Dua Kewajiban Muslim
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ
حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي
خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا
رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ
وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ …
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ
اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Jama'ah Sholat Jumat yang Dimuliakan Allah
Marilah kita
bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan aneka
keni’matan bahkan hidayah kepada kita. Shalawat dan salam semoga Allah tetapkan
untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para
sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita
bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, menjalani perintah-perintah
Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.
Islam memiliki ajaran yang membentangkan dua
bentuk hubungan yang harmonis. Dua bentuk hubungan itu adalah hablum minallah
itu adalah hubungan dengan Allah dan hablum minan-nas adalah hubungan dengan
manusia. Akhlaqul karimah dibangun di atas kerangka hubungan dengan Allah
(hablum minallah) melalui perjanjian yang diatur dalam Syari'at-Nya berkenaan
dengan kewajiban menunaikan hak-hak Allah Ta'ala dan juga kerangka hubungan
dengan sesama manusia (hablum minan-nas) melalui kewajiban menunaikan hak-hak
sesama manusia baik yang muslim maupun yang kafir. Allah SWT berfirman :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ
وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ
بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah
dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah
kepada kedua orang tua ( ibu bapak ), kerabat-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, teman-teman sejawat,
ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa’ ( 4 ): 36)
Jama'ah Sholat Jumat yang Dimuliakan Allah
Syariat Islam sungguh indah. Ia mengajarkan
adab nan tinggi dan akhlak yang mulia. Dalam menjaga hubungan dengan Allah,
dalam surat An Nisa ayat 36 disebutkan
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Sembahlah Allah
dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
Bahwa
kita diperintah menyembah Allah dalam rangka untuk membangun hubungan kita
kepada Allah. Ibadah yang ikhlas tanpa tercampuri apapun dengan kesyirikan.
Mempersekutukan Allah atau syirik adalah
bentuk kemaksiatan yang paling besar kepada Allah Azza wa Jalla, syirik
merupakan sebesar-besar kezhaliman, sebesar-besar dosa yang tidak akan diampuni
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila sampai meninggal dia tidak melakukan
taubat.
إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ
مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا
عَظِيمًا
Sesungguhnya
Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa
mempersekutukan Allâh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
[an-Nisâ`/4:48].
Allâh
Ta’ala juga memberitakan bahwa amal orang-orang musyrik sia-sia, tidak ada
nilainya di sisi Allâh Ta’ala. Dia berfirman:
مَا
كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللهِ شَاهِدِينَ عَلَى
أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ أُوْلاَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ
خَالِدُونَ
Tidaklah pantas
orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allâh, sedang mereka mengakui
bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka, dan
mereka itu kekal di dalam neraka. [at-Taubah/9:17].
Maka
sudah sepantasnya kita berkeyakinan bahwa tiada selain Allah yang bisa
menciptakan, memberi rizqi, menghidupkan, dan mematikan. Tiada yang berhak
diibadahi dengan shalat puasa berqurban dan beramal lainnya selain hanya untuk
Allah. Dan tiada yang mengetahui perkara ghaib selain Allah.
Jama'ah Sholat Jumat yang Dimuliakan Allah
Islam adalah agama yang lengkap, bukan hanya
tata hubungan dengan tuhan yang diatur tetapi juga tata hubungan yang mengatur antara manusia
dengan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial.
Maka dalam lanjutan surat an nisa ayat 36 disebutkan :
وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي
الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ
وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا
فَخُورًا
Dan berbuat
baiklah kepada kedua orang tua ( ibu bapak ), kerabat-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, teman-teman sejawat,
ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa’ ( 4 ): 36)
Dari ayat tersebut kita diperintahkan untuk :
1.
Berbuat baik pada Orang tua
Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang
tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi
dan mulia,
Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu
berkata.
سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ قُلْتُ
ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّالْوَالِدَيْنِ، قَالَ: قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ:
الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
“Aku bertanya
kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam
riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian
apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi:
‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sesungguhnya berbakti kepada orang tua
merupakan salah satu sebab dihapuskannya dosa besar, diterimanya amal, serta
sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Setelah kita melihat keutamaan berbakti
kepada kedua orang tua, pahala yang dijanjikan, serta kisah-kisah generasi
pendahulu yang saleh, masih adakah penghalang bagi kita untuk menaati kedua
orang tua?
2. Berlaku baik pada kerabat
Yang
dimaksud dengan kerabat di sini adalah orang-orang yang memiliki kedekatan pada
seseorang dari sisi kekeluargaan atau nasab keturunan baik dari pihak bapak
atau ibu, seperti misalnya saudara, paman, bibi, sepupu, dan lainnya yang
memiliki hubungan nasab. Dalam Islam, mereka mendapatkan kedudukan yang harus
dijaga hak-haknya, sebagaimana Allah berfirman,
وَآتِ
ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ
“Dan berikanlah
kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya.” (al-Isra: 26)
Cara
berlaku baik adalah dengan saling bersilaturahim, saling berbagi dan mengajak
kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
3. Berlaku baik pada anak yatim dan orang
miskin
Anak
yatim adalah anak kecil yang ayahnya meninggal sebelum dia baligh. Berbuat baik
kepada anak yatim ialah dengan menjadi pengganti ayah mereka dalam hal
memberikan perhatian dan menutupi kebutuhannya. Adapun orang miskin adalah
orang yang tidak mendapati nafkah yang bisa mencukupinya. Berbuat baik
kepadanya orang miskin diwujudkan dengan memberikan apa yang bisa mencukupinya.
Terpenuhinya hak keduanya akan meringankan derita dan kesusahan dua golongan
yang lemah ini di tengah-tengah masyarakat muslimin.
Dari
Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
“Aku dan orang
yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari
tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya
HR al-Bukhari
Dengan
menolong orang-orang miskin dan lemah, kita akan memperoleh rezeki dan
pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam hadits disebutkan bahwa Sa’ad
menyangka bahwa ia memiliki kelebihan dari sahabat lainnya karena melimpahnya
dunia pada dirinya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
هَلْ
تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ
“Kalian hanyalah
mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari
kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).
4.
Berlaku
baik pada Tetangga
Tetangga adalah orang yang tinggal
bersebelahan atau dekat dengan tempat tinggal kita.
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR.
Bukhari 5589, Muslim 70)
Bahkan
besar dan pentingnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah
ditekankan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَا
زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril
senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu
akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)
Di antara bentuk memenuhi hak tetangga adalah
berbuat baik kepada mereka dengan menghadiahkan apa yang mungkin dihadiahkan,
walaupun hanya mengirimkan kuah masakan daging atau selainnya. Diharamkan bagi
kita menyakiti tetangga, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dengan
ucapan, misalnya membuat suara gaduh yang mengganggu ketenangan tetangga, atau
memutar radio/tape recorder dengan keras, walaupun yang diputar adalah
kaset kajian/ceramah Islam atau tilawah al-Qur’an. Apalagi jika yang diputar
adalah musik. Adapun dengan perbuatan, seperti melempar kotoran atau sampah di
halaman tetangga, mengetuk pintu rumah mereka dengan keras, membiarkan dahan
pohon kita merusak genting/atap rumah tetangga, dan sebagainya.
5. Berlaku baik pada Teman Sejawat
Hak berikutnya yang tersebut dalam ayat al-huquq
al-’asyrah adalah hak shahib bil janbi. Ahli tafsir menyebutkan
maknanya adalah istri. Ada pula yang mengatakan kawan dalam safar dan ada pula
yang berpendapat teman yang salih. Kata ahli tafsir yang lain, maknanya adalah
teman dudukmu saat mukim dan kawanmu ketika safar.
Seorang teman memiliki hak tambahan selain hak
Islam (hak sebagai seorang muslim), berupa hak untuk dibantu dalam urusan agama
dan dunianya, mendapat nasihat, setia kepadanya (tidak berkhianat) dalam
keadaan lapang atau sempit, ketika senang atau susah, menyenangi untuknya apa
yang disenangi untuk dirinya, dan membenci untuknya apa yang dibenci oleh
dirinya. Semakin dekat pertemanan atau persahabatan, maka semakin ditekankan
hak tersebut dan semakin bertambah.
6.
Hak
Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah tamu atau musafir yang
melintas melewati tempat Anda. Apabila si musafir kehabisan bekal dalam
safarnya, berbuat baik kepadanya dilakukan dengan memberinya zakat atau sedekah
yang cukup untuk menyampaikannya ke tujuan, walaupun dia adalah orang yang
berharta di negeri tempat tinggalnya.
Ibnu sabil memiliki hak terhadap kaum muslimin
karena musafir biasanya memiliki kebutuhan/keperluankeperluan. Selain itu, dia
adalah orang asing yang perlu dibantu untuk menunaikan maksud/tujuannya, atau
sebagian dari tujuannya. Dia pantas dimuliakan dan dibuat tidak merasa asing di
negeri yang sebenarnya asing (bukan negerinya sendiri).
7.
Hak
Hamba Sahaya
Islam sebagai agama yang dipenuhi keadilan
memberikan hak kepada budak atau hamba sahaya dan menanggungkan kewajiban
kepada tuan pemiliknya untuk berbuat baik kepadanya. Banyak nash dalam
al-Qur’an dan as-Sunnah yang menunjukkan keharusan memperhatikan hak hamba
sahaya ini. Satu bukti Islam tidak mengabaikan hak hamba sahaya adalah adanya
dorongan untuk memerdekakannya.
Satu lagi yang menunjukkan keluhuran ajaran
Islam, Islam menjadikan hamba sahaya sebagai saudara pemiliknya. Karena itu,
layaknya saudara, ia harus diperlakukan dengan baik. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda yang maknanya, “Mereka adalah saudara-saudara
kalian yang Allah jadikan mereka di bawah kekuasaan kalian….” (HR.
al-Bukhari dan Muslim)
Memang sekarang budak/hamba sahaya sudah tidak
ada, walaupun beda kedudukannya tetapi kita bisa menisbatkan untuk berbuat baik
kepada bawahan kita atau pembatu kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ
هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ .
—Khutbah
Kedua—
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا
بَعْدُ؛ وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ
Jama'ah Sholat Jumat yang Dimuliakan Allah
Dalam akhir ayat
Allah SWT berfirman :
إِنَّ
اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
(QS. An-Nisa’ ( 4 ): 36)
Orang yang
sombong serta membanggakan diri dalam ayat ini ialah orang-orang yang takabbur
dalam gerak-geriknya yang memperlihatkan kebesaran dirinya, begitu juga dalam
pembicaraannya yang nampak sombong, seolah-olah dia merasa lebih mulia dan
menganggap orang lain rendah dan hina. Sombong kepada Allah, kepada orang tua,
kepada yang lemah atau kepada teman sejawat dan sombong dalam menerima
kebenaran. Semoga Allah mengaruniai kita aqidah yang lurus serta akhlaq yang baik serta menjauhkan kita dari sifat sombong.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً
لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ
تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ .
وَصَلى
الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ.
IKADI KEC NGUTER KAB SUKOHARJO
☘Sekretariat : Jl Raya Solo Wng Km 22 Sukoharjo
☘Butuh Khatib Dai Wilayah Nguter Sukoharjo 📞 081-2261-7316
Gabung channel telegram.me/ikadi_nguter
💈webinfo : www.ceramahsingkat.com
💈IG : @ikadi_nguter
💈Telegram : @ikadi_nguter
💈Fb.: Tausiyah Singkat
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kec. Nguter Kab. Sukoharjo
Menebar Islam Rahmatan Lil 'Alamin
ayat alquran tentang hablum minannas islam tentang hablum minannas contoh hablum minallah hablum minallah hablum minannas hablum minal alam pengertian hablum minal alam ayat habluminallah habluminannas tulisan arab habluminallah habluminannas hadits habluminallah habluminannas isi kandungan surat an nisa ayat 36 surat an nisa ayat 36 latin asbabun nuzul surat an-nisa' ayat 36 an nisa 37 tajwid surat an nisa ayat 36 hikmah surat an-nisa' ayat 36 surah hud ayat 117-119 arti perkata surat an-nisa ayat 36 contoh syirik macam macam syirik syirik dalam islam pengertian syirik menurut bahasa dan istilah pengertian syirik dan contohnya syirik taktil bentuk bentuk syirik dalil syirik bagaimana cara berbuat baik kepada kedua orang tua yang telah meninggal adab terhadap teman sebaya akhlak kepada teman sebaya adab terhadap teman dalam islam contoh akhlak terpuji terhadap teman apa hikmahnya bila orang itu mampu bertakwa akhlak terhadap yang lebih muda adab terhadap lawan jenis Hasil Telusur Akhlak Islami Dalam Bertetangga. Keutamaan Silaturahim dan Berbuat Baik Kepada Tetangga ... bagaimana cara kita berbuat baik kepada karib kerabat jelaskan transaksi yang haram zatnya yang sangat mungkin biasa dilakukan di bank konvensional sebutkan hal hal yang dilarang dalam transaksi ekonomi cara membantu orang miskin hikmah berbuat ihsan manfaat berbuat ihsan contoh ihsan kepada sesama manusia pengertian ihsan kepada allah hadits tentang menyantuni anak yatim piatu ceramah menyantuni anak yatim hadits tentang menyantuni anak yatim dan fakir miskin pidato menyayangi anak yatim keutamaan menyantuni anak yatim keistimewaan anak yatim 3 cara mencintai anak yatim pahala orang yang menyantuni anak yatimbagaimana cara kita berbuat baik kepada karib kerabat cara membantu orang miskin cara berbuat baik kepada orang miskin jelaskan transaksi yang haram zatnya yang sangat mungkin biasa dilakukan di bank konvensional sebutkan hal hal yang dilarang dalam transaksi ekonomi sebutkan hal hal yg dilarang dalam transaksi ekonomi jelaskan transaksi yang haram zatnya yang sangat mungkin bisa dilakukan di bank konvensional mengapa allah melarang hidup boroscara berbuat baik kepada karib kerabat siapa saja yang termasuk kerabat apa bahaya dari cara hidup boros kerabat terdiri dari contoh berbuat baik kepada anak yatim yang termasuk kerabat adalah jelaskan tujuan memberikan bantuan harta kepada anak yatim cara berbuat baik kepada anak yatim


EmoticonEmoticon