalam segala hal.

4. Terciptanya masyarakat anti pornografi 
) وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ )
Pemimpin yang adil peduli dengan moral anak bangsanya. Di antara agenda pemimpin yang adil yang diisyaratkan oleh Rasulullah adalah menata hubungan antar lawan jenis sesuai syariat; dan menolak setiap tindakan yang dapat mengundang kepada perbuatan zina. Pornografi, pornoaksi dan seks bebas adalah di antara PR besar pemimpin kita ke depan. Pornografi sekarang mudah diakses sehingga banyak anak-anak kita yang masih SD pun sudah kecanduan pornografi. Coba bapak sesekali cek hp anak-anaknya.

5. Terciptanya masyarakat yang suka berkorban dan empati terhadap yang lemah 
)وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُه )
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mau berkorban buat kemaslahaan bangsanya. Pemimpin seperti ini pasti akan diikuti oleh rakyatnya. Mereka pasti rela berkorban untuk kemaslahatan bersama. Tetapi jika pemimpin hanya berkorban dalam jargon, maka masyarakat akan bersikap sinis dan apatis. Kita lihat korban korban dari perusahaan yang meracuni masyarakat dan membuang limbah sembarangan, ketika kita mengadu ke masyarakat apakah ada bantuan yang riil dari pemerintah daerah maupun pusat.

6. Terciptanya masyarakat yang gemar beribadah dalam keheningan
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاه
Masyarakat bersih, yang saling mencinta hanya karena Allah, menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan, menolak pornografi, dan suka berinfaq akan membuat hati mereka bersih, mudah menyimak dan menyerap pesan-pesan Allah, sehingga mata mereka mudah mengucurkan air mata. Sebaliknya lingkungan yang kotor akan berdampak kepada hati, sehingga menjadi keras dan susah mengeluarkan air mata.
Mudah-mudahan pilkada dan pemilu kelak dapat kita jadikan ajang untuk beribadah buat memilih pemimpin yang mendekati kriteria yang diisyaratkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Karenanya, suara kita harus kita jatuhkan kepada sasaran yang tepat



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO 
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo 
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316 

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter 
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com 
💈IG : @ikadi_nguter 
💈Telegram : @ikadi_nguter 
💈Fb.: Tausiyah Singkat 
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin 


Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita


 
اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَةِ شَهْرَ الطَّاعَاتِ وَالْمَبَرَّاتِ شَهْرَ الصّيَامِ وَالْقِيَامِ وَأشْهَدُ أنْ لا اِلهَ اِلااللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنْفَرِدُ بِالْوَحْدَانِيّةِ وَالْقُدْرَةِ الّذِى فَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالاَيَّامِ عَلَى بَعْضٍ وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مِنَ الشُّهُوْرِالْعِظَامِ وَأيَّامَهُ مِنَ الايَّامِ الْكِرَامِ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى أرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اللّهُمَّ صَلِّ وِسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ لِقَاءِ رَبِّهِمْ.
فقد قال الله تعالى في كتابه الكريم : اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ () خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ () اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ () الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ () عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (*) 
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ
 
Hadirin kaum Muslimin jamaah shalat Jum'at yang mulia.
 
Puji syukur pada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua, terutama nikmat iman, islam dan kesehatan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulallah SAW dan para ahli keluarganya yang suci dan mulia.
Selaku khatib, saya berpesan pada diri sendiri dan jamaah sekalian: mari tingkatkan selalu ketakwaan kita kepada Allah SWT, agar kita mendapatkan kesuksesan hidup dunia dan akherat. Amin.
 

Khutbah Jum'at : Meminta Pada Allah Pertolongan Iman Syukur dan Ibadah yang Baik

Oleh : Ustadz Ir. Badri Muhammad
dari IKADI Kab. Bogor

Sebuah inspirasi dari salah seorang sahabat Rasulullah  yang banyak menghapal Alqur’an dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW bernama Mu’adz bin Jabal, Beliau memiliki kepribadian yang agung dan mulia, memiliki keberanian dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah saat beliau diamanatkan sebagai Khotib petinggi di negeri Yaman.

Sebelum berangkat Rasulullah SAW berwasiat dalam sabdanya  pada Mu’adz bin Jabar :
“Dengarkan aku ya Muadz, hendaklah engkau tidak tinggalkan setiap bada shalat fardhu mengungkapkan doa yang disampaikan kepada Allah SWT : Allahumma a’inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa iman kepada-Mu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatmu, Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku untuk senantiasa membaguskan ibadahku kepada-Mu)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Rasulullah SAW menyadari sebagai seorang calon pemimpin, Muadz pasti akan menanggung beban yang sangat berat sehingga dia harus di back up dan diberi dorongan, dukungan dan pertolongan. Dan tidak ada pertolongan yang sempurna kecuali pertolongan Allah SWT.

Seperti kita setiap hari mengumandangkan dalam shalat kita “iyya kana’ budu wa iyya kanas taiin” oleh karenanya  kita tingkatkan ibroh dan dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW agar senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Doa yang dipanjatkan yang diajarkan oleh nabi mengandung makna yang sangat dalam  ada tausiyah yang diberikan dalam doa tersebut :

1. Wasilah, dengan satu sarana meminta pertolongan kepada Allah
Dengan cara melihat Allah SWT, dengan cara Dzikrullah karena inilah yang akan menyebabkan diri kita akan lebih termotivasi dalam menjalankan kehidupan ini dan juga menghadapi tantangan dalam kehidupan ini. Seorang yang berkualitas dalam dzikirnya tidak cukup dengan hanya dzikir kepada Allah akan tetapi hatinya juga bertaut dengan nilai-nilai dzikir tersebut

Diungkapkan dalam surah Al-Anfal (8) ayat 2 :


إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (QS. Al-Anfaal/8:2)

Ma'ashiral muslimin rahimakumullah, sidang Jumat yang berbahagia,
Diharapkan kepada diri kita saat kita ingat kepada Allah SWT dengan berdzikir kepadanya  maka munculah getaran-getaran jiwa yang akan menimbulkan rasa takut yang sangat akan siksa Allah SWT dan pada saat yang bersamaan akan muncul rasa haru untuk masuk ke dalam surganya Allah…Amin Ya Rabbal Alamin…..Oleh karenanya orang yang beriman ketika ingat kepada Allah SWT akan semakin meningkat pula ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Contoh yang paling konkrit di masa Rasulullah SAW adalah pada saat Rasulullah SAW akan melaksanakan perang  jihad akbar, yang bernama perang Badar. Beliau pada malam harinya mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT kemudian dikabulkan oleh Allah SWT dalam bentuk pertolongannya  : ittatabiu arrottum dst…“Ketika engkau memohon pertolongan kepadaku dengan mengangkat tanganmu  maka aku mengijabah semua  permintaanmu dengan mengirim beribu-ribu bala bantuan malaikat”

Oleh karenanya setiap kesempatan marilah sama-sama kita gunakan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan taqwa pertama kita tersebut yaitu dzikrullah...

2. Bersyukur terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada atas nikmat-nikmatnya.

Allah SWT telah memberikan kehidupan, badan, uang, mimpi dan lain sebagainya. Tanggung jawab dan beban kita adalah bagaimana kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT di QS. Ibrahim/14 ayat  7 :


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ


"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim/7:2)

Mari kita bersama-sama kita upayakan diri kita untuk pandai dalam mensyukuri nikmat kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam kehidupan kita.

Alim ulama mengajarkan kepada kita syukur yang hakiki adalah :
1.   Syukur dengan hati yaitu mengakui semua pemberian Allah SWT, bukan karena karena kerja keras atau kepintaran kita
2.   Syukur dengan lisan yaitu dengan mengungkapkan perasaan ucapan terima kasih kepada Allah SWT minimal dengan mengucapan Allamdulillahirobbilalamin atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua.
3.   Syukur dengan beramal sholeh dalam kehidupan kita sehari-hari.

3.   Khusnul Ibadah, dimana ciri-ciri orang yang khusnul ibadah adalah peribadahannya hanya ditunjukkan kepada Allah SWT dengan niat yang ikhlas, dengan senantiasa mengikuti apa yang pernah di contohkan oleh Rasulallah SAW

Mudah-mudahan Allah memberikan kemenangan pada diri kita, memberikan pertolongannya kepada kita, memberikan kesuksesan dalam perjalanan kehidupan ini sehingga bahagia kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Wallahu A'lam Bishshawab.





IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Download Murottal Komplet Syaikh Abdullah bin 'Awad al-Juhani

Syaikh 'Abdullah bin 'Awad al-Juhani

Beliau lahir pada 1396 H di Madinah.
Beliau belajar di Fakultas al-Qur`anul Karim di Jami'ah Islamiyah.
Beliau termasuk yang dimuliakan oleh Allah I sebagai imam dari keempat masjid yang memiliki kedudukan terbesar di hati kaum Muslimin, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba' dan Masjid Qiblatain.
Beliau sekarang adalah Mahasiswa S2 di Ummul Qura'. Pada usia 16 tahun beliau telah mengikuti lomba hafal Qur`an di Makkah dan memperoleh peringkat pertama.
Dalam hal membaca al-Qur`an beliau telah diijazahi oleh para ulama Qiraah yang bertaraf Internasional yang terkenal di antaranya adalah: Syaikh az-Ziyat j , Syaikh Ibrahim al-Akhdhor Ulama ahli Qur`an di Masjidil Haram, dan DR. 'Ali al-Khudzaifi, Imam Masjid Nabawi di Madinah.

Salah satu Imam yang cukup mengagetkan dunia, karena seorang yang bernama Abdullah bin Awwad bin Fahd bin Mayoof bin Abdullah bin Muhammad bin Kadyuwan Al-Humaimi Al-Dhabyani Al-Juhani ini pernah ditawari untuk menjadi Imam di salah satu Masjid di Washington DC, Amerika. Tidak salah memang rupanya, beliau pernah mendapat penghargaan Kompetisi Tilawah al-Quran Makkah (1992) di usia berumur 16 tahun dan sering menjadi Imam di banyak Masjid seperti :
  1. Imam Masjid Qiblatain (1996 - 1997)
  2. Imam Masjid Nabawi (1997 - 2002)
  3. Imam Masjid Quba (2002 - 2005)
  4. Imam Tarawih Masjidil Haram (2006 dan 2007)
  5. Imam Masjidil Haram


Silahkan Untuk Link Complete Download bisa disini atau disini 
Streaming bisa juga disini





IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

maher al muaiqly wife
mahir al muaiqly website
sheikh mahir history
maher al muaiqly biography
maher al mueaqly mother
biografi abdurrahman al ausy
abdul rahman al sudais age
sheikh maher al muaiqly
biografi syaikh abdullah al matrood abdullah al matrood full quran mp3 download biografi abdullah al matrood wikipedia murottal al mathrud high quality gaji imam di makkah syarat menjadi imam besar masjidil haram imam masjidil haram sekarang abdullah al matrood juz amma daftar gaji imam masjidil haram Penelusuran yang terkait dengan al matrood biografi syaikh abdullah al mathrud abdullah al matrood juz amma murotal al mathrud high quality abdullah al matrood wikipedia biografi abdullah al matrood wikipedia al mathrud yasin murottal al quran ahmad saud syekh al matrud download murottal anakmurottal al quran paling merdudownload murottal misyari rasyidmurotal quran imam masjidil haramdownload mp3 alquran 30 juz fullmurotal al quran yusuf mansyurmurottal al quran terbaikmurottal adalahkumpulan murottal merdudownload murottal alquran imam masjidil harammurottal al quran mp3murottal al quran anakmurottal terbaik internasionalmurottal terbaik timur tengahdownload murottal terbaik duniamurottal al quran syeikh abdullah al-mathrudSearches related to kumpulan murottal merdumurottal merdu menangislantunan ayat suci al quran merdu mp3download bacaan alquran merdu wanitamurottal merdu anakdownload mp3 murottal quranmurottal merdu syaikhbacaan alquran yg merdu lunak menangis mendengarnyamurottal syaikh mahmud khalil al-husairiSearches related to lantunan ayat suci al quran merdu mp3download lantunan ayat suci alquran seorang anak bersuara merdudownload mp3 alquran gratisdownload mp3 alquran 30 juz suara merdubacaan al quran yang sangat merdu mp3 downloaddownload mp3 lantunan ayat suci alquranlantunan ayat suci alquran imam masjidil harambacaan ayat suci al quran 30 juzukbacaan alquran merdu bangettt anda harus dengar (qs.yusuf ) mp3download murottal anakmurottal al quran paling merdudownload murottal mp3murotal quran imam masjidil harammurottal al quran terbaikmurotal al quran yusuf mansyurdownload murottal misyari rasyid abdullah al juhani full quran
hasan bin abdullah al awadh full quran mp3 download
saleh al talib
sheikh juhany song download
abdullah al juhani quran recitation
shaikh abdullah al juhani 1419 1999
abdulmohsen al qasim
salah al budair

Download Murottal Komplet Syaikh Maher bin Hamad Al Mu'aiqly

Mahir al-Mu'aiqly

Maher bin Hamad Al Mu'aiqly (Bahasa Arab: الشيخ ماهر بن حمد المعيقلي) lahir pada tanggal 7 Januari 1969, adalah seorang imam Masjid besar[1] kota suci Mekkah, yakni [[Masjidil Haram.
Keluarga Maher berasal dari kota Yanbu, Arab Saudi, ia diberi nama Al-Mua'iqly karena ayahnya berasal dari kafilah Balwa. Ibunya, Sa'imah binti Mahmud as-Sisi berasal dari kafilah Hijazi dari Madinah. Beberapa orang menganggap bahwa ibunya merupakan seorang imigran dari Pakistan; tetapi, informasi ini salah, hal ini diutarakan oleh Mijanul, saudara laki-laki Mu'aiqly

Maher memiliki 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Pada tahun 2014, Al Mu'aiqly mengunjungi Kyrgyzstan dari Mei 14-16..[2]
Syaikh Mahir bin Hamd al-Mu’aiqili (Imam Masjidil Haram ke VI), lahir dan besar di Madinah kemudian beberapa tahun yang lalu pindah ke Makkah al-Mukarramah sebagai pengajar di Sekolah Menengah.
Beliau diangkat sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1428 H, yang sebelumnya beliau adalah Imam Masjid Nabawi pada tahun 1427 H.


Sheikh Maher Al Muaiqly Sheikh Maher bin Hamad Al Muaiqly, lahir di kota Madinah pada tahun 1969. Dia berasal dari klan Al Minarily dari Yanbu. Beberapa Orang mengklaim bahwa ibunya adalah seorang Imigran Pakistan namun klaim tersebut ditolak oleh Maher's Brother di Twitter. Dia adalah murid Matematika yang tajam dan segera setelah dia menyelesaikan Pendidikan Tinggi, dia mulai mengajar Matematika juga. Setelah beberapa saat mengajar Matematika dia pergi ke Makkah dan memulai karir Sheikh-nya. Ia juga mulai memimpin shalatnya berbagai mesjid di Makkah dan Madinah. Dan selama bulan Ramadhan, masjid dimana dia biasa memimpin Tarawee akan meluap dengan orang-orang percaya yang ingin sholat di belakangnya dan mendengarkan ceramahnya. Segera dia terkenal di sekitar Madinah dan kemudian dia diangkat sebagai Penasihat Pangeran Abdul Majid di Makkah Syekh Menikahi dan memiliki 4 anak. Segera setelah dia meninggalkan pekerjaannya sebagai penasihat dan mulai mengajar di Universitas Raja Abdullah Saud di Makkah. Dia kemudian Diangkat untuk memimpin Tarawee di Masjid Al Nabawi pada tahun 1426 dan 1427 (2005 dan 2006). Pada 1427 setelah Ramadan suaranya menjadi terkenal di sekitar Makkah dan Madinah. Sementara itu ia mulai mengerjakan Masters-nya dan kemudian PHD di Universitas Umm Al Qura. Ia menyelesaikan doktor di tahun 2012 Akhirnya di tahun 1428 (2007), ia diangkat untuk memimpin Tarawee di Masjid Al Haram, Makkah dan tak lama setelah Ramadan diangkat sebagai Imam Tetap. Dia dulu memimpin Tarawee dalam Pasangan dengan Sheikh Abdul Rehman Al Sudais dan kemudian pada tahun 2008 dia mulai berpasangan dengan Sheikh Abdullah Awad Al Juhany sampai tahun 2014. Pada bulan Ramadhan 2015 dia dan Sheikh Sudais memimpin berpasangan. Pada 2016, dia memimpin Taraweeh bersama Sheikh Khalid Al Ghmadi dan Sheikh Abdullah Awad Al Juhany. Sheikh Maher diangkat sebagai Khateeb dari Masjid Al Haram pada bulan Ramadan 2016/1437 setelah sebuah keputusan kerajaan dikeluarkan oleh Raja Salman. Dia menyampaikan Khutbah pertamanya di Masjid Al Haram pada tanggal 15 Juli 2016.



Silahkan Untuk Link Complete Download bisa disini atau disini
Streaming disini

IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Download Murottal Komplet Syaikh Bandar bin Abdul Aziz Balilah

Bandar bin Abdul Aziz Balilah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia
Dr. Bandar bin Abdul Aziz Balilah
Nama Bandar
Lahir Mekkah
1395H
Kebangsaan Arab Saudi
Jabatan Imam Masjidil Haram
Assistant Prof

Download Murottal Komplet Syaikh Adil al-Kalbani


Syaikh Adil al-Kalbani

Download Murottal Komplet Syaikh Adil al-Kalbani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Khutbah : Berapa Jumlah Rekaat Tarawih?

Berapa Jumlah Rekaat Tarawih?

Masih ada beberapa saudara kita yg bertanya jumlah rakaat tarawih yg berbeda.
Masjid Nabawi punya berberapa cara tarawih, tergantung Khulafaur Rashidin nya.
Jaman nabi Muhammad SAW, "Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan pada kalian menghidupkan malam2 Ramadhan".
Wujud yg paling nyata dulu, dengan sholat malam (qiyamu Ramadhan). Dulunya mencar mencar, sendiri2 dan kelompok.
Ubay bin Kaab, dulu yg paling bagus dan banyak hafalannya baca Al Quran, tetapi beliau izin tidak sholat di Masjid Nabawi untuk tarawihnya.
Nabi Muhammad SAW melaksanakan tarawih di masjid Nabawi malam 22, 24, 26 di tahun terakhir beliau merasakan Ramadhan. Selain itu dilakukan di rumah bersama keluarganya . Beliau mulai 2H mengalami 9 kali Ramadhan. Selama 8 tahun tidak pernah keluar sholat tarawih, tahun ke 9 keluar ke Masjid Nabawi.
Jumlah rakaat Rasulullah SAW mulai 11 sd 41 rakaat. Riwayat menjelaskan ada 4 malam yg digambarkan.
Anas bin Malik yg pertama kali menjadi makmum tarawih Rasulullah SAW. Walau tidak diajak semuanya akhirnya mengikuti.

Malam 22 sholat di Masjid, malam 23 di rumah. Padahal sudah ditunggu oleh para sahabat. Lalu beliau berkata Aku takut ini dianggap menjadi wajib bagi kalian. Malam 24 sholat lagi di masjid, malam 25 di rumah. Malam 26 sholat tarawih lagi di masjid.
Saat masa Sayyidina Abu Bakar ra, model tarawihnya masih sama.
Saat Sayyidina Umar bin Khattab ra, masjid Nabawi sudah besar dan dipugar, lalu beliau melihat banyak orang sholat tarawih mencar2 dan gak enak ngelihatnya. Lalu beliau memutuskan besok malam ketiga kita tarawih berjamaah. Imamnya Ubay bin Kaab dan Tamim Ad Dari. Jumlah rakaat 11, 4-4-3. Muncul istilah tarawih (artinya mengistirahatkan badan). Setiap 4 rakaat istirahat. Setiap rakaat baca 50 sd 60 ayat. Pertama kali sholat tarawih jamaah, selesainya sholat subuh. Lalu dievaluasi dimajuin 1/3 malam, mulai jam 22.00 sd 03.00 wib. Lalu rakaat ditambah jadi 13, 4-4-2-3. Kadang 16 bahkan sd 23 rakaat, 20 tarawih, 3 witir. Lalu hasil evaluasi akhirnya menjadi 20 rakaat, sehingga jumlah ayat yg dibaca 6-7 ayat.. kalau banyak bacaan rakaat sedikit. Kalau sedikit bacaan rakaat banyak.
Jaman Sayyidina Utsman bin Affan ra. Bacaan 6-7 ayat per rakaatnya menjadi 20 rakaat khatam Quran. Imamnya Sayyidina Ali ra. Saat khatam sebelum ruku membaca qunut khataman Quran.
Jaman Sayyidina Ali ra, Imam tarawih lain, sayyidina Ali ra hanya menjadi imam sholat witir. Jumlah rakaat tarawih 20. Jumhur ulama akhirnya menyebut rakaat tarawih 20.
Pendapat lain menyebutkan jumlah tarawih 8 rakaat, oleh Sheikh Sofiyurahman Mubarokfury. Mengambil pendapat Sayyidah Aisyah ra bahwa jumlah total 11 rakat, 8 tarawih, 3 witir.
Jadi kesimpulannya ada 3 pendapat yg harus kita hargai dan dibolehkan:
-20 rakaat, jumhur ulama
-8 rakaat,
-tidak ada batasannya
Jangan lupa saat sholat, tumaninah, karena kita sedang berkomunikasi dgn Allah.
Saat khalifah Umar bin Abdul Aziz khalifah ke 8, merubah tradisi Masjid Nabawi dari 20 rakaat menjadi 36 rakaat tarawih. Beliau merasa iri dgn jamaah Masjidil Haram, saat istirahat mereka bisa lakukan tawaf, pahalanya lebih banyak. Lalu akhirnya untuk penduduk Madinah, tawaf diganti 4 rakaat, sehingga tambahannya menjadi 16 dan ditotal jadi 36 rakaat.
Carilah yg paling afdhol.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk beramal soleh yg terbaik.



IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316

Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin



Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Wudhu Untuk yang Terkena Cat, Tipex, Tinta

Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat


Pertanyaan : 
Assalamu'aikum warohmatullohiwabarokatuhu
Saya bekerja di kantor perpustakaan daerah. Sering selesai bekerja tangan saya terkena tipe-ex, tinta printer dan cat poster. Sebelum wudlu kadang sulit dibersihkan sampai tuntas. Bagaimana cara bersuci saya?
Air yang saya pakai kadang terciprat air cucian orang lain, apakah air tersebut termasuk musta'mal, bagaimana definisi air musta'mal itu?
Wassalamu'alaikum warohmatullohiwabarokatuhu
Jawaban : 
Assalamu a'alikum warahmatulahi wabarakatuh,
Masalah tangan anda yang terkena tip-ex, tinta printer atau cat poster, bisa kami jelaskan dengan mengenal dua prinsip.
Pertama, kita harus pastikan bahwa zat-zat itu bukan najis. Kedua, zat itu tidak membentuk lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit kita.
Tip-ex, tinta printer, atau cat poster sudah jelas bukan benda najis, sehingga tidak merusak kesujian dan wudhu' kita bisa masih ada sisanya menempel.
Namun untuk masalah yang kedua, yaitu sejauh mana zat-zat tersebut menghalangi sampainya air ke kulit kita, perlu kita kenali lebih jauh.
Intinya jangan sampai semua zat itu menghalangi air dari membasahi kulit yang menjadi anggota wudhu'. Anggota wudhu yang menjadi rukun adalah wajah, kedua tangan hingga siku, sebagian kepala termasuk rambut) serta kedua kaki hingga mata kaki. Sebagaimana firman Allah SWT:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al-Maidah: 6)
Semua bagian di atas harus basah saat kita berwudhu. Selebihnya adalah anggota wudhu yang sifatnya sunnah, sehingga meski tidak sampai dibasuh dan basah, tidak merusak wudhu'.
Bila ada zat-zat yang menempel dengan membuat lapisan tertentu pada anggota wudhu' yang wajib di atas, hingga menghalangi air untuk membasahi, maka wudhu' itu menjadi tidak sah. Sehingga seharusnya sebelum berwudhu' harus dihilangkan terlebih dahulu.
Tip-ex biasanya akan membuat lapisan yang menutupi kulit dan membuat kulit anggota wudhu' tidak basah. Maka bila tangan anda masih belepotan dengan zat seperti ini, termasuk lem karet dan sejenisnya, harus dikelupas terlebih dahulu. Atau dihilangkan dengan menggunakan cairan tiner.
Sedangkan tinta printer biasanya hanya mengotori tapi tidak membentuk lapisan penghambat air. Dan juga bukan benda najis, sehingga tidak mengapa bila tangan masih berlumur tinta setelah berwudhu'.
Adapun cat yang dicairkan dengan air umumnya tidak membuat lapisan dan langsung hilang bila terkena air wudhu. Berbeda dengan cat minyak yang biasanya membentuk lapisan anti air. Cat ini harus dihilangkan dulu karena sifatnya menghalangi sampainya air.
Air Musta'mal?
Sebagian ulama memang seringkali menggunakan istilah air musta'mal. Artinya adalah air yang telah digunakan untuk bersuci secara ritual. Misalnya sudah digunakan untuk berwudhu, mandi janabah atau membersihkan najis. Dan jumlahnya kurang dari 2 qullah atau 270 liter.
Menurut sebagian ulama seperti para ulama mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah, air yang sudah pernah digunakan untuk berwudhu' oleh seseorang tidak boleh lagi digunakan untuk wudhu' bagi orang lain. Demikian juga dengan air yang sudah digunakan untuk mandi janabah, baik yang wajib maupun yang sunnah, sudah tidak sah bila digunakan untuk mandi janabah buat orang lain.
Namun menurut sebagain ulama lainnya bahwa air musta'mal tidak berubah hukum. Dia tetap boleh digunakan untuk wudhu', mandi janabah dan lainnya.
Di tengah-tengahnya ada pendapat Mazhab Maliki yang memakruhkan berwudhu dengan air musta'mal. Tapi bila tidak ada air mutlaq yang bisa digunakan untuk berwudhu', yang ada hanya air musta'mal, boleh digunakan air musta'mal itu. Mereka mengatakan belumboleh bertayammum dengan tanah selama masih ada air musta'mal.
Penjelasan di atas bisa anda rujuk pada Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid karya Ibnu Rusyd Al-Hafid, jilid 1 halaman 79 Terbitan Maktabah Ibnu Taimiyah Cairo Cetakan I tahun 1415 H.
Adapun air bekas cucian baju, pada dasarnya tidak bisa disebut sebagai air musta'mal. Sebab tidak diguakan untuk pensucian secara ritual. Maka bila anda terciprat air bekas cucian, tidak ada hubungannnya dengan air musta'mal. Wudhu' anda tidak batal selama air bekas cucian itu bukan air najis dan jumlahnya sedikit.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu a'alikum warahmatulahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc.

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1162794120&cara-bersuci-setelah-terkena-tinta-tip-ex-atau-cat.htm


Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim

Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?

Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?

Pertanyaan : 
Assalaamu'alaikum  

Ustaz, ana mau tanya sedikit. Apakah ada dalil yg mengharuskan berwudhu dengan air 2 qullah,  seperti yang diyakini kebanyakan kaum muslimin yang memang mengikuti madzhab Asy-Syafi'iyah.

Jika ada, bagaimana cara pengamalannya?

Baarokallahu fiyk..
Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Banyak memang orang yang menyangka bahwa dalam madzhab Al-Syafi’iyyah, berwudhu itu harus memakai air yang jumlahnya mencapai 2 qulah atau lebih. Kalau kurang dari 2 qullah, tidak boleh dipakai buat berwudhu. 
Sampai-sampai pada beberapa kesempatan, saya sering kali melihat ada orang yang tidak mau berwudhu kecuali jika air itu banyak atau melimpah seperti di kolam besar. Padahal sebenarnya tidak demikian duduk persoalannya. Singkatnya, sama sekali tidak ada syarat harus ada air 2 qullah dulu baru boleh wudhu dalam madzhab Al-Syafi’iyyah. 
Pemahaman masalah ini perlu kita pahami dengan hati-hati dan kritis, sebab kalau tidak bisa tergelincir menjadi kekeliruan fatal. Bukan berarti kita ingin menolak pendapat mazhab Asy-syafi'iyah. Justru kita ingin meluruskan kesalah-pahaman yang banyak melanda khalayak terhadap mazhab Asy-syafi'iyah ini.
Perhatikan baik-baik. Sebenarnya syarat berwudhu itu bukan harus adanya air yang mencapai 2 qulah. Jumlah air dua qullah itu adalah syarat agar air tidak menjadi musta'mal atau menjadi mutanajjis. 
Sedangkan yang menjadi syarat dalam berwudhu' itu adalah adanya air mutlak (bukan musta'mal atau mutanajjis) yang jumlahnya cukup untuk membasuh anggota tubuh yang termasuk dalam rukun wudhu;
[1] muka, [2] tangan sampai siku, [3] sebagian kepala, dan [4] kaki sampai mata kaki.
Dan ini juga yang menjadi patokan boleh tidaknya tayammum. Kalau memang ada air yang cukup untuk membasuh anggota tubuh rukun wudhu itu semua, maka tidak ada alasan untuk tayammum. Tayammum hanya boleh jika memang tidak ada air yang cukup untuk membasuh anggota rukun wudhu itu.
Sebagai pengingat, bahwa air 2 qulah itu dalam kitab-kitab Al-Syafi’iyyah sering diterjemahkan ukurannya menjadi 5 liter air menurut takaran orang Baghdad. Namun ulama komtemporer menyimpulkan, takaran sekarang, air 2 qulah itu ialah 270 liter. 
Sedangkan Rasulllah SAW sendiri berwudhu cukup dengan menggunakan air mutlak sebanyak 1 mud saja. Sebagaimana hadits berikut ini :
كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ مُتَّفَقٌ عَلَيْه 
Dari Anas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa Rasulullah SAW berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sha’ hingga lima mud air. (HR. Bukhari Muslim) 
Tahukah Anda berapa banyak air sejumlah 1 mud yang digunakan oleh Rasulullah SAW itu?
Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu susunan Dr. Wahbah Az-Zuhaili disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 0,688 liter atau 688 ml. [1]
Sebagai perbandingan untuk memudahkan, botol minum air mineral ukuran sedang berisi 600 mililiter air. Sebagai catatan, air 688 ml itu digunakan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang berwudhu'nya sangat sempurna, dengan menjalankan semua sunnah-sunnah dalam berwudhu.
Lalu Dimana 2 Qulah Air Dibicarakan?
Dalam madzhab Al-Syafi’iyyah, 2 qulah itu menjadi pembicaraan dalam masalah air musta’mal (yang telah terpakai untuk bersuci), dan juga air mutanajis (yang kejatuhan najis). Dalam 2 masalah inilah, 2 qulah itu menjadi wacana yang penting.
Dua Qulah dan Air Musta’mal
Air musta’mal, dalam madzhab Al-Syafi’iyyah yaitu air yang telah dipakai untuk bersuci yang sifatnya wajib, seperti wudhu atau mandi janabah. Bukan bersuci yang sifatnya sunnah, seperti Tajdiid wudhu (memperbaharui wudhu), atau juga mandi yang bukan mandi janabah.
Nah, air yang sudah terpakai itu memang statusnya suci, namun tidak bisa mensucikan, dalam bahasa kitab ialah Thaahir gheir muthohhir [طاهر غير مطهر] (suci tapi tidak bisa mensucikan). Air ini bisa berubah statusnya menjadi muthohhir (bisa mensucikan) jika air ini dikumpulkan dan mencapai 2 qulah atau lebih.
Maka, jika air yang telah terpakai itu dikumpulkan dan mnecapai batasan 2qulah atau bahkan lebih, statusnya bukan lagi disebut musta’mal, akan tetapi berubah menjadi air mutlak yang bisa digunakan untuk bersuci.
Imam Al-Syirbini, salah satu ulama Syafi’iyyah mengatakan, bahwa alasan kenapa air musta’mal itu tidak bisa mensucikan karena memang dulu juga para sahabat, dengan keadaan mereka yang minim air tidak mengumpulkan air-air yang telah dipakai untuk wudhu atau bersuci untuk dipakai lagi kedua kalinya, akan tetapi mereka malah langsung pindah ke tayammum. Karena mereka tidak mungkin bersuci dengan air yang sudah tercampur dengan hadats.
Lalu kenapa setelah mencapai 2 qulah air itu boleh digunakan? Karena air yang telah mencapau 2 qulah sudah terbebas dari najis, karena banyaknya volume air tersebut. Nabi saw bersabda:
إِذَا كَانَ اَلْمَاءَ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ اَلْخَبَثَ - وَفِي لَفْظٍ: - لَمْ يَنْجُسْ
“kalau air itu mencapai 2 qulah, maka ia tidak membawa najis –dalam riwayat lain- tidak najis” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i)
2 qulah dan Air Mutanajis
Kemudian masalah air yang terkena najis, ini juga pembahasannya sama seperti apa yang telah disinggung pada pembahasan air musta’mal, hanya berbeda dalam beberapa poin.
Semua ulama sejagad raya ini sepakat, jika ada air yang kejatuhan najis, kemudian, air itu berubah salah satu dari 3 sifatnya; warna, bau dan rasa, maka air it air najis, sedikit atau banyak air tersebut, dan tentu saja tidak bisa dipakai untuk bersuci.
اَلْمَاءُ طَاهِرٌ إِلَّا إِنْ تَغَيَّرَ رِيحُهُ, أَوْ طَعْمُهُ, أَوْ لَوْنُهُ; بِنَجَاسَةٍ تَحْدُثُ فِيهِ
“air itu suci, kecuali jika berubah (salah satu sifatnya) baunya, rasanya, atau warnanya” (HR. Al-Baihaqi)
Namun ulama berbeda pendapat apabila air yang kejatuhan najis tidak berubah sama sekali, tidak warnanya, tidak baunya dan tidak juga rasanya. Nah, pada masalah ini madzhab Al-Syafi’iyyah membedakan antara air sedikit dan air banyak. Air sedikit itu ialah air yang kurang dari 2 qula, dan air yang banyak itu ialah air yang telah mencapai 2 qulah atau lebih.
Dalam madzhab ini, kalau air yang kejatuhan najis itu tidak berubah sifatnya, maka dilihat apakah itu air banyak atau sedikit. Kalau itu air sedikit maka berubah atau tidak berubah sifatnya, kalau kejatuhan najis ya hukumnya ikut menjadi najis. Dan tentu daja yang najis tidak bisa dipakai untuk bersuci.
Berbeda dengan air yang banyak, yaitu yang mencapai 2 qulah atau lebih. Air yang seperti ini kalau kejatuhan najis, dan najis itu tidak merubah sifat air tersebut, maka air ini tetap suci dan boleh digunakan untuk bersuci. Dalilnya sama seperti yang di atas:
إِذَا كَانَ اَلْمَاءَ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ اَلْخَبَثَ - وَفِي لَفْظٍ: - لَمْ يَنْجُسْ
“kalau air itu mencapai 2 qulah, maka ia tidak membawa najis –dalam riwayat lain- tidak najis” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i)
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan bahwa hadits menjadi dalil kalau memang air yang mencapai 2 qulah itu tidak mengandung najis, karena kalau memang air yang sedikit (kurang dari 2 qulah) dan air banyak (yang mencapai 2 qulah / lebih) itu sama saja hukumnya, lalu untuk apa Nabi saw membedakan? Tentu pembedaan yang Nabi saw lakukan itu karena memang keduanya berbeda.
Madzhab Hanbali Juga Mengikuti
Dan ternyata, metode pembedaan antara air sedikit dan banyak (2 qulah lebih) dalam masalah air yang kejatuhan najis itu bukan hanya punya madzhab Al-Syafi’iyyah, akan tetapi madzhab Hanbali juga memakai ini. mereka mengikuti apa yang dijelaskan oleh madzhab gurunya Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi’i ini.
Imam Ibnu Qudamah, dalam Al-Mughni mengatakan:
وَأَمَّا مَا دُونَ الْقُلَّتَيْنِ إذَا لاقَتْهُ النَّجَاسَةُ فَلَمْ يَتَغَيَّرْ بِهَا , فَالْمَشْهُورُ فِي الْمَذْهَبِ أَنَّهُ يَنْجُسُ
“Sedangkan air yang tidak mencapai 2 qulah, jika kejatuhan najis dan itu tidak merubah salah satu sifat air tersebut, maka pendapat yang masyhur dalam madzhab ialah air itu najis”
Madzhab ini bersama madzhab Al-Syafi’iyyah, artinya kalau air itu mencapai 2 qulah atau lebih, dan itu tidak merubah sifatnya, maka itu tidak najis.
Kesimpulan
Jadi jelas disini, bahwa madzhab Al-Syafi’iyyah sama sekali tidak mensyaratkan harus 2 qulah untuk berwudhu. Wacana 2 qulah itu hanya muncul pad permasalah air yang sudah terpakai atau juga air yang terkena najis.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Zarkasih, Lc



[1] Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, jilid 1 hal. 143

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1389378126&title=




Toko Busana Keluarga Muslim
GRIYA HILFAAZ 
Toko Busana Keluarga Muslim