SELEKSI ALLAH TAALA ATAS KAUM MUSLIMIN
Oleh: Ust. Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I
(Ketua PW IKADI DIY)
=====================================
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، الْكَرِيْمِ الْمَنَّانِ،
الرَّحِيْمِ الرَّحْمَنِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى حَمْدًا يَدُوْمُ
عَلَى الدَّوَامِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى الْخَيْرِ وَاْلإِنْعَامِ، وَأَتُوْبُ
إِلَيْهِ مِنَ الذُّنُوْب الْعِظَام.
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن، أَمَّا بَعْدُ؛
قَالَ
تَعَالَى: ((يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ)).
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala,
Dalam terminologi agama Islam, ada orang-orang yang
disebut sebagai kafir, yaitu orang yang tidak beriman kepada Allah. Di antara
mereka ada yang sangat memusuhi Islam dan kaum Muslimin serta berambisi untuk
menghancurkannya. Mereka biasa disebut dengan istilah kafir harby. Ada juga
yang disebut dengan kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang hidup dalam naungan
pemerintahan Islam. Dan yang ketiga adalah kafir mu’ahid, yaitu orang kafir
yang melakukan perjanjian damai dengan kaum muslimin dan hidup berdampingan
dalam suatu wilayah tertentu.
Sedangkan di kalangan kaum Muslimin sendiri, terdapat
juga orang-orang yang sangat membenci Islam dan kaum Muslimin serta ingin
menghancurkannya. Mereka disebut dengan kaum munafiqin, yaitu orang-orang yang
secara dzahir mengaku sebagai muslim, akan tetapi hatinya sama sekali tidak
beriman kepada Allah. Ada pula yang diantara kaum muslimin yang sangat mencintai
Islam serta selalu siap membela dan mempertahankannya. Merekalah yang disebut
dengan orang Mukmin.
Ada kafir harby, kafir dzimmy, kafir mua’hid, munafiq dan
Mukmin. Mereka semua berkumpul bersama dalam kehidupan masyarakat. Seringkali
kita tidak mampu membedakan, manakah kafir yang memusuhi dan yang tidak
memusuhi. Tidak pula terdeteksi siapakah orang munafiq dan siapakah orang
Mukmin. Ternyata Allah SWT tidak menginginkan jika kafir dzimmi, kafir harby,
munafiq dan mukmin berbaur dalam masyarakat tanpa adanya kejelasan identitas
mereka. Sehingga Allah SWT akan selalu membuat peristiwa, keadaan dan rekayasa
untuk menyaring dan menampakkan identitas masing-masing.
Allah SWT berfirman:
مَا كَانَ
اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ
الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ
“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang
beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk
dari yang baik.” (Q.s. Ali Imran : 179).
Allah SWT akan selalu membuat rekayasa untuk menampakkan
dengan sejelas-jelasnya identitas kita. Apakah kafir, ataukah Mukmin. Di masa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, salah satu rekayasa Allah subhanahu
wata'ala ini digambarkan dalam peristiwa perang Badar.
Di dalam perang Badar, terjadi pertempuran antara tiga
ratus pasukan kaum Muslimin dengan senjata dan persiapan yang sangat sederhana,
berhadapan dengan seribu orang pasukan kafir Quraisy bersenjata lengkap yang
dipimpin Abu Jahal. Allah subhanahu wata'ala membuat rekayasa pertempuran yang
tidak seimbang ini untuk menampakkan antara orang beriman dan orang kafir.
Semula kaum Muslimin berniat menghadapai kafilah dagang Abu Sufyan yang membawa
seribu ekor onta dengan harta perniagaannya. Ternyata Allah membuat rencana
sendiri, yaitu tidak mempertemukan kaum Muslimin dalam pertempuran yang mudah
melawan Abu Sufyan, akan tetapi mempertemukan mereka dalam keadan yang sulit
dan di luar rencana dengan pasukan Abu Jahal. Perasaan mencekam dalam diri kaum
Muslimin digambarkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
كَأَنَّمَا
يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ
“… seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang
mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).” (Q.s. Al-Anfal: 6).
Pertempuran yang tidak seimbang ini berakhir dengan
kemenangan kaum Muslimin, atas ijin Allah subhanahu wata'ala. Kemudian Allah
menggambarkan hakikat kemenangan perang Badar dengan firman-Nya:
لِيَمِيزَ
اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ
فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ
الْخَاسِرُونَ
“Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang
baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang
lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka
Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (Q.s. Al Anfal : 37).
Di dalam kisah lain, Allah subhanahu wata'ala membuat
rekayasa berupa kekalahan yang diderita kaum Muslimin dalam perang Uhud. Dalam
peristiwa ini, Allah subhanahu wata'ala menampakkan dengan sejelas-jelasnya
identitas mereka yang kafir, mereka yang munafiq dan mereka yang beriman.
Dalam perang Uhud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam membawa seribu pasukan untuk menghadapi tiga ribu pasukan kafir
Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan. Di tengah perjalanan, sebanyak tiga ratus
orang dari kalangan kaum muslimin tidak melanjutkan perjalanan menuju Uhud dan
memilih kembali ke kota Madinah. Mereka beralasan akan menghadapai pasukan
kafir Quraisy di dalam kota Madinah saja. Betapa jelasnya Allah subhanahu
wata'ala menampakkan tiga ratus orang munafiq yang tidak melanjutkan perjalanan
dan memilih pulang. Allah Ta’ala berfirman:
وَلِيَعْلَمَ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
“…dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman
(dengan orang-orang kafir / munafiq).” (Q.s. Ali Imran: 140).
Perang Uhud berakhir dengan kekalahan kaum Muslimin dan
wafatnya 70 orang shahabat. Kekalahan dan gugurnya kaum Muslimin dalam perang
ini adalah sebagai penjelasan Allah subhanahu wata'ala tentang siapakah orang
beriman dan siapakah yang berhak untuk menyandang gelar syuhada.
وَلِيَعْلَمَ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا
يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
“… supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman
(dengan orang-orang kafir /munafiq) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya
(gugur sebagai) syuhada'.” (Q.s. Ali Imran: 140).
Sesampainya pasukan kaum Muslimin di kota Madinah,
orang-orang yang tidak ikut berperang mulai menghina dan mengejek kaum Muslimin
yang kalah dalam perang. Semakin jelaslah identitas kemunafiqan mereka. Allah
Ta’ala memuji mereka yang tetap teguh dalam keimanannya dengan firman-Nya:
وَلَا
تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu
bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang-orang yang beriman (Ali Imran : 139).
Hadirin siding Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Rekayasa Allah subhanahu wata'ala untuk menampakkan
dengan sejelas-jelasnya hakikat orang kafir, mukmin dan munafik akan selalu
terjadi di setiap zaman dan setiap masa, termasuk di zaman sekarang ini.
Seluruh peristiwa yang sekarang ini terjadi termasuk sebagai rekayasa Allah
subhanahu wata'ala untuk menampakkan identitas masing-masing.
Dengan sangat jelas, sekarang kita bisa tahu siapakah
orang kafir yang sangat benci terhadap Islam dan kaum Muslimin serta ingin
menghancurkannya. Ada juga orang kafir yang tetap menjaga perdamaian dengan
kaum Muslimin. Dan yang sangat menyedihkan adalah, ternyata begitu banyak Allah
subhanahu wata'ala menampakkan mereka yang tegolong sebagai orang munafiq yang
selalu benci, memusuhi dan kasar kepada saudara-saudara mereka sesama muslim.
Di sisi lain, mereka sangat toleran, simpati dan lemah lembut kepada orang
kafir, komunis, liberalis, dan para pelaku maksiat. Orang munafiq ini membela
musuh Islam sampai berani melawan Allah subhanahu wata'ala, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, para ulama, para habib dan kaum Muslimin.
Na’udzubillaahi min dzaalik….
Allah SWT menjelaskan karakter orang munafiq dalam
firman-Nya:
بَشِّرِ
الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ
العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعًا
“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan
mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang
kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?” (Q.s. An-Nisaa: 138 –
139).
Hadirin siding Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala,
Marilah kita meng-evaluasi diri kita sendiri, termasuk
dalam kategori manakah kita? Tentu saja yang hadir di sini tidaklah mungkin
termasuk orang kafir karena kita semua adalah kaum muslimin. Tetapi marilah
kita koreksi lebih dalam, apakah kita ini masuk muslim yang mukmin, ataukah
masuk dalam kategori muslim yang munafik?
Apakah kita selalu mencela ajaran Islam dan kaum
Muslimin, bahkan bersikap kasar dan memusuhi? Apakah kita selalu mencari-cari
kesalahan kaum Muslimin, para ulama dan Habaib? Apakah kita selalu membela dan
memuja orang kafir, komunis, atheis, liberalis, dan pelaku maksiat? Apakah kita
selalu berusaha mencari alasan untuk membenarkan sikap mereka? Jika kita
bersikap seperti ini, maka kemungkinan besar kita masuk dalam kategori kaum
munafiqin yang akan kehilangan seluruh amal dan ibadahnya di dunia serta
dimasukkan ke dalam neraka Jahannam bersama orang kafir. Allah Ta’ala telah
berfirman:
إِنَّ اللّهَ
جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا
“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang
munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (Q.s. An Nisaa : 140)
Hadirin siding Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala,
Mari kita teguh berdiri sebagai orang Mukmin, berapapun
jumlah kita, apapun kondisi kita dan di manapun kita berada. Memang di akhir
zaman, mereka yang memegang kebenaran akan terasa seperti memegang bara api
yang sangat panas. Tetapi jangan kita lepaskan kebenaran, jangan kita
tinggalkan kebenaran dan kita pegang kuat-kuat kebenaran walaupun terasa sangat
berat.
Semoga Allah Ta’ala selalu memberi kekuatan kepada kita
untuk teguh di atas jalan yang benar dan memasukkan kita sebagai hamba-Nya yang
beriman dan semoga kelak kita dikumpulkan bersama para Nabi, orang-orsng
sholih, para syuhada, para ulama dan para habib di surga Allah yang penuh
dengan kenikmatan. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin …
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ
بِهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
يَأَيـُّهَا
الذين آمنوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ؛
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ
وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،
ارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ
اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا
رَبَّيَانَا صِغَارًا
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا
تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ.
وصلى الله على
نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
سُبْحَانَ
رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَر
===========================
GRIYA HILFAAZ
Busana Muslim Berkualitas
💈webinfo : www.griyahilfaaz.com
💈IG : griyahilfaaz
💈Shopee : griyahilfaaz
💈Facebook: griyahilfaaz
💈Tokopedia: griyahilfaaz
💈Bukalapak: griyahilfaaz
![]() |


EmoticonEmoticon